مريم (Maryam)
Per AyatMushaf
وَاَنْذِرْهُمْ
dan berilah mereka peringatan
يَوْمَ
hari
الْحَسْرَةِ
penyesalan
اِذْ
ketika
قُضِيَ
diputuskan
الْاَمْرُۘ
perkara
وَهُمْ
dan/sedang mereka
فِيْ
dalam
غَفْلَةٍ
kelalaian
وَّهُمْ
dan/sedang mereka
لَا
tidak
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
﴿٣٩﴾
Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.
2289 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan peringatkanlah (wahai rasul) kepada sekalian manusia tentang hari penyesalan, ketika semua perkara telah diputuskan, dan kematian dihadirkan dalam bentuk kambing gemuk lalu di sembelih, dan diputuskanlah nasib makhluk-makhluk. Orang-orang beriman menuju surga dan orang-orang kafir menuju neraka. Dan mereka itu dahulu di dunia berada dalam kelalaian dari peringatan yang disampaikan kepada mereka.Mereka tidak mengimani dan tidak melakukan amal shalih.
Sumber: https://tafsirweb.com/5085-surat-maryam-ayat-39.html
Tafsir as-Sa'di
39-40. Kata ‘al indzaar’ bermakna pemberitahuan tentang hal-hal yang menakutkan dengan nada mengancam dan menyampaikan tentang sifat-sifatnya. Dan obyek yang paling pantas menjadi bahan peringatan dan ancaman bagi para hamba adalah Hari Penyesalan (Kiamat), saat semua perkara diputuskan dan orang-orang terdahulu sampai generasi terakhir dikumpulkan pada satu tempat.Mereka akan ditanya mengenai amal perbuatan mereka. Maka barangsiapa beriman kepada Allah dan mengikuti para RasulNya, niscaya akan menikmati kebahagiaan, tanpa pernah mengalami penderitaan setelah itu. Sedangkan orang yang tidak beriman serta tidak mengikuti para RasulNya, niscaya akan merasakan hidup celaka tanpa akan pernah mengenyam kebahagiaan setelahnya.Dia merugi atas diri dan keluarganya. Pada saat itu, dia bersedih dan menyesal dengan penyesalan yang membuat kalbu terputus (dari pengharapan) dan menjadikan hati hancur tak karuan. Adakah kesedihan yang lebih besar daripada kesedihan lantaran luput dari mendapatkan ridha dan surge Allah, lalu menerima kepastian murka Allah serta dimasukkan ke neraka, dalam keadaan yang tidak memiliki kemungkinan kembali (ke dunia lagi) untuk memulai amalan baru dan tidak ada cara lain untuk merubah keadaan dirinya dengan kembali ke dunia?Inilah keadaan yang menyongsong mereka. Sementara di dunia, mereka lalai dari persoalan besar ini. Masalah ini tidak pernah terbetik dalam hati-hati mereka.Kalaupun terngiang-ngiang, maka dalam suasana yang lalai. Kelalaian menyelimuti mereka dengan merata dan keterlenaan telah menguasai diri mereka. Mereka tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti para rasul. (Kenikmatan) dunia telah memerdayai mereka.Godaan-godaan syahwat yang akan sirna lagi fana telah menjadi faktor penghalang antara mereka dan keimanan. Dunia beserta isinya, dari permulaan sampai penghujungnya, akan pergi meninggalkan pemiliknya, dan para penghuninya pun berpisah dengannya. Kemudian Allah mengambil alih dunia dan semua isinya, mengembalikan mereka semua kepadaNya.Selanjutnya, Allah memberikan balasan bagi mereka sesuai dengan amal perbuatan, baik berupa kerugian maupun keuntungan mereka di dunia. Barangsiapa melakukan perbuatan baik, hendaklah dia memuji Allah. Sedangkan, orang yang menjumpai amalan selain itu (amalan buruk), janganlah dia mencela kecuali dirinya sendiri saja.
Sumber: https://tafsirweb.com/5085-surat-maryam-ayat-39.html
Tafsir Al-Wajiz
39. Wahai Nabi, berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan yaitu hari kiamat. Yaitu hari dimana orang-orang yang berbuat keburukan menyesali perbuatannya, dan orang yang berbuat baik menyesal atas sedikitnya amal mereka.Ketika perhitungan amal telah selesai dan mereka menjadi dua kelompok yang masuk surga dan masuk neraka. Sedangkan sekarang ini mereka dalam kelalaian di dunia atas hari itu dan mereka juga tidak beriman kepada hari kiamat
Sumber: https://tafsirweb.com/5085-surat-maryam-ayat-39.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 38-40 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir [ada hari kiamat, bahwa sesungguhnya mereka mempunyai pendengaran yang sangat terang dan penglihatan yang sangat tajam. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” (12)) (Surah As-Sajdah). yaitu, mereka mengatakan hal itu ketika tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan manfaat dan menolong mereka.Seandainya hal ini terjadi sebelum mereka menyaksikan azab, maka hal itu memberi manfaat dan dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah. Oleh karena itu Allah berfirman: (Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka) yakni betapa terangnya pendengaran mereka dan betapa tajamnya penglihatan mereka (pada hari mereka datang kepada Kami) yaitu pada hari kiamat (Tetapi orang-orang yang zalim pada hari ini) yaitu di dunia (berada dalam kesesatan yang nyata) yaitu, tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat dan tidak dapat berpikir, yaitu di saat petunjuk datang kepada mereka, mereka tidak menerimanya, namun mereka mau menaatinya ketika hal itu sudah tidak memberikan manfaat bagi mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan) yaitu berilah peringatan kepada makhluk tentang hari penyesalan (yaitu ketika segala perkara telah diputuskan) yaitu pemisahan antara penghuni surga dan penghuni neraka, dan masing-masing dimasukkan ke dalam tempat tinggalnya untuk selamanya. (Dan mereka) pada hari itu (dalam keadaan lalai) dari apa yang diperingatkan kepada mereka tentang hari penyesalan (dan mereka tidak (pula) beriman) yaitu tidak mempercayainya Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan) salah satu dari nama hari kiamat yang diagungkan Allah سبحانه وتعالى untuk memperingatkan para hambaNya. Firman Allah: (Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan (40)) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Pencipta, Raja Yang Mengatur, dan semua makhluk akan binasa, dan yang kekal hanyalah Dia Yang Maha Tinggi dan Maha Suci. Tidak ada seorang pun yang disebut raja pengatur, melainkan Dialah yang mewarisi semua makhlukNya, Yang Maha Kekal sesudah mereka dan Maha Memutuskan di antara mereka.Maka tidak ada seorang pun yang dizalimi sedikit pun, bahkan mereka tidak dianiaya dalam hal yang sekecil nyamuk, tidak pula sekecil dzarrah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5085-surat-maryam-ayat-39.html
Informasi
Surat
مريم (Maryam)
Maryam — 98 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
39 dari 98 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 308
Ruku
Ruku 265
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 62 (123/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2289 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-19