مريم (Maryam)

Per AyatMushaf
فَنَادٰىهَا
maka dia memanggilnya
مِنْ
dari
تَحْتِهَآ
bagian bawahnya
اَلَّا
janganlah
تَحْزَنِيْ
kamu bersedih hati
قَدْ
sesungguhnya
جَعَلَ
telah menjadikan
رَبُّكِ
Tuhanmu
تَحْتَكِ
bagian bawahmu
سَرِيًّا
mengalir/anak sungai
﴿٢٤﴾
Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
2274 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka jibril atau isa memanggilnya, ”janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu.

Sumber: https://tafsirweb.com/5070-surat-maryam-ayat-24.html

Tafsir as-Sa'di

24. Ketika itu, malaikat datang menenangkan rasa kekhawatirannya dan meneguhkan hati serta memanggilnya dari bawah. Mungkin saja malaikat berada di tempat yang lebih rendah daripada tempat Maryam.Malaikat mengatakan, “Janganlah engkau bersedih" maksudnya jangan pula menghiraukan (keadaanmu). “Sesungguhnya Rabbmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu,” maksudnya sungai yang bisa engkau minum airnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5070-surat-maryam-ayat-24.html

Tafsir Al-Wajiz

24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu

Sumber: https://tafsirweb.com/5070-surat-maryam-ayat-24.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 24-26 Sebagian ulama membaca (man tahtaha) yaitu orang yang ada di bawahnya. dan ulama lainnya membacanya (min tahtiha) bahwa itu adalah huruf jar. Para mufasir berbeda pendapat tentang yang dimaksud, siapakah dia? Al-Aufi dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah) yaitu malaikat Jibril, Demikian juga dikatakan Adh-Dhahhak, Amr bin Maimun, As-Suddi, dan Qatadah, yaitu menyerunya dari lembah yang lebih rendah.Mujahid berkata tentang firmanNya: (Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah) dia berkata yaitu nabi Isa putra Maryam. Demikian juga dikatakan Al-Hasan yaitu putranya, yaitu salah satu dari dua riwayat dari Sa'id bin Jubair bahwa orang yang menyerunya adalah putranya. dia berkata bahwa tidakkah kamu mendengar Allah berfirman: (maka Maryam menunjuk kepada anaknya) Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir dan dan Ibnu Zaid di dalam kitab tafsirnya.Firman Allah: (Janganlah kamu bersedih hati) yaitu menyerunya seraya berkata,”Janganlah kamu bersedih (sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu) Al-Barra ibnu Azib berkata tentang firmanNya: (sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu) dia berkata bahwa maknannya adalah anak-anak sungai. Demikian juga dikatakan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, bahwa kata “as-sariy” maknannya adalah sungai. Demikian juga dikatakan oleh Amr bin Maimun, bahwa maknannya adalah sungai yang kamu bisa meminum darinya.Ibnu Jarir memilih pendapat ini. Pendapat pertama adalah pendapat paling kuat, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya: (Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu) yaitu peganglah pangkal pohon kurma itu. Yang tampak adalah bahwa itu adalah pohon kurma, tetapi saat sedang tidak berbuah.Pendapat ini dikatakan Wahb bin Munabbih. Oleh karena itu Allah memberi karunia kepada Maryam dengan menjadikan di sisinya makanan dan minuman sebagai imbalan dari hal itu (niscaya pohon kurma itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu (25) maka makan dan minumlah serta bersenang hatilah kamu) yaitu tenangkanlah dirimu. Amr bin Maimun berkata, bahwa tidak ada suatu makanan pun yang lebih baik bagi wanita sesudah melahirkan selain kurma muda dan kurma masak.Kemudian dia membaca ayat yang mulia ini Sebagian ulama mambaca (tassaaqith) dengan ditasydid huruf sinnya, dan ulama lainnya membacanya dengan ditakhfif. Adapun Abu Nuhaik membacanya “tusqathu ‘alaiki ruthaban janiyyan”. Abu Ishaq meriwayatkan dari Al-Barra, bahwa ia membacanya “yusaqith”, yakni pangkal pohon kurma.Semua pendapat itu maknannya saling berdekatan. Firman Allah: (Jika kamu melihat seorang manusia) yaitu manakala kamu melihat seseorang (maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Bernur ah; maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”) yang dimaksud adalah memberinya isyarat dengan itu, bukan dengan kata-kata, agar tidak bertentangan dengan firmanNya: (maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini) Anas bin Malik berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah) yaitu diam. Demikia juga dikatakan Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak.Dalam suatu riwayat dari Anas, bahwa itu adalah puasa dan diam; Demikian juga dikatakan Qatadah dan selain keduanya. Makna yang dimaksud adalah “Ketika mereka berpuasa, maka menurut syariat mereka tidak boleh makan dan berbicara”. Pendapat yang dinashkan oleh As-Suddi, Qatadah, dan Abdurrahman bin Zaid.

Sumber: https://tafsirweb.com/5070-surat-maryam-ayat-24.html

Informasi

Surat

مريم (Maryam)

Maryam — 98 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

24 dari 98 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 306

Ruku

Ruku 265

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 62 (123/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2274 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-19