طٰهٰ (Taha)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Allah) berfirman
خُذْهَا
ambillah ia
وَلَا
dan jangan
تَخَفْۗ
kamu takut
سَنُعِيْدُهَا
Kami akan mengembalikannya
سِيْرَتَهَا
perjalanannya
الْاُوْلٰى
pertama/semula
﴿٢١﴾
Dia (Allah) berfirman, “Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
2369 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

21-22. Allah berfirman kepada Musa, “Ambillah ular itu dan jangan takut kepadanya.Kami akan mengembalikkan wujudnya menjadi tongkat lagi, sebagaimana keadannya semula. Dan kepitlah tanganmu ke arah sisi tubuhmu (ketiak) di bawah lengan atasmu, maka akan keluar menjadi berwarna putih seperti salju, bukan karena penyakit kusta, untuk menjadi tanda lain kebenaran kenabianmu.

Sumber: https://tafsirweb.com/5263-surat-thaha-ayat-21.html

Tafsir as-Sa'di

21. Allah berkata kepada Musa, “Peganglah ia dan jangan takut,” tidak ada bahaya bagimu pada ular itu “Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,” yaitu bentuk dan sifat (aslinya). Sebab, sebelumnya adalah tongkat.Maka Musa menaati perintah Allah sebagai (cermin) keimanan dan penyerahan diri beliau kepadaNya. Lalu beliau mengambilnya. Tongkatnya kembali seperti semula yang ia kenal.Ini salah satu tanda kekuasaan Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/5263-surat-thaha-ayat-21.html

Tafsir Al-Wajiz

21. Allah berfirman kepadaNya: “Ambillah ular itu menggunakan tangan kananmu dan jangan takut dengannya, Kami akan mengembalikannya kepada bentuk semula, yaitu tongkat”

Sumber: https://tafsirweb.com/5263-surat-thaha-ayat-21.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 17-21 Ini merupakan bukti dari Allah سبحانه وتعالى kepada nabi Musa, mukjizat yang agung, dan peristiwa yang luar biasa yang menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melakukan hal sepert itu selain Allah سبحانه وتعالى bahwa tidak akan ada seorang pun yang dapat men­datangkannya kecuali seorang nabi yang diutus. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa (17)) Sebagian mufasir berkata,”Sesungguhnya Allah berfirman demikian kepadanya dengan maksud mengingatkan.DIkatakan juga bahwa se­sungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengatakan demikian kepadanya dengan maksud menetapkan. Yaitu sesuatu yang ada di tangan kananmu yang merupakan tongkat yang kamu kenali, kamu akan melihat apa yang akan Kami lakukan terhadapnya sekarang. (Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa? (17)) istifham yang mengandung makna penetapan (Berkata Musa, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya”) yaitu aku menjadikannya sebagai pegangan dalam berjalan ("dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku”) yaitu aku menggoyangkan tangkai pohon agar daunannya rontok untuk menggembala kambingku. Firman Allah: (dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya) yaitu untuk kebaikan, manfaat, dan kegunaan lainnya.Firman Allah: (Allah berfirman, "Lemparkanlah itu, hai Musa!" (19)) yaitu lemparkanlah tongkat yang kamu pegang di tanganmu itu, waha Musa (Lalu dia melemparkan tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat (20) yaitu menjadi ular yang sangat besar dan panjang serta bergerak sangat cepat.Tiba-tiba tongkat itu bergerak dan berubah menjadi ular yang sangat cepat gerakannya, dan itu merupakan ular yang paling cepat gerakannya, tetapi itu lebih kecil. Hal ini tetap menunjukkan makna yang besar dan sangat cepat gerakannya, (merayap dengan cepat) maknannya adalah merayap dan bergerak Oleh karena itu Allah berfirman (Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula) yaitu kepada keadaan yang biasa kamu kenal sebelumnya

Sumber: https://tafsirweb.com/5263-surat-thaha-ayat-21.html

Informasi

Surat

طٰهٰ (Taha)

Taha — 135 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

21 dari 135 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 313

Ruku

Ruku 270

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 63 (125/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2369 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-20