طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
وَاَضَلَّ
dan telah menyesatkan
فِرْعَوْنُ
Fir'aun
قَوْمَهٗ
kaumnya
وَمَا
dan tidak
هَدٰى
memberi petunjuk
﴿٧٩﴾
Dan Fir‘aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.
2427 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dengan apa yang telah dia tampakkan indah pada mata mereka berupa kekafiran dan pendustaan dan tidaklah dia memandu mereka menuju jalan hidayah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5321-surat-thaha-ayat-79.html
Tafsir as-Sa'di
77-79. Setelah Musa unggul dengan bukti-bukti kebenarannya atas Fir’aun dan kaumnya, maka beliau menetap di MEsir guna menyeru mereka ke pangkuan Islam, mengusahakan penyelamatan Bani Israil dan Fir’aun dan siksanya. Sementara itu, Fir’aun masih dalam penentangan dan antipatinya.Sepak terjangnya memberatkan Bani Israil. Allah telah memperlihatkan kepada Musa tanda-tanda kebesaranNya dan pelajaran-pelajaran penting yang telah Allah ceritakan kepada kita sekalian dalam al-Quran. Adapun Bani Israil tidak berdaya untuk memperlihatkan keimanan mereka dan memproklamirkannya.Mereka menjadikan rumah-rumah mereka sebagai tempat ibadah, menahan kesabaran dari bahaya Fir’aun dan gangguannya. Maka, Allah berkehendak menyelamatkan mereka dari musuh mereka dan menempatkan mereka di dunia ini sebagai penguasa. Tujuannya, supaya mereka menyembahNya dengan terang-terangan dan menegakkan perintahNya.Maka Allah mewahyukan kepada nabiNya, Musa agar membuat janji kepada Bani Israil secara rahasia dan berjalan di awal malam hingga mereka dapat menempuh jarak yang jauh di bumi. Allah (juga) mengabarkan bahwa Fir’aun dan kaumnya akan mengejarnya. Maka mereka pun keluar di permulaan malam, semua orang dari kalangan Bani Israil (kaum lelaki), [mereka] dan wanita-wanita serta keturunan-keturunan mereka.Pada pagi harinya, para penduduk Mesir tidak menjumpai di tenga mereka ada orang yang menyeru dan orang yang menjawab dari kalangan Bani Israil. Geramlah musuh mereka, Fir’aun. Maka dia mengutus utusan di Mada’in untuk mengumpulkan orang-orang dan memprovokasi mereka untuk mau mengejar Bani Israil, [untuk menimpakan (hukuman) pada Bani Israil dan melampiaskan kemurkaannya.Namun, Allah mengalahkan ambisinya. Terkumpullah pasuikan Fir’aun. Maka Fir’aun merangsek berjalan bersama mereka untuk membuntuti Bani Israil]."Mereka berhasil menyusul Bani Israil di waktu matahari terbit. Ketika dua kelompok sudah dapat saling menyaksikan kelompok lainnya, para pengikut Musa berkata, “SEsungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” Mereka pun dilanda kegelisahan dan ketakutan. Sementara itu, lautanlah yang ada di hadapan mereka, sedangkan Fir’aun (bersama pasukannya) berada di belakang mereka, dengan penuh marah dan murka kepada mereka.Adapun Musa, maka beliau dalam keadaan hati yang tenang, pikiran yang tentram, percaya dengan janji Rabbnya. Beliau berkata, ""Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". (ASy-Syuara:62). Kemudian Allah mewahyukan kepada beliau untuk memukulkan tongkatnya ke lautan.Beliaupun melakukannya. Maka terbelahlah dua belas jalan, air terlihat bagaikan gunung-gunung yang tinggi di sisi kanan dan kiri jalan. Allah mengeringkan jalan-jalan mereka yang mana air laut menyingkir darinya.Allah memerintahkan mereka agar tidak merasa khawatir akan kejaran Fir’aun dan agar tidak takut tenggelam di laut. Kemudian mereka melintasi jalan-jalan itu. Fir’aun dan pasukannya tiba lalu mengikuti di belakang mereka.Sampai akhirnya, seluruh kaum Musa telah berhasil keluar dari laut, sedangkan para pengikut Fir’aun masih berada di dalamnya. (Saat itulah) Allah memerintahkan lautan untuk menyatu hingga melumat mereka. Lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka. Semuanya tenggelam.Tidak ada seorang pun yang selamat. Bani Israil menyaksikan (kehancuran) musuh mereka. Allah telah menyejukan pandangan mereka dengan (melihat) kehancuran