البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
وَقَالَ
dan berkata
لَهُمْ
kepada mereka
نَبِيُّهُمْ
Nabi mereka
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
قَدْ
sungguh
بَعَثَ
Dia telah mengangkat
لَكُمْ
bagi kalian
طَالُوْتَ
Talut
مَلِكًا
raja
ۗ
قَالُوْٓا
mereka berkata
اَنّٰى
apakah patut
يَكُوْنُ
adalah/jadilah dia
لَهُ
baginya
الْمُلْكُ
kerajaan/pemerintahan
عَلَيْنَا
atas kami
وَنَحْنُ
dan kami
اَحَقُّ
lebih berhak
بِالْمُلْكِ
dengan pemerintahan/kerajaan
مِنْهُ
daripadanya
وَلَمْ
dan tidak
يُؤْتَ
dia diberi
سَعَةً
luas/cukup
مِّنَ
dari
الْمَالِۗ
harta/kekayaan
قَالَ
dia (Nabi) berkata
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
اصْطَفٰىهُ
Dia telah memilihnya
عَلَيْكُمْ
atas kalian
وَزَادَهٗ
dan Dia menambah/menganugerahi
بَسْطَةً
keluasan/keunggulan
فِى
didalam
الْعِلْمِ
ilmu
وَالْجِسْمِ
dan tubuh
ۗ
وَاللّٰهُ
dan Allah
يُؤْتِيْ
Dia memberikan
مُلْكَهٗ
kerajaanNya
مَنْ
dari
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۗ
وَاللّٰهُ
dan Allah
وَاسِعٌ
Maha Luas (pemberianNya)
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
﴿٢٤٧﴾
Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
254 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah mengutus kepada kalian Thalut menjadi raja kalian sebagai bentuk pengabulan permintaan kalian, yang akan memimpin kalian untuk memerangi musuh-musuh kalian sebagaimana permintaan kalian.” Namun pembesar Bani Israil berkata, “Bagaimana bisa Thalut menjadi raja kami, dia tidak berhak atas itu, sebab dia bukan dari keturunan raja-raja, dan bukan dari keluarga Nabi. Dia tidak memiliki banyak harta yang dapat dipergunakan mengatur kerajaannya, maka kami lah yang lebih berhak menjadi raja daripada dia, karena kami sesungguhnya keturunan raja-raja dan berasal dari keluarga nabi. Nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah memilihnya daripada kalian sedang Dia lebih mengetahui urusan-urusan hamba-hamba Nya, dan telah memberinya tambahan keluasan dalam ilmu dan kekuatan dalam fisiknya untuk memerangi musuh.Dan Allah pemilik seluruh kerajaan memberikan kekuasaan bagi hamba-hamba Nya yang dikehendaki, dan Allah Maha luas karunia dan Anugerah, juga Maha Mengetahui hakikat-hakikat perkara-perkara dengan sebenarnya, tidak ada sesuatupun yang samar bagi Nya.

Sumber: https://tafsirweb.com/983-surat-al-baqarah-ayat-247.html

Tafsir as-Sa'di

246-247. Allah menceritakan kisah ini kepada umat ini agar mereka mengambil pelajaran darinya dan agar mereka suka berjihad serta tidak takut darinya, karena orang-orang yang sabar akan mendapat hasil yang baik dan terpuji di dunia dan di akhirat, sedangkan orang-orang yang lari darinya akan merugi di dunia dan akhirat. Allah mengabarkan bahwasanya para cendekiawan dari Bani Israil dan tokoh-tokoh mereka menghendaki berjihad, lalu mereka sepakat untuk meminta kepada nabi mereka seorang raja yang menolong mereka agar perselisihan terhenti dengan pemilihnya dan terwujud, ketaatan yang total, hingga tidak ada lagi perdebatan dari orang-orang, namun nabi mereka khawatir permintaan mereka itu hanyalah sebatas perkataan saja yang tidak ada pelaksanaannya, namun mereka menyikapi dugaan nabi mereka itu dengan memperlihatkan tekad yang kuat dan mereka akan konsisten akan hal itu dengan sebenar-benarnya, dan bahwasanya peperangan itu sudah menjadi suatu kepastian untuk mereka karena menjadi sebuah jalan pengembalikan Negeri mereka serta kembalinya mereka kepada tempat dan kediaman mereka.Nabi mereka telah menetapkan thalut sebagai raja yang memimpin mereka dalam suatu perkara yang memang harus memiliki pemimpin yang ahli dalam kepemimpinan. Namun mereka mempermasalahkan ketetapan nabi mereka untuk memilih thalut sebagai raja mereka, padahal ada orang yang lebih baik rumahnya dan lebih banyak harta darinya. Nabi mereka menjawab bahwa sesungguhnya Allah telah memilihnya untuk kalian, karena Dia telah mengaruniakan kepadanya kekuatan ilmu tentang siasat (perang) dan kekuatan tubuh, yang mana kedua hal itu merupakan sarana keberanian, kemenangan, dan keahlian dalam mengatur peperangan, dan bahwasanya Raja itu tidaklah dengan banyaknya harta, dan tidak juga orang yang menjadi raja itu harus merupakan raja dan pemimpin pula dalam daerah-daerah mereka, karena Allah memberi kerajaanNya kepada siapa yang dikehendakiNya.Kemudian nabi malaikat tidaklah cukup sampai disitu menenangkan mereka dengan apa yang telah Dia sebutkan dari kemampuan tholut dan adanya sifat-sifat yang dibutuhkan dalam masalah itu, hingga Dia berkata kembali kepada mereka,

