الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
وَنَضَعُ
dan Kami akan meletakan
الْمَوَازِيْنَ
timbangan
الْقِسْطَ
benar/adil
لِيَوْمِ
pada hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
فَلَا
maka tidak
تُظْلَمُ
dianiaya/dikurangi
نَفْسٌ
jiwa/seseorang
شَيْـًٔاۗ
sedikitpun
وَاِنْ
dan jika
كَانَ
ada
مِثْقَالَ
seberat
حَبَّةٍ
biji
مِّنْ
dari
خَرْدَلٍ
sawi
اَتَيْنَا
Kami datangkan
بِهَاۗ
dengannya
وَكَفٰى
dan cukuplah
بِنَا
dengan Kami
حَاسِبِيْنَ
membuat perhitungan
﴿٤٧﴾
Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
2530 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Allah meletakkan timbangan yang adil untuk proses perhitungan amal perbuatan pada Hari Kiamat. Dan Dia tidak menzholimi mereka itu dan orang-orang lainnya sedikitpun. Kendatipun amal itu sebesar biji sawi sekali pun, dari kebaikan atau keburukan, akan diperhitungkan dalam perhitungan amal pelakunya.Dan cukuplah Allah sebagai penghitung perbuatan hamba-hambaNya dan pemberi balasan kepada mereka dengan setimpal.

Sumber: https://tafsirweb.com/5559-surat-al-anbiya-ayat-47.html

Tafsir as-Sa'di

47. Allah mengabarkan mengenai ketetapan hukumNYa yang adil dan keputusanNya yang berimbang (tidak berat sebelah) di antara para hambaNya ketika Dia menghimpun mereka semua di Hari Kiamat. Dia memasang timbangan-timbangan yang adil bagi mereka.Dalam timbangan-timbangan itu menjadi tampak jelas beratnya biji sawi yang dengan itu kebaikan dan kejelekan akan ditimbang. “Maka tidaklah dirugikan seseorang,” baik jiwa yang Muslim ataupun yang kafir “barang sedikit pun,” dalam bentuk pengurangan dari sebagian kebaikannya atau penambahan kejelekannya. Kendatipun seberat biji sawi yang merupakan partikel terkecil dan tidak diperhitungkan, yang berasal dari kebaikan maupun kejelekan, Kami akan membawa dan menghadirkannya. Tujuannya, agar pemiliknya mendapatkan balasan dengannya.Makna ini seperti kandungan ayat, "Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (Az-Zalzalah:7-8) "dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun". (Al-Kahfi:49). “Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan,” maksudnya DZat Allah yang mulia sebagai pembuat perhitungan hal tersebut.Cukuplah Allah sebagai DZat yang memperhitungkan amalan-amalan. Maksudnya, mengetahui seluruh amaliah para hambaNya, memeliharanya dan menempatkannya dalam sebuah kitab catatan, mengetahui perhitungannya dan ketentuan pahala atau hukumannya serta hak-haknya untuk menyerahkan balasan bagi para pelakunya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5559-surat-al-anbiya-ayat-47.html

Tafsir Al-Wajiz

47. Dan Kami akan meletakkan timbangan yang adil untuk menimbang amal-amal para hamba pada hari kiamat, sehingga seseorang tidak dirugikan sedikitpun dengan dikurangi kebaikannya atau ditambah keburukannya. Sekalipun ukuran amal itu ringan dan kecil layaknya biji sawi, Kami akan tetap mendatangkannya agar bisa membalas amal itu.Dan cukuplah Kami yang menghitung setiap amal para hamba.

Sumber: https://tafsirweb.com/5559-surat-al-anbiya-ayat-47.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 44-47 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa sesungguhnya yang mendorong dan menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan adalah karena mereka diberi kenikmatan di kehidupan dunia, tenggelam dalam kesenangannya, dan dipanjangkan umur mereka dalam kesesatan, sehingga mereka menduga bahwa mereka memiliki sesuatu. Kemudian Allah berfirman seraya memberi nasehat kepada mereka: (Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya) Para mufasir berbeda pendapat tentang maknanya.Telah kami sebutkan dalam surah Ar-Ra'd bahwa tafsir yang paling baik adalah dengan firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitar kalian dan Kami telah datangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat) (27)) (Surah Al-Ahqaf) Hasan Al-Bashri berkata bahwa makna yang dimaksud adalah kemenangan Islam atas kekufuran.Maknannya adalah apakah mereka tidak mengambil pelajaran dari pertolongan Allah kepada kekasih-kekasihNya atas musuh-musuhNya, pembinasaan Allah atas umat-umat yang berbuat dusta dari kalangan penduduk negeri-negeri yang zalim, penyelamatanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah mereka yang menang?) yaitu bahkan merekalah yang dikalahkan, direndahkan, dirugikan dan dihinakan. Firman Allah: (Katakanlah (hai Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu”) yaitu sesungguhnya aku hanya menyampaikan dari Allah apa yang aku peringatkan kepada kalian, berupa azab dan pembalasanNya, Tidaklah hal itu melainkan dari apa yang Dia wahyukan kepadaku.Akan tetapi, peringatan ini tidak berguna lagi bagi orang-orang yang oleh Allah pandangannya dibutakan, pendengaran dan hatinya dikunci mati. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan) Firman Allah: (Dan sesungguhnya jika mereka ditimpa sedikit saja dari azab Tuhan­mu, pastilah mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami, bahwasanya kami adalah orang yang menganiaya diri sendiri” (46)) yaitu, jika mereka yang mendustakan itu tertimpa sedikit dari azab Allah, maka mereka mengakui dosa-dosa mereka dan bahwa mereka adalah orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri di dunia. Firman Allah: (Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun) yaitu Kami akan meletakkan timbangan yang adil pada hari kiamat.Mayoritas ulama berpendapat bahwa sesungguhnya yang dimaksud adalah satu timbangan, dan diungkapkan dalam bentuk jamak untuk menunjukkan jumlah amal yang ditimbang dengannya. Firman Allah: (maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)wya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun) (Surah Al-Kahfi: 49) dan (Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah; dan jika ada kebaikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar (40)) (Surah An-Nisa’)

Sumber: https://tafsirweb.com/5559-surat-al-anbiya-ayat-47.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

47 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 326

Ruku

Ruku 281

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 65 (130/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2530 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21