طٰهٰ (Taha)

Per AyatMushaf
فَاَلْقٰىهَا
maka dia melemparkannya
فَاِذَا
maka tiba-tiba
هِيَ
ia/tongkat
حَيَّةٌ
ular
تَسْعٰى
merayap
﴿٢٠﴾
Lalu (Musa) melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.
2368 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka Musa melemparkannya di atas permukaan tanah, maka dengan kehendak Allah tiba-tiba menjelma menjadi seekor ular hidup yang bergerak cepat. Musa menyaksikan suatu kejadian yang sangat aneh itu dan membalikkan badan untuk lari.

Sumber: https://tafsirweb.com/5262-surat-thaha-ayat-20.html

Tafsir as-Sa'di

19-20. Allah berfirman kepadanya, “Lemparkanlah ia, hai Musa!” lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat,” berubah dengan izin Allah menjadi seekor ular yang besar, maka, Musa berpaling melarikan diri (darinya) dengan rasa takut, tanpa menoleh ke belakang lagi.Penyebutan sifat ia (ular itu) merayap cepat untuk menangkis prasangka yang mungkin muncul. Yakni, prasangka bahwa kejadian itu merupakan takhyil (penipuan mata saja) tidak ada kenyataannya. Jadi, sifatnya “merayap dengan cepat” dapat menepis prasangka itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/5262-surat-thaha-ayat-20.html

Tafsir Al-Wajiz

20. Lalu Musa melemparkan tongkatnya di atas bumi. Seketika tongkat itu berubah menjadi ular yang berjalan dengan cepat dan lincah dengan penggambaran yang baik.Lalu Musa takut dan lari darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5262-surat-thaha-ayat-20.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 17-21 Ini merupakan bukti dari Allah سبحانه وتعالى kepada nabi Musa, mukjizat yang agung, dan peristiwa yang luar biasa yang menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melakukan hal sepert itu selain Allah سبحانه وتعالى bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat men­datangkannya kecuali seorang nabi yang diutus. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa (17)) Sebagian mufasir berkata,”Sesungguhnya Allah berfirman demikian kepadanya dengan maksud mengingatkan.DIkatakan juga bahwa se­sungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengatakan demikian kepadanya dengan maksud menetapkan. Yaitu sesuatu yang ada di tangan kananmu yang merupakan tongkat yang kamu kenali, kamu akan melihat apa yang akan Kami lakukan terhadapnya sekarang. (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa? (17)) istifham yang mengandung makna penetapan (Berkata Musa, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya”) yaitu aku menjadikannya sebagai pegangan dalam berjalan ("dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku”) yaitu aku menggoyangkan tangkai pohon agar daunannya rontok untuk menggembala kambingku. Firman Allah: (dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya) yaitu untuk kebaikan, manfaat, dan kegunaan lainnya.Firman Allah: (Allah berfirman, "Lemparkanlah itu, hai Musa!" (19)) yaitu lemparkanlah tongkat yang kamu pegang di tanganmu itu, waha Musa (Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat (20) yaitu menjadi ular yang sangat besar dan panjang serta bergerak sangat cepat.Tiba-tiba tongkat itu bergerak dan berubah menjadi ular yang sangat cepat gerakannya, dan itu merupakan ular yang paling cepat gerakannya, tetapi itu lebih kecil. Hal ini tetap menunjukkan makna yang besar dan sangat cepat gerakannya, (merayap dengan cepat) maknannya adalah merayap dan bergerak Oleh karena itu Allah berfirman (Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula) yaitu kepada keadaan yang biasa kamu kenal sebelumnya

Sumber: https://tafsirweb.com/5262-surat-thaha-ayat-20.html

Informasi

Surat

طٰهٰ (Taha)

Taha — 135 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

20 dari 135 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 313

Ruku

Ruku 270

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 63 (125/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2368 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-20