Sumber: https://tafsirweb.com/983-surat-al-baqarah-ayat-247.html

Tafsir Al-Wajiz

247. Nabi mereka Shamuel berkata: “Sesungguhnya Allah mengutus Thalut sebagai raja bagi kalian, jadi kalian harus menaatinya dan berperang bersamanya.” Lalu mereka berpaling sembari berkata: “Bagaimana bisa Thalut menjadi raja kami sedangkan dia fakir dan bukan dari keluarga kerajaan, sedangkan kami orang-orang yang memiliki kekuasaan, kepemimpinan lebih berhak menjadi raja daripada dia. Dia itu fakir, tidak memiliki rejeki melimpah dan harta yang banyak yang bisa digunakan untuk mendirikan kerajaan?” Lalu Nabi mereka berkata : “Sesungguhnya Allah telah memilihkan untuk kalian seorang raja, dan telah membekalinya dengan pengetahuan dan kekuatan fisik.Dia itu orang yang kuat agama dan strategi untuk melawan musuh dalam perang. Dan Allah itu Maha luas keutamaanNya dan Maha Mengetahui orang yang berhak dan lebi baik atas suatu kekuasaan dan Allah itu memberikan kekuasan bagi orang yang Dia pilih”

Sumber: https://tafsirweb.com/983-surat-al-baqarah-ayat-247.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Yaitu ketika mereka meminta kepada nabi mereka untuk mengangkat seorang raja dari kalangan mereka, maka Allah mengangkat Thalut untuk mereka. Dia adalah salah satu prajurit dari golongan mereka, dan dia bukan berasal dari keluarga kerajaan, karena raja sebelumnya dari keturunan Yahudza. Adapun Thalut bukan dari keturunan itu, oleh karena itu mereka berkata, (Bagaimana Thalut memerintah kami) yaitu bagaimana bisa dia menjadi raja kami (padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?) yaitu bahwa Thalut adalah seorang yang miskin dan tidak memiliki harta yang cukup untuk memimpin.Beberapa dari mereka menyebutkan bahwa dia adalah seorang tukang air. Dikatakan adalah seorang penyampaak kulit. Ini merupakan bentuk penentangan dan kekeras kepalaan mereka terhadap nabi mereka, padahal dia lebih baik dalam hal ketaatan dan perkataan yang bagus daripada mereka.Kemudian nabi menjawab mereka, (Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu) yaitu Dia telah memilih dia di antara kalian dan lebih mengetahui tentang hal itu daripada kalian. Aku bukanlah orang yang memilihnya sendiri, tetapi Allah yang memerintahkanku untuk memilihnya setelah kalian memintanya. (dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa) dalam hal ini dia lebih tahu, lebih mulia, lebih perkasa, lebih kuat, dan lebih sabar daripada kalian dalam hal peperangan dan lebih tahu tentang peperangan, yaitu lebih sempurna ilmunya dan kedudukannya daripada kalian. Dari sini, sebaiknya bahwa raja adalah orang yang berilmu, memiliki tubuh yang baik, dan sangat kuat.Kemudian Allah berfirman, (Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendakiNya) yaitu Allah adalah Dzat yang Maha Bijaksana atas apa yang Dia kehendaki, dan tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang Dia kerjakan, sedangkan mereka mempertanyakan terhadap pengetahuan, hikmah, dan kasih sayangNya terhadap makhlukNya.Oleh karena itu Allah berfirman, (Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui) yaitu Dia Maha luas keutamaanNya, Dia mengkhususkan rahmatNya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Maha Mengetahui tentang siapa saja yang pantas dan tidak pantas menjadi raja

Sumber: https://tafsirweb.com/983-surat-al-baqarah-ayat-247.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

247 dari 286 ayat

Juz

Juz 2

Halaman

Halaman 40

Ruku

Ruku 33

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 8 (16/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-254 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2