musuh.Inilah kesudahan kekufuran, kesesatan, dan keengganan memegangi hidayah Allah. Karena itu, Allah berfirman, “Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya,” dengan cara mempercantik gambaran kekufuran pada mereka dan mencoreng syariat yang dibawa oleh Musa serta pelecehannya terhadap mereka.Fir’aun tidak memberikan hidayah kepada mereka dalam kesempatan apapun. Akibatnya, dia menjerumuskan mereka di lembah-lembah kekeliruan dan kesesatan, lantas menjebloskan mereka ke tempat siksa dan hukumannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/5321-surat-thaha-ayat-79.html
Tafsir Al-Wajiz
79. Fir’aun menyesatkan kaumnya dari petunjuk dalam agama dan apa yang menunjukkan mereka kepada kebaikan dengan menyeru mereka untuk menuhankan dan menyembahnya
Sumber: https://tafsirweb.com/5321-surat-thaha-ayat-79.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 77-79 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia memerintahkan kepada nabi Musa setelah Fir'aun menolak mengirimkan Bani Israil bersamanya, agar nabi Musa membawa mereka pergi di malam hari, untuk menyelamatkan mereka dari genggaman Fir'aun. Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kisah ini di surah-surah lainnya. Hal itu, ketika nabi Musa membawa pergi Bani Israil.Pada pagi hari, sudah tidak ada satupun dari mereka yang tertinggal di negeri Mesir. Maka Fir'aun sangat marah. Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan tentaranya ke kota-kota, yaitu orang-orang yang menghimpun tentaranya dari semua kota-kota besar di wilayahnya, dan berkata: ("Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil (54) dan sesungguhnya mereka membuat-buat hal-hal yang menimbulkan amarah kita” (55)) (Surah Asy-Syu'ara) Kemudian Fir'aun mengumpulkan tentaranya, dan memimpin sendiri tentaranya untuk mengejar mereka (Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusul mereka di waktu matahari terbit (60)) (Surah Asy-Syu'ara) yaitu ketika matahari terbit (Maka setelah kedua golongan itu saling melihat) yaitu masing-masing golongan melihat satu sama lain (berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.” (61) Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (62)) (Surah Asy-Syu'ara’) Nabi Musa dan Bani Israil berhenti, karena laut berada di hadapan mereka, sedangkan Fir'aun dan tentaranya ada di belakang mereka.Lalu saat itu Allah menurunkan wahyu kepadanya: (dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu) Lalu nabi Musa memukul laut itu dengan tongkatnya seraya berkata, "Terbelahlah kamu untukku dengan seizin Allah" (Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar) (Surah Asy-Syu'ara: 63) yaitu gunung yang besar, lalu Allah mengirimkan angin kering ke tanah laut yang meniupnya sehingga tanahnya menjadi kering seperti tanah daratan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul) Fir'aun (dan tidak usah takut (akan tenggelam)) yaitu takut laut akan menenggelamkan kaummu. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka) yaitu laut (yang menenggelamkanmu) yaitu yang sudah diketahui dan terkenal, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah (53) lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya (54)) (Surah An-Najm) Sebagaimana Fir'aun berada di depan tentaranya, lalu membawa mereka ke dalam laut, sehingga mereka tersesat, dan dia tidak memberi petunjuk mereka ke jalan yang petunjuk.Sebagaimana demikian, (Dia (Fir‘aun) berjalan di depan kaumnya di hari Kiamat, lalu membawa mereka masuk ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang dimasuki (98)) (Surah Hud)
Sumber: https://tafsirweb.com/5321-surat-thaha-ayat-79.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
79 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 317
Ruku
Ruku 273
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 63 (126/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2427 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20