طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Samiri) berkata
بَصُرْتُ
aku melihat
بِمَا
dengan apa
لَمْ
yang tidak
يَبْصُرُوْا
mereka melihat
بِهٖ
dengannya
فَقَبَضْتُ
maka aku menggenggam/mengambil
قَبْضَةً
segenggam
مِّنْ
dari
اَثَرِ
bekas jejak
الرَّسُوْلِ
rasul
فَنَبَذْتُهَا
lalu aku melemparkannya
وَكَذٰلِكَ
dan demikianlah
سَوَّلَتْ
menggoda/membujuk
لِيْ
bagiku/kepadaku
نَفْسِيْ
diriku/nafsuku
﴿٩٦﴾
Dia (Samiri) menjawab, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku.”
2444 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Samiri menjawab, “Aku telah melihat apa yang tidak mereka lihat, (yaitu Jibril) dia berada di atas kuda ketika mereka keluar dari laut dan tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya. Maka aku ambil tanah bekas kuda Jibril dengan telapak tanganku. Lalu aku lemparkan ke perhiasan-perhiasan yang aku buat patung anak sapi darinya.Tiba-tiba muncul patung anak sapi yang memiliki bentuk tubuh, sebagai cobaan dan fitnah. Demikian pula nafsuku yang memerintahkan kepada keburukan telah mendorongku melakukannya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5338-surat-thaha-ayat-96.html
Tafsir as-Sa'di
95-96. Ada apa denganmu wahai Samiri hingga berbuat apa yang telah engkau lakukan? DIa menjawab, “Aku mengetahui segala sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya,” yaitu Jibril yang menunggang kuda.Ia sempat menyaksikan Jibril ketika mereka keluar dari laut dan tenggelamnya Fir’aun dan pasukannya, berdasarkan pada penjelasan para ulama tafsir. “Maka aku ambil segenggam dari jejak,” telapak kaki kudanya. Lalu Aku melemparkan genggaman itu pada anak sapi. “Dan demikianlah nafsuku membujukku,” agar aku menggengamnya dan menyebarkannya. Maka jadilah apa yang telah terjadi.
Sumber: https://tafsirweb.com/5338-surat-thaha-ayat-96.html
Tafsir Al-Wajiz
96. Samiriy berkata: “Aku mengetahui sesuatu yang belum pernah mereka ketahui. Aku mengambil segenggam tanah dari sisa pijakan kuda Jibril saat datang untuk menghancurkan Fir’aun, lalu aku melemparkannya ke dalam logam leleh yang sudah dibentuk anak sapi.Seperti itulah nafsuku mengiasi diriku” Penafsiran ini membutuhkan penegasan dan perenungan. Abu Muslim Al-Ashfahani menafsirkannya: “Aku mengetahui cara menciptakan sesuatu yang tidak mereka ketahui. Lalu mengambil beberapa pengetahuan rasul yaitu kamu wahai Musa, lalu aku gunakan untuk melakukan perbuatan yang dihiasi oleh hawa nafsuku ini yang mana menganggap bahwa anak sapi ini adalah tuhannya Bani Israil.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5338-surat-thaha-ayat-96.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 95-98 Nabi Musa bertanya kepada Samiri,"Apakah yang mendorongmu berbuat demikian? apakah yang membuatmu melakukan apa yang kamu lakukan itu?" (Samiri menjawab, 'Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahui”) yaitu aku melihat Jibril ketika datang untuk membinasakan Fir'aun (maka aku ambil segenggam dari jejak rasul) yaitu dari bekas jejak kudanya. Inilah pendapat yang terkenal di kalangan mufasir atau kebanyakan dari mereka. Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka aku ambil segenggam dari jejak rasul) dia berkata dari bekas kuda malaikat Jibril.Dia berkata bahwa “gabdhah” adalah yang memenuhi kedua telapak tangan. Mujahid berkata, lalu Samiri melemparkan apa yang ada pada tangannya itu ke dalam tumpukan perhiasan Bani Israil, maka terbentuklah dari leburannya bentuk tubuh anak sapi yang dan bersuara karena masuknya angin ke dalam rongga tubuhnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (lalu aku melemparkannya) yaitu aku melemparkannya bersama orang-orang melemparkan perhiasannya (dan demikianlah nafsuku membujukku) yaitu membuat terlihat baik dan membuatnya takjub dengan itu (Musa berkata, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, “Janganlah menyentuh(ku)”) yaitu sebagaimana kamu telah mengambil dan memegang apa yang tidak boleh kamu ambil dan pegang, berupa bekas jejak utusan itu; maka hukumanmu di dunia ini adalah hendaknya kamu mengatakan,"Janganlah kamu menyentuhku," yaitu janganlah kamu menyentuk orang-orang dan mereka tidak boleh menyentuhmu (Dan sesungguhnya bagimu hukuman) yaitu pada hari kiamat (yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) yaitu tidak ada jalan keluar bagimu darinya.Qatadah berkata tentang firmanNya: ((hanya dapat) mengatakan, "Janganlah menyentuh(ku)”) dia berkata yaitu hukuman terhadap mereka dan sisa-sisa mereka sekarang mengatakan "Janganlah menyentuhku” Firman Allah: (Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) Al-Hasan, Qatadah dan Abu Nuhaik berkata bahwa maknannya adalah kamu tidak akan bisa menghindar darinya. Firman Allah (dan lihatlah tuhanmu itu) sembahanmu (yang kamu tetap menyembahnya) yaitu kamu tetap menyembahnya yaitu patung anak sapi itu (Sesungguhnya kami akan membakarnya) kemudian melemparkan abunya di laut. Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Tuhan kalian hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu (98)) Nabi Musa berkata kepada mereka,"Ini bukanlah tuhan kalian. Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia. Tidak ada yang pantas disembah kecuali Dia, dan segala sesuatu butuh dan menyembah kepadaNya" Firman Allah: (Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu) menjadi nashab sebagai tamyiz, yaitu Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu) (Surah Ath-Thalaq: 12), (dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu) (Surah Al-Jin: 28) maka tidak (Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah) (Surah Saba’: 3)
Sumber: https://tafsirweb.com/5338-surat-thaha-ayat-96.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
96 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 318
Ruku
Ruku 274
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 64 (127/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2444 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20