الانبياۤء (Al-Anbiya')
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apakah
رَاٰكَ
melihat kamu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْٓا
kafir/ingkar
اِنْ
tidak lain
يَّتَّخِذُوْنَكَ
mereka membuat kamu
اِلَّا
hanyalah
هُزُوًاۗ
main-main/olok-olok
اَهٰذَا
inikah
الَّذِيْ
yang/orang
يَذْكُرُ
menyebut/mencela
اٰلِهَتَكُمْۚ
Tuhan-Tuhanmu
وَهُمْ
dan/sedang mereka
بِذِكْرِ
dengan menyebut
الرَّحْمٰنِ
Maha Pengasih
هُمْ
mereka
كٰفِرُوْنَ
orang-orang yang ingkar
﴿٣٦﴾
Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?” Padahal mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih.
2519 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila orang-orang kafir melihat kamu (wahai Rasul) mereka menunjuk-nunjuk kepada drimu untuk tujuan memperolok-olok dirimu, dengan cara sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Apakah lelaki ini yang berani mencela tuhan-tuhan kalian?” mereka menentang (Allah) ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pengasih) dan nikmat-nikmatNya, serta menentang apa yang diturunkanNya berupa al-Qur’an dan hidayah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5548-surat-al-anbiya-ayat-36.html
Tafsir as-Sa'di
36. Ini lantaran dahsyatnya kekufuran mereka. Kaum musyrikin jika menyaksikan Rasulullah, niscaya mereka mengolok-olok beliau dengan berkata, “Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu,” maksudnya apakah orang hina ini –menurut pandangan mereka- yang mencela tuhan-tuhan kalian, memaki dan menghinanya.Maknanya, janganlah kalian pedulikan dia, dan jangan mengerubutinya. Kejadian ini merupakan bentuk pengolokan dan penghinaan terhadap beliau dengan aspek yang menjadi kesempurnaan beliau. Beliau adalah insan yang paling sempurna dan paling utama.Di antara keutamaan dan ketinggian akhlak beliau, yaitu mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, mencela segala yang disembah selain Allah dan mendiskreditkannya, serta menyebutkkan posisi Allah dan (ketinggian) kedudukanNya. Akan tetapi, justru obyek olokan dan hinaan (yang pantas) adalah (kepada) orang-orang kafir yang telah menghimpun setiap perilaku tercela. Sekiranya tidak ada pada mereka kecuali kekufuran mereka kepada Rabb dan pengingkaran terhadap para utusanNYa, maka dengan hal itu cukup sudah membuat mereka menjadi makhluk-makhluk yang paling nista dan paling hina.Kendatipun demikian, penyebutan mereka tentang ar-Rahman (yang merupakan kondisi terbaik mereka) adalah keadaan kafir mereka kepada Allah. Pasalnya tidaklah mereka menyebutkan nama ini dan tidak mengimaniNYa melainkan dalam keadaan menyekutukanNya dengan makhluk lain. Maka ucapan dzikir mereka merupakan bentuk kekufuran dan kesyirikan.Lalu bagaimana halnya dengan tindakan-tindakan lainnya? Oleh karenanya, Allah berfirman, “Padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah.” Dalam penyebutan nama Allah ar-Rahman mengandung petunjuk betapa buruknya perilaku mereka.Bagaimana bisa mereka bersikap kepada arRahman –Dzat yang mencurahkan segala kenikmatan dan menyingkirkan segala malapetaka yang mana tidak ada kenikmatan pada hamba-hamba melainkan pasti berasal dariNya, dan tidak dapat menghalau kejelekan selainNYa- dengan sikap kekufuran dan kesyirikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/5548-surat-al-anbiya-ayat-36.html
Tafsir Al-Wajiz
36. Ketika orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka semua itu adalah orang-orang musyrik yang mengolok-olokmu. Mereka tidak menganggapmu kecuali hanya bahan hinaan yang diolok-olok.Mereka berkata: “Apakah ini orang yang menyalahkan tuhan-tuhan kalian?” Padahal kenyataannya mereka itu tidak mau mengingat Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Esa dan mereka itu lebih pantas untuk diolok-olok dan disalahkan, karena dirimu adalah orang yang benar dan mereka adalah orang-orang yang bathil. Dan kata {hum kaafirun} itu untuk melebih-lebihkan kekufuran yang menutupi mereka. Ayat ini diturunkan ketika Abu Jahal mengolok-olok Nabi ﷺ dan berkata kepada Abu Sufyan: “Ini adalah Nabi yang menyalahkan Abdul Manaf”
Sumber: https://tafsirweb.com/5548-surat-al-anbiya-ayat-36.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 36-37 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabiNya ﷺ: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu) yaitu orang-orang kafir Quraisy, seperti Abu Jahal dan lainnya (mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok) yaitu, mereka memperolok-olok dan meremehkan kamu seraya berkata: (Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan kalian?) Mereka bermaksud bahwa apakah ini adalah orang yang mencaci tuhan-tuhan kalian dan yang membodohkan orang-orang terkemuka kalian? Allah سبحانه وتعالى berfirman: (padahal mereka adalah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah) yaitu mereka ingkar kepada Allah, selain itu mereka memperolok-olok Rasulallah ﷺ. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lainnya: (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul? (41)) (Surah Al-Furqan) Firman Allah: (Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa) (Surah Al-Isra: 11) yaitu dalam segala urusannya Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda (azab)-Ku. Maka janganlah kalian minta kepadaKu mendatangkannya dengan segera (37)) Hikmah dalam penyebutan bahwa manusia itu tergesa-gesa bahwa setelah Allah menyebutkan tentang orang-orang yang memperolok Rasulullah ﷺ, maka muncul dengan cepat dalam jiwa mereka agar pembalasan itu disegerakan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa) Karena sesungguhnya Allah telah menangguhkan orang zalim, hingga ketika Allah mengazabNya, dia tidak dapat selamat dari azabNya.Allah menangguhkannya, kemudian mendatangkannya, Dia menungguhnya dan tidak mengakhirkannya: (Kelak akan Aku perlihatkan kepada kalian tanda-tanda-Ku) yaitu pembalasan, hukum, dan kekuasaanKu terhadap orang-orang yang durhaka terhadapKu (Maka janganlah kalian minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera)
Sumber: https://tafsirweb.com/5548-surat-al-anbiya-ayat-36.html
Informasi
Surat
الانبياۤء (Al-Anbiya')
Para Nabi — 112 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
36 dari 112 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 325
Ruku
Ruku 280
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 65 (130/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2519 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-21