الانبياۤء (Al-Anbiya')

Per AyatMushaf
لَوْ
sekiranya
كَانَ
adalah
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu
اٰلِهَةً
Tuhan
مَّا
tidak
وَرَدُوْهَاۗ
datang/memasukinya
وَكُلٌّ
dan tiap-tiap/semuanya
فِيْهَا
didalamnya
خٰلِدُوْنَ
mereka kekal
﴿٩٩﴾
Seandainya (berhala-berhala) itu tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya.
2582 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Seandainya obyek-obyek yang kalian sembah selain Allah itu benar-benar tuhan-tuhan yang berhak untuk disembah, pastilah mereka tidak masuk Neraka Jahanam bersama kalian, wahai orang-orang musyrik. Sesungguhnya masing-masing dari para penyembah dan yang disembah akan kekal di dalam Neraka Jahanam.

Sumber: https://tafsirweb.com/5611-surat-al-anbiya-ayat-99.html

Tafsir as-Sa'di

99. Hikmah masuknya berhala-berhala itu ke dalam neraka, padahal merupakan benda-benda mati yang tidak bisa berpikir, tidak punya dosa, adalah unttuk menjelaskan kedustaan orang-orang yang mendaulatnya sebagai sesembahan dan agar siksaan mereka semakin berat. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Andaikata berhala-berhala itu tuhan-tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka,” firman ini semakna dengan Firman Allah, "agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta." (An-Nahl:39).Masing-masing dari pihak yang menyembah dan obyek yang disembah akan kekal abadi di dalamnya, tidak akan pernah keluar darinya dan tidak akan berpindah darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5611-surat-al-anbiya-ayat-99.html

Tafsir Al-Wajiz

99. Jika saja sesembahan-sesembahan berupa berhala dan benda lainnya itu adalah Tuhan sebagaimana yang kalian asumsikan, tentu mereka tidak akan masuk neraka karena yang disiksa itu bukanlah Tuhan. Semua yang menyembah dan yang disembah itu abadi dan kekal di dalam neraka Jahanam, sehingga mereka bukanlah Tuhan.Penyebab sesembahan-sesembahan berupa berhala dan setan itu masuk neraka yaitu agar para penyembahnya bertambah sedih dan merugi. Kecuali atau tidak termasuk di dalamnya yaitu Uzair, Isa, dan para malaikat, sesuai firman Allah سبحانه وتعالى berikut: {Sesungguhnya orang-orang yang telah memiliki ketetapan baik dari kami, maka mereka itu dijauhkan dari neraka} [QS. Al-Anbiya’ 21/101] dan karena kata {Ma} tidak mencakup mereka yang berakal.

Sumber: https://tafsirweb.com/5611-surat-al-anbiya-ayat-99.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 98-103 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya ditujukan kepada penduduk Makkah dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy dan para pengikutnya yang menyembah berhala seperti mereka (Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam) Ibnu Abbas berkata bahwa maksudnya adalah bahan bakarnya. Sebagaimana firmanNya: (yang bahan bakarnya manusia dan batu) (Surah Al-Baqarah: 24) Ibnu Abbas juga berkata tentang firmanNya (umpan Jahanam) yaitu pepohonan neraka Jahanam.Mujahid, Ikrimah dan Qatadah berkata maknanya adalah kayu bakarnya, Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya (umpan jahannam) yaitu sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya. Demikian juga dikatakan yang lainnya, yaitu semuanya maknanya berdekatan. Firman Allah: (Kalian pasti masuk ke dalamnya) yaitu, memasukinya (Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka) yaitu seandainya berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang kalian sembah selain Allah adalah benar sebagai tuhan maka mereka tidak akan masuk neraka (Dan semuanya akan kekal di dalamnya) yaitu para penyembah dan semua yang mereka sembah berada di dalam neraka selamanya (Mereka merintih di dalam api) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih)) (Surah Hud: 106) dan Az-zafir adalah hembusan nafas, dan Asy-syahiq adalah tarikan nafas mereka (dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar).Firman Allah: (Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami) Ikrimah berkata bahwa maknannya adalah rahmat. dan yang lain berkata yaitu kebahagiaan (mereka itu dijauhkan dari neraka) Setelah menyebutkan keadaan penduduk neraka dan azab mereka karena kemusyrikan mereka terhadap Allah, lalu Allah mengiringinya dengan menyebutkan orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya. Mereka adalah orang-orang yang ditetapkan kebahagiaan oleh Allah kepada mereka berkat amal-amal shalih yang telah mereka kerjakan di dunia. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) (Surah Yunus: 26) dan (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) (Surah Ar-Rahman) Sebagaimana mereka berbuat kebaikan di dunia, Allah juga berbuat baik saat kepulangan mereka, memberi mereka pahala, menyelamatkan mereka dari azab, dan memberikan kepada mereka pahala yang melimpah.Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) dari neraka (mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka) yaitu yang membakar tubuh-tubuh di dalamnya. Firman Allah: (dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh jiwa mereka) Allah menyelamatkan mereka dari hal yang dihindari dan dibenci, dan memberikan kepada mereka semua yang diminta dan disukai. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) Mereka adalah kekasih-kekasih Allah yang melalui shirat dengan kecepatan yang lebih cepat daripada kilat, lalu yang tertinggal adalah orang-orang kafir di neraka dalam keadaan berlutut.Ini samadengan apa yang telah kami sebutkan. Firman Allah: (Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat)) Dikatakan, bahwa makna yang dimaksud adalah kematian. Ini adalah yang dipilih Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya.Dan firman Allah: (dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), "Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian") yaitu para malaikat berkata kepada mereka, memberitahukan datangnya hari kembali mereka, ketika mereka dikeluarkan dari kubur mereka (Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian) yaitu berharaplah untuk memperoleh sesuatu yang menyenangkan kalian

Sumber: https://tafsirweb.com/5611-surat-al-anbiya-ayat-99.html

Informasi

Surat

الانبياۤء (Al-Anbiya')

Para Nabi — 112 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

99 dari 112 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 330

Ruku

Ruku 284

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 66 (132/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2582 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-21