طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
لَنْ
kami tidak akan
نُّؤْثِرَكَ
menghormati kamu
عَلٰى
atas
مَا
apa
جَاۤءَنَا
telah datang kepada kami
مِنَ
dari
الْبَيِّنٰتِ
bukti-bukti yang nyata
وَالَّذِيْ
dan yang
فَطَرَنَا
menciptakan kami
فَاقْضِ
maka putuskanlah
مَآ
apa
اَنْتَ
kamu
قَاضٍۗ
putuskan
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
تَقْضِيْ
kamu memutuskan
هٰذِهِ
ini
الْحَيٰوةَ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
ۗ
﴿٧٢﴾
Mereka (para pesihir) berkata, “Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas (Allah) yang telah menciptakan kami. Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
2420 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Para tukang sihir berkata pada Fir’aun, “Kami tidak akan mengutamakan dirimu hingga kami lebih taat kepadamu dan mengikuti keyakinanmu daripada apa yang telah di bawa oleh Musa berupa bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenarannya dan kewajiban menaatinya serta taat kepada Tuhannya. Dan kami tidak akan mengutamakan ketuhananmu yang palsu di atas ketuhanan Allah yang telah menciptakan kami. Lakukanlah apa saja yang engkau mau lancarkan kepada kami.Sesungguhnya kekuasaanmu atas kami hanya di kehidupan dunia ini, dan apa yang kamu perbuat pada kami tiada lain hanyalah siksaan yang akan selesai dengan sirnanya dunia.
Sumber: https://tafsirweb.com/5314-surat-thaha-ayat-72.html
Tafsir as-Sa'di
72. OLeh sebab itu, tatkala para tukang sihir itu mengetahui kebenaran yang nyata, dan Allah telah mencurahkan kemampuan berpikir pada mereka untuk dapat melacak fakta-fakta sesungguhnya, mereka pun merespon (ancaman Fir’aun) dengan berkata, “Kami sekali-kali tidak mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami,” [maksudnya kami tidak akan mengutamakan engkau dan apa yang engkau janjikan kepada kami berupa upah dan kedekatan posisi denganmu daripada apa yang telah Allah perlihatkan kepada kami yang berupa ayat-ayat yang jelas] : yang menunjukkan bahwa Allah-lah Rabb yang patut disembah, satu-satunya, yang diagungkan dan dihormati, dan bahwa selain Allah merupakan kebatilan, dan kami (tidak akan) mengutamakan dirimu daripada Dzat yang telah menciptakan kami dan mengadakan kami, ini tidak akan terjadi. “Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan,” dari sesuatu yang telah engkau ancamkan kepada kami, berupa potong tangan dan kaki, penyaliban jasad kami dan siksaan. “Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia saja,” maksudnya apa yang kamu ancamkan kepada kami, paling maksimal hanya terjadi di kehidupan dunia ini saja, nanti akan selesai, hilang, dan tidak membahayakan kami (di akhirat kelak). Berbeda halnya dengan azab Allah bagi orang yang tetap berada di atas kekufuran, azab itu kontinyu, lagi dahsyat.Sepertinya inilah jawaban dari mereka terhadap perkataan Fir’aun, “Dan sungguh kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya.” (Thaha:71). Dalam pembicaraan para tukang sihir ini terdapat petunjuk bahwa seorang yang berakal hendaklah menimbang antara kenikmatan duia dan kenikmatan akhirat dengan azab dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/5314-surat-thaha-ayat-72.html
Tafsir Al-Wajiz
72. Para penyihir itu berkata kepada Fir’aun: “Kami tidak akan mengunggulkanmu atas apa yang telah dibawakan Musa untuk kami berupa mukjizat nyata yang menunjukkan atas kebenarannya. Kami juga tidak akan mengunggulkanmu atas Allah yang telah menciptakan Kami.Maka lakukanlah sesuatu yang memang sudah kau rencanakan, yaitu ancamanmu kepada kami. Sesungguhnya kekuasaan dan ketentuanmu itu hanya terbatas di kehidupan dunia ini saja”
Sumber: https://tafsirweb.com/5314-surat-thaha-ayat-72.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 71-73 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kekufuran, keingkaran, sikap melampaui batasnya, dan kesombongannya terhadap kebenaran dengan kebathilan setelah dia melihat mukjizat besar yang menakjubkan dan melihat orang-orang yang tadinya membantunya menjadi beriman di hadapan semua orang. Fir'aun mengalami kekalahan fatal. Dan menambah kesombongan dan keingkarannya. dia menggunakan kekuasaan dan kedudukan terhadap para tukang sihir. dia mengancam dan memperingatkan mereka, dan berkata: (Apakah kalian telah beriman) yaitu apakah kalian mempercayainya (sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian) yaitu aku tidak memerintahkan kalian untuk itu dan kalian membangkang terhadapku dalam hal itu.Fir'aun mengucapkan kata-kata yang diketahuia oleh dirinya sendiri, para tukang sihir, dan semua orang bahwa dia berdusta (Sesungguhnya dia adalah pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kamu sekalian) yaitu kalian belajar ilmu sihir dari Musa dan telah bersepakat dengannya untuk melawanku dan rakyatku agar kalian menampakkan kemenangan terhadapku. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (sesungguhnya perbuatan ini adalah suatu muslihat yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya darinya; maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini)) (Surah Al-A'raf: 123) Kemudian Fir'aun mulai mengancam mereka, dan berkata: (Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma) yaitu sungguh aku akan menjadikan kalian dicincang, membunuh kalian, dan memamerkan tubuh kalian.Firman Allah: (dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya) yaitu kalian berkata bahwa aku dan kaumku dalam kesesatan, dan kalian bersama Musa dan kaumnya berada pada jalan petunjuk. Maka kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat siksa dan siapa yang kekal dalam siksanya. Setelah Fir'aun menyerang para tukang sihir dengan ancaman itu, dan mereka bersedia mengorbankan jiwanya demi Allah سبحانه وتعالى (Mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat)) yaitu, kami tidak akan memilihmu atas petunjuk dan keyakinan yang telah kami terima (dan dari Tuhan yang telah menciptakan kami) Bisa saja hal ini mengandung makna sumpah, dan bisa juga di'athafkan pada kata “Al-Bayyinat”.Mereka bermaksud bahwa kami tidak akan memilihmu atas Pencipta kami yang telah menciptakan kami dari keadaan tidak ada yang memulai penciptaan kami dari tanah liat, maka Dialah yang berhak disembah dan ditaati, bukan kamu. (Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan) yaitu lakukanlah apa yang kamu kehendaki dan apa yang dapat kamu capai oleh tanganmu (Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja) yaitu sesungguhnya kamu hanya berkuasa di dunia ini saja, di negeri yang lenyap, dan kami menginginkan dunia yang kekal (Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami) yaitu dosa kami, khususnya dosa yang kamu paksa kepada kami berupa sihir yang kamu gunakan untuk menentang tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan mukjizat nabiNya Firman Allah: (Dan Allah lebih baik (pahalaNya) dan lebih kekal (azabNya)) yaitu lebih baik bagi kami daripada kamu (lebih kekal) yaitu lebih kekal pahalanya daripada apa yang kamu janjikan kepada kami. Hal itu merupakan riwayat Ibnu Ishaq.
Sumber: https://tafsirweb.com/5314-surat-thaha-ayat-72.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
72 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 316
Ruku
Ruku 272
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 63 (126/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2420 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20