طٰهٰ (Taha)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Allah) berfirman
اهْبِطَا
turunlah kamu berdua
مِنْهَا
daripadanya
جَمِيعًاۢ
semuanya/bersama-sama
بَعْضُكُمْ
sebagian kamu
لِبَعْضٍ
bagi sebagian yang lain
عَدُوٌّ
musuh
ۚفَاِمَّا
maka adapun/jika
يَأْتِيَنَّكُمْ
datang kepada kalian
مِّنِّيْ
dari pada-Ku
هُدًى
petunjuk
ەۙ
فَمَنِ
maka barangsiapa
اتَّبَعَ
mengikuti
هُدٰيَ
petunjuk
فَلَا
maka dia tidak akan
يَضِلُّ
tersesat
وَلَا
dan dia tidak
يَشْقٰى
celaka
﴿١٢٣﴾
Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
2471 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman kepada Adam dan Hawwa’, “Turunlah kalian berdua semuanya dari surga bersama dengan iblis.Kalian berdua dan iblis saling bermusuhan. Maka jika datang kepada kalian berdua petunjuk dan penjelasan dariKu, lalu barangsiapa mengikuti petunjuk dan penjelasan dariKu dan dia mengamalkannya, sesungguhnya dia telah lurus di dunia, dan memperoleh hidayah, serta tidak celaka di akhirat dengan tertimpa hukuman Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5365-surat-thaha-ayat-123.html
Tafsir as-Sa'di
123. Allah memberitahukan bahwasanya Dia memerintahkan Adam dan iblis untuk turun ke bumi, dan hendaknya mereka menganggap setan sebagai musuh bagi mereka dan mewaspadainya, mempersipkan kesiapan (menghadapinya) dan melawannya. Dan sesungguhnya Allah akan menurunkan kepada mereka kitab-kitab (Allah), dan mengutus para RasulNya untuk menjelaskan jalan yang lurus yang menghubungkan kepadaNya dan surgaNya.Para rasul itu akan memperingatkan mereka dari musuh yang nyata ini. Dan kapan saja petunjuk itu datang kepada mereka, yaitu kitab-kitab dan para rasul, maka sungguh barangsiapa yang mengikutinya, mengikuti perintahnya, dan menjauhi larangannya, maka sesungguhnya dia tidak akan tersesat di dunia dan akhirat serta tidak celaka di dua tempat itu. Bahkan dia dipandu menuju jalan yang lurus di dunia dan akhirat.Dia mendapatkan kebahagiaan dan rasa aman di akhirat kelak. Perasaan ketakutan dan kesedihan sudah dihapuskan darinya, tertuang dalam ayat yang lain, "maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati". (Al-Baqarah:38). Mengikuti hidayah adalah dengan cara membenarkan berita wahyu tanpa mengcounternya dengan syubhat-syubhat.Dan menaati perintah adalah mellalui sikap tidak melawannya dengan nafsu syahwat.
Sumber: https://tafsirweb.com/5365-surat-thaha-ayat-123.html
Tafsir Al-Wajiz
123. Allah berfirman kepada Adam dan Hawa: “Turunlah kalian berdua dari surga menuju bumi.Wahai manusia, sebagian kalian akan menjadi musuh sebagian lainnya dengan saling bersaing dalam kehidupan. Dan jika datang kepada kalian hidayah dariKu dengan menurunkan kitab dan mengutus rasul, maka barangsiapa yang mengikuti hidayahKu dengan mengerjakan perintah-perintahKu, maka dia tidak tersesat di dunia dan tidak akan menderita di akhirat.”
Sumber: https://tafsirweb.com/5365-surat-thaha-ayat-123.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 123-126 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabi Adam, Hawa, dan iblis,"Turunlah kalian semua dari surga!" yaitu kalian semua dari surga. Kami telah menjelaskan hal tersebut dalam surah Al-Baqarah. (sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain) dia berkata, yaitu nabi Adam dan keturunannya, serta iblis dan keturunannya. Firman Allah: (maka jika datang kepada kalian petunjuk dari-Ku) Abu Al-’Aliyah berkata yaitu para nabi, para rasul dan keterangan mereka (lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka) Ibnu Abbas berkata bahwa dia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat. (Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku) yaitu menentang perintahKu dan apa yang Aku turunkan kepada para rasulKu, melupakan keduanya dan mengambil petunjuk dari selain petunjuk itu (maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit) yaitu yang sempit di dunia.Maka tidak ada ketenangan baginya dan dadanya tidak lapang, bahkan selalu sempit karena kesesatannya, walaupun pada bagian luarnya dia hidup nikmat dan memakai pakaian yang dia suka, memakan makanan yang dia suka, dan bertempat yang dia suka. Namun sesungguhnya hatinya tidak mempunyai keyakinan dan petunjuk, bahkan selalu dalam kekhawatiran, kebingungan, dan keraguan. Dia terus-menerus dalam keraguan.Hal inilah yang dimaksudkan dengan penghidupan yang sempit. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit) dia berkata maknannya adalah kesengsaraan Firman Allah: (dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta) Mujahid dan Abu Shalihberkata bahwa yang dimaksud adalah bahwa tidak mempunyai hujjah. Bisa juga bahwa makna yang dimaksud adalah dibangkitkan atau dikumpulkan ke neraka dalam keadaan buta penglihatannya, juga hatinya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam) (Surah Al-Isra: 97) Oleh karena itu Allah berfirman: (Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?) yaitu di dunia (Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan (126)) yaitu, karena kamu berpaling dari ayat-ayat Allah dan kamu memperlakukannya seakan-akan kamu tidak mengingatnya, padahal sudah disampaikan kepadamu.Kamu pura-pura melupakannya, berpaling darinya, dan melalaikannya. Begitu juga pada hari ini, Kami memperlakukan kamu sebagaimana orang yang melupakanmu (Maka pada hari (kiamat) ini Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini) (Surah Al-A'raf: 51) Maka sesungguhnya balasan itu sesuai dengan jenis perbuatannya.Adapun kelupaan terhadap lafazh Al-Qur'an, padahal memahami maknanya dan telah mengerjakannya, maka itu tidak termasuk dalam apa yang diancamkan.
Sumber: https://tafsirweb.com/5365-surat-thaha-ayat-123.html
Informasi
Surat
طٰهٰ (Taha)
Taha — 135 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
123 dari 135 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 320
Ruku
Ruku 276
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 64 (128/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2471 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-20