الانبياۤء (Al-Anbiya')
Per AyatMushaf
وَلَىِٕنْ
dan jika
مَّسَّتْهُمْ
menimpa mereka
نَفْحَةٌ
hembusan (sedikit)
مِّنْ
dari
عَذَابِ
azab
رَبِّكَ
Tuhanmu
لَيَقُوْلُنَّ
tentulah mereka berkata
يٰوَيْلَنَآ
betapa celakanya kami
اِنَّا
sesungguhnya kami
كُنَّا
adalah kami
ظٰلِمِيْنَ
orang-orang yang zalim
﴿٤٦﴾
Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).”
2529 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Seandainya bagian siksaan dari Allah itu menimpa orang-orang kafir secara langsung, pastilah mereka akan menyadari kesudahan nasib mereka akibat pendustaan mereka, dan mereka akan meresponnya dengan mendoakan kebinasaan terhadap diri mereka, disebabkan oleh tindakan kezhaliman mereka terhadap diri mereka sendiri dengan menyembah tuhan-tuhan selain Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5558-surat-al-anbiya-ayat-46.html
Tafsir as-Sa'di
46. Seandainya sudah benar-benar mengenai mereka “sedikit saja dari azab Rabbmu,” yaitu walaupun bagian kecil dari siksaNYa, namun tidak ada istilah sedikit pada siksa Allah “pastilah mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang-orang yang menganiaya diri sendiri ‘,” maksudnya tiada perkataan yang mereka sampaikan kecuali ratapan celaka, kebinasaan, penyesalan dan pengakuan atas perbuatan aniaya dan kekufuran mereka serta pengakuan menjadi orang yang berhak tertimpa siksa.
Sumber: https://tafsirweb.com/5558-surat-al-anbiya-ayat-46.html
Tafsir Al-Wajiz
46. Dan sungguh jika mereka ditimpa azab Tuhanmu yang ringan, maka mereka akan berkata: “Celakalah Kami, sesungguhnya Kami menzalimi diri sendiri dengan berbuat kekufuran dan mendustakan para rasul, salah satunya yaitu Muhammad ﷺ”
Sumber: https://tafsirweb.com/5558-surat-al-anbiya-ayat-46.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 44-47 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa sesungguhnya yang mendorong dan menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan adalah karena mereka diberi kenikmatan di kehidupan dunia, tenggelam dalam kesenangannya, dan dipanjangkan umur mereka dalam kesesatan, sehingga mereka menduga bahwa mereka memiliki sesuatu. Kemudian Allah berfirman seraya memberi nasehat kepada mereka: (Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya) Para mufasir berbeda pendapat tentang maknanya.Telah kami sebutkan dalam surah Ar-Ra'd bahwa tafsir yang paling baik adalah dengan firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitar kalian dan Kami telah datangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat) (27)) (Surah Al-Ahqaf) Hasan Al-Bashri berkata bahwa makna yang dimaksud adalah kemenangan Islam atas kekufuran.Maknannya adalah apakah mereka tidak mengambil pelajaran dari pertolongan Allah kepada kekasih-kekasihNya atas musuh-musuhNya, pembinasaan Allah atas umat-umat yang berbuat dusta dari kalangan penduduk negeri-negeri yang zalim, penyelamatanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah mereka yang menang?) yaitu bahkan merekalah yang dikalahkan, direndahkan, dirugikan dan dihinakan. Firman Allah: (Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu”) yaitu sesungguhnya aku hanya menyampaikan dari Allah apa yang aku peringatkan kepada kalian, berupa azab dan pembalasanNya, Tidaklah hal itu melainkan dari apa yang Dia wahyukan kepadaku.Akan tetapi, peringatan ini tidak berguna lagi bagi orang-orang yang oleh Allah pandangannya dibutakan, pendengaran dan hatinya dikunci mati. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan) Firman Allah: (Dan sesungguhnya jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri” (46)) yaitu, jika mereka yang mendustakan itu tertimpa sedikit dari azab Allah, maka mereka mengakui dosa-dosa mereka dan bahwa mereka adalah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri di dunia. Firman Allah: (Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun) yaitu Kami akan meletakkan timbangan yang adil pada hari kiamat.Mayoritas ulama berpendapat bahwa sesungguhnya yang dimaksud adalah satu timbangan, dan diungkapkan dalam bentuk jamak untuk menunjukkan jumlah amal yang ditimbang dengannya. Firman Allah: (maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)wya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun) (Surah Al-Kahfi: 49) dan (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah; dan jika ada kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar (40)) (Surah An-Nisa’)
Sumber: https://tafsirweb.com/5558-surat-al-anbiya-ayat-46.html
Informasi
Surat
الانبياۤء (Al-Anbiya')
Para Nabi — 112 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
46 dari 112 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 326
Ruku
Ruku 281
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 65 (130/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2529 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-21