الانبياۤء (Al-Anbiya')
Per AyatMushaf
وَاَدْخَلْنٰهُ
dan Kami telah memasukannya
فِيْ
kedalam
رَحْمَتِنَاۗ
rahmat Kami
اِنَّهٗ
sesungguhnya dia
مِنَ
dari/termasuk
الصّٰلِحِيْنَ
orang-orang yang saleh
ࣖ
﴿٧٥﴾
Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh.
2558 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah menyempurnakan karunia bagi Luth, maka Dia memasukannya ke dalam rahmatNya dengan menyelamatkannya dari azab yang menimpa kaumnya. Sebab, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang mengerjakan amal ketaatan kepada Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/5587-surat-al-anbiya-ayat-75.html
Tafsir as-Sa'di
75. “Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami,” yang mana barangsiapa telah memasukinya, maka dia termasuk golongan orang-orang yang aman dari segala rasa takut, yang berhasil menggapai segenap macam kebaikan, kebahagiaan, kebajikan, dan kegembiraan, serta pujian. Hal demikian ini, lantaran dia masuk dalam kalangan orang-orang shalih, yang amalan-amalan mereka telah baik, dan keadaan-keadaan jiwa mereka sudah suci, serta Allah telah memperbaiki orang yang rusak dari kalangan mereka. Keshalihan (jiwa dan amalan) itulah yang menjadi faktor penyebab masuknya seorang hamba ke dalam rahmat Allah.Sebagaimana halnya, kerusakan (jiwa dan amalan) adalah faktor terhalanginya (seorang hamba) dari rahmat dan kebaikan dariNYa. Orang yang paling besar keshalihannya, ialah para nabi. Karena itu Allah menyifati merekka dengan keshalihan.Sulaiman berkata, "dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (An-Naml:19).
Sumber: https://tafsirweb.com/5587-surat-al-anbiya-ayat-75.html
Tafsir Al-Wajiz
75. Lalu Kami jadikan dia (Luth) termasuk orang yang mendapat rahmatKu dengan menolongnya dari kaumnya. Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang shalih amalnya yang Kami beri kebaikan (surga) terlebih dahulu
Sumber: https://tafsirweb.com/5587-surat-al-anbiya-ayat-75.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 71-75 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Ibrahim, bahwa dia Allah menyelamatkannya dari api kaumnya dan mengeluarkannya dari mereka dan berhijrah ke negeri-negeri Syam sampai di tanah yang disucikan di negeri Syam. Sebagaimana yang Ar-Rabi' bin Anas meriwayatkan dari Abu Al-’Aliyah, dari Ubay bin Ka'b tentang firmanNya: (ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia) dia berkata yaitu negeri Syam, tidak ada suatu batu besar pun melainkan mengalir air dari bagian bawahnya. Firman Allah: (Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub sebagai suatu anugerah (dari Kami)) ‘Atha’ Mujahid bahwa maknannya adalah pemberian.Ibnu Abbas, Qatadah, dan Al-Hakam bin Uyaynah berkata bahwa nafilah adalah cucu laki-laki, yakni bahwa nabi Ya'qub adalah anak nabi Ishaq. Sebagaimana Allah berfirman: (Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir putranya) Ya'qub) (Surah Hud: 71) (Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh) yaitu semuanya menjadi orang yang baik dan shalih (Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami) yaitu mereka menyeru untuk menyembah Allah dengan seizinNya.Oleh karena itu Allah berfirman: (dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan salat, menunaikan zakat) sebagai athaf khas kepada am yaitu hal yang rinci diathafkan kepada yang umum (dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah) yaitu, mereka mengerjakan apa yang mereka perintahkan kepada manusia.Kemudian Allah mengiringinya dengan kisah nabi Luth, yaitu Luth bin Haran bin Azar. Dia telah beriman kepada nabi Ibrahim, mengikutinya dan berhijrah bersamanya. Sebagaimana Allah berfirman: (Maka Lut membenarkan (kenabian)nya.Dan berkatalah Ibrahim, "Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku)”) (Surah Al-'Ankabut: 26) Lalu Allah memberinya hikmah dan ilmu, serta memberinya wahyu dan menjadikannya sebagai nabi.Dia mengutusnya kepada kaum Sodom dan yang ada di sekitarnya. Lalu mereka menentang dan mendustakannya. Maka Allah membinasakan dan menghancurkan mereka, sebagaimana kisah mereka disebutkan di tempat lain dalam Al-Qur'an.Oleh karena itu Allah berfirman: (dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji.Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik (74) dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang saleh (75))
Sumber: https://tafsirweb.com/5587-surat-al-anbiya-ayat-75.html
Informasi
Surat
الانبياۤء (Al-Anbiya')
Para Nabi — 112 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
75 dari 112 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 328
Ruku
Ruku 282
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 66 (131/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2558 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-21