مريم (Maryam)

Per AyatMushaf
وَقَالُوا
dan mereka berkata
اتَّخَذَ
telah mengambil
الرَّحْمٰنُ
Yang Maha Pengasih
وَلَدًا
anak
ۗ
﴿٨٨﴾
Dan mereka berkata, “(Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.”
2338 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang kafir berkata, ”ar-rahman telah mengambil anak. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/5134-surat-maryam-ayat-88.html

Tafsir as-Sa'di

88. Ini merupakan celaan dan penghinaan terhadap perkataan orang-orang yang selalu menentang lagi ingkar yang mempunyai persangkaan bahwa ar-Rahman memiliki anak; seperti perkataan orang-orang Nasrani, “Isa itu anak Allah” dan pernyataan orang-orang Yahudi, “Uzair itu anak Allah” dan pernyataan orang-orang musyrik, “Para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah.” Mahatinggi Allah dari perkataan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/5134-surat-maryam-ayat-88.html

Tafsir Al-Wajiz

88. Mereka para musyrikin berkata: "Malaikat adalah anak perempuan Allah, adapun orang Yahudi dan Nasrani mengatakan bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah itu mempunyai anak"

Sumber: https://tafsirweb.com/5134-surat-maryam-ayat-88.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 88-95 Setelah Allah سبحانه وتعالى menetapkan dalam surah ini tentang kehambaan nabi Isa dan menyebutkan bahwa penciptaannya dari Maryam tanpa ayah. Allah membantah dugaan orang-orang yang mengatakan bahwa Dia mempunyai anak, Maha Tinggi dan Maha Suci Allah dari hal itu dengan ketinggian yang Maha Besar. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak” (88) Sesungguhnya kalian telah mendatangkan) dalam ucapan kalian ini (sesuatu perkara yang sangat mungkar) Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Malik mengatakan berkata bahwa maknanya adalah sesuatu yang sangat besar.Dikatakan yaituyaitu “iddan” dengan dikasrah dan difathah huruf hamzahnya, dan yang terkenal adalah bacaan yang pertama. Firman Allah: (hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91)) yaitu hampir akan terjadi hal itu karena ucapan yang dikeluarkan oleh orang-orang durhaka dari anak cucu nabi Adam, karena kebesaran dan keagungan Allah. Karena mereka adalah makhluk Allah dan diciptakan untuk mengesakanNya bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, tidak ada sekutu, tandingan, anak, istri, dan sesuatu yang sama bagiNya; melainkan Dia adalah Dzat Yang Maha Esa, yang merupakan tempat bergantung segala sesuatu. “Pada tiap-tiap sesuatu terdapat tanda yang menunjukkan bahwa Dia Yang Maha Esa” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91)) dia berkata bahwa kemusyrikan itu membuat terkejut langit, bumi, gunung-gunung, dan semua makhluk kecuali yang diberi beban, dan hampir-hampir semuanya lenyap karena itu karena keagungan Allah.Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan bumi belah) karena murka Allah (dan gunung-gunung runtuh) Ibnu Abbas berkat bahwa maknannya adalah runtuh. Firman Allah: (Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92)) yaitu tidaklah pantas dan layak bagi keagungan dan kebesaran­Nya hal itu, karena tidak ada seorang pun dari makhlukNya yang menyamaiNya, karena semua makhluk adalah hambaNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94)) yaitu sungguh Allah mengetahui jumlah mereka sejak Dia menciptakan mereka sampai hari kiamat, baik yang laki-laki maupun perempuan, dan baik yang kecil maupun yang sudah tua (Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95)) yaitu, tidak ada yang menolongnya dan menyelamatkannya kecuali hanya Allah; tidak ada sekutu bagiNya.Dia memutuskan nasib makhlukNya sesuai dengan apa yang Dia kehendaki, dan Dialah Dzat Yang Maha Adil yang tidak akan menganiaya bahkan sekecil dzarrah dan Dia tidak akan menganiaya seorang pun.

Sumber: https://tafsirweb.com/5134-surat-maryam-ayat-88.html

Informasi

Surat

مريم (Maryam)

Maryam — 98 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

88 dari 98 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 311

Ruku

Ruku 269

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 62 (124/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2338 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-19