الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
فَأْتُوْا
maka datangkan/bawalah
بِهٖ
dengannya/dia
عَلٰٓى
atas/kehadapan
اَعْيُنِ
mata
النَّاسِ
manusia/orang banyak
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
يَشْهَدُوْنَ
mereka menyaksikan
﴿٦١﴾
Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan.”
2544 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka para pemuka mereka berkata, “Bawalah Ibrahim kemari dengan cara yang dapat dilihat oleh khalayak manusia agar mereka menyaksikan pengakuan atas ucapannya supaya menjadi bukti atas dirinya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/5573-surat-al-anbiya-ayat-61.html

Tafsir as-Sa'di

61. Tatkala mereka telah memastikan pekakunya adalah Ibrahim, “mereka berkata, ‘(Kalau demikian), bawalah dia’,” yaitu Ibrahim “dengan cara yang dapat dilihat orang banyak,” maksudnya di hadapan mata dan pendengaran mereka “agar mereka menyaksikan,” maksudnya menghadiri hukuman yang ditimpakan kepada orang yang menghancurkan tuuhan-tuhan mereka. Inilah yang diinginkan dan dikehendaki Ibrahim, yaitu hasrat menjelaskan kebenaran dilakukan di hadapan orang banyak.Agar mereka dapat menyaksikan kebenaran dan terbantahkanlah alasan-alasan mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Musa ketika mengikat perjanjian untuk bertemu Fir’aun. "Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalahan naik". (THaha:59).

Sumber: https://tafsirweb.com/5573-surat-al-anbiya-ayat-61.html

Tafsir Al-Wajiz

61. Mereka berdiskusi: “Datangkanlah dia di hadapan semua orang, supaya mereka bisa bersaksi terhadap apa yang dia kerjakan dan memberikan hukuman untuknya”

Sumber: https://tafsirweb.com/5573-surat-al-anbiya-ayat-61.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 57-63 Kemudian nabi Ibrahim bersumpah yang didengar oleh sebagian kaumnya bahwa sesungguhnya dia akan membuat tipu daya terhadap berhala-berhala mereka, yakni dia benar-benar akan menyakiti hati mereka dan memecahkan berhala-berhala mereka setelah mereka pergi, yaitu menuju ke tempat perayaan mereka. Mereka mempunyai perayaan hari raya yang harus mereka datangi Firman Allah: (Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur terpotong-potong) yaitu hancur berkeping-keping (kecuali berhala yang paling besar) yaitu berhal yang paling besar bagi mereka, sebagaimana Allah berfirman (Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulinya dengan tangan kanannya (dengan kuat) (93)) (Surah Ash-Shaffat) (Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami?Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim” (59)) yaitu setelah mereka kembali dan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh nabi Ibrahim terhadap berhala-berhala mereka sebagai suatu penghinaan dan ejekan yang menunjukkan bahwa berhala-berhala itu tidak memiliki ketuhanan dan menunjukkan ketidak waras akalnya orang-orang yang menyembahnya. (Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim (59)) orang yang berbuat ini (Mereka berkata, "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim” (60)) yaitu seseorang yang mendengar nabi Ibrahim bersumpah, bahwa dia akan membuat tipu daya terhadap mereka. (Kami dengar ada seorang pemuda) yaitu pemuda (yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim) Firman Allah: (Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak”) yaitu disaksikan banyak orang, yang saat itu semua orang hadir. Hal ini merupakan hal besar yang menjadi maksud nabi Ibrahim dimana dia di pertemuan yang besar ini akan menjelaskan kepada mereka atas kebodohan dan kekurangan akal mereka karena menyembah berhala-berhala itu yang tidak dapat mencegah kemudharatan yang menimpa dirinya, dan tidak mampu memberikan pembelaan.Maka bagaimana bisa berhala-berhala itu dimintai sesuatu dari hal itu? (Mereka bertanya, "Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” (62) Ibrahim menjawab,"Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya) yaitu berhala yang dibiarkan dan tidak dihancurkan itu (maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara) Sesungguhnya nabi Ibrahim bermaksud agar mereka menyadari bahwa berhala itu tidak dapat bicara karena berhala itu berupa patung yang terbuat dari benda mati. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,” Sesungguhnya nabi Ibrahim tidak berdusta selain dalam tiga hal. Dua di antaranya terhadap Dzat Allah, yaitu dalam firmanNya, ("Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya") dan, ("Sesungguhnya aku sakit") (Surah Ash-Shaffat: 89)

Sumber: https://tafsirweb.com/5573-surat-al-anbiya-ayat-61.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

61 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 327

Ruku

Ruku 282

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 66 (131/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2544 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21