الانبياۤء (Al-Anbiya')
Per AyatMushaf
لَا
tidak
يَسْمَعُوْنَ
mereka mendengar
حَسِيْسَهَاۚ
suara/desirnya (api neraka)
وَهُمْ
dan mereka
فِيْ
dalam
مَا
apa
اشْتَهَتْ
menginginkan
اَنْفُسُهُمْ
diri/jiwa mereka
خٰلِدُوْنَ
mereka kekal
ۚ
﴿١٠٢﴾
Mereka tidak mendengar bunyi desis (api neraka), dan mereka kekal dalam (menikmati) semua yang mereka ingini.
2585 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mereka tidak akan mendengar suara kobaran apinya dan terbakarnya tubuh-tubuh (penghuni neraka) di dalamnya. Sesungguhnya Mereka menempati tempat tinggal mereka di surga, dan mereka berada dalam kondisi yang disukai oleh jiwa-jiwa mereka, berupa kenikmatan dan kelezatan hidup abadi di dalamnya selama-lamanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/5614-surat-al-anbiya-ayat-102.html
Tafsir as-Sa'di
101-102. Masuknya sesembahan kaum musyrikin kedalam neraka, hanyalah patung-patung yang mempuyai rupa atau manusia yang disembah dalam keadaan ridha untuk diibadahi. Adapun al-Masih, Uzair, dan para malaikat dan lainnya yang disembah dari kalangan para wali Allah, maka sesungguhnya mereka tidak akan di siksa di dalamnya (neraka).Mereka justru masuk ke dalam makna Firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang telah ada (untuk mereka) ketetapan yang baik dari Kami,” maksudnya orang-orang sudah terlebih dahulu ketetapan kebahagiaannya terdapat di dalam ilmu Allah dan Lauh Mahfuzh serta dalam kemudahan yang mereka jumpai di dunia untuk melakukan usaha-usaha yang baik dan amalan-amalan shalih. “Mereka itu darinya,” yaitu dari neraka “dijauhkan,” mereka tidak memasukinya, dan tidak berada di dekatnya. Bahkan mereka ditempatkan di tempat yang sangat jauh darinya sehingga tidak mendengarkan gemuruhnya dan menyaksikan kondisinya. “Dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka,” berupa berbagai jenis makanan, minuman, pasangan hidup, panorama indah yang tidak pernah disaksikan oleh mata penglihatan, atau di dengar oleh telinga ataupun terbetik di hati seseorang. Kenikmatan itu berlangsung kontinu untuk mereka, dan akan bertambah indah seiring perjalanan masa.
Sumber: https://tafsirweb.com/5614-surat-al-anbiya-ayat-102.html
Tafsir Al-Wajiz
102. Mereka tidak bisa mendengar suara neraka dan gejolaknya. Dan mereka itu abadi atas sesuatu yang diinginkan oleh diri mereka berupa kenikmatan abadi di surga
Sumber: https://tafsirweb.com/5614-surat-al-anbiya-ayat-102.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 98-103 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya ditujukan kepada penduduk Makkah dari kalangan orang-orang musyrik Quraisy dan para pengikutnya yang menyembah berhala seperti mereka (Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan Jahanam) Ibnu Abbas berkata bahwa maksudnya adalah bahan bakarnya. Sebagaimana firmanNya: (yang bahan bakarnya manusia dan batu) (Surah Al-Baqarah: 24) Ibnu Abbas juga berkata tentang firmanNya (umpan Jahanam) yaitu pepohonan neraka Jahanam.Mujahid, Ikrimah dan Qatadah berkata maknanya adalah kayu bakarnya, Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya (umpan jahannam) yaitu sesuatu yang dilemparkan ke dalamnya. Demikian juga dikatakan yang lainnya, yaitu semuanya maknanya berdekatan. Firman Allah: (Kalian pasti masuk ke dalamnya) yaitu, memasukinya (Andaikata berhala-berhala itu Tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka) yaitu seandainya berhala-berhala dan tandingan-tandingan yang kalian sembah selain Allah adalah benar sebagai tuhan maka mereka tidak akan masuk neraka (Dan semuanya akan kekal di dalamnya) yaitu para penyembah dan semua yang mereka sembah berada di dalam neraka selamanya (Mereka merintih di dalam api) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih)) (Surah Hud: 106) dan Az-zafir adalah hembusan nafas, dan Asy-syahiq adalah tarikan nafas mereka (dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar).Firman Allah: (Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami) Ikrimah berkata bahwa maknannya adalah rahmat. dan yang lain berkata yaitu kebahagiaan (mereka itu dijauhkan dari neraka) Setelah menyebutkan keadaan penduduk neraka dan azab mereka karena kemusyrikan mereka terhadap Allah, lalu Allah mengiringinya dengan menyebutkan orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya. Mereka adalah orang-orang yang ditetapkan kebahagiaan oleh Allah kepada mereka berkat amal-amal shalih yang telah mereka kerjakan di dunia. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya) (Surah Yunus: 26) dan (Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula) (60)) (Surah Ar-Rahman) Sebagaimana mereka berbuat kebaikan di dunia, Allah juga berbuat baik saat kepulangan mereka, memberi mereka pahala, menyelamatkan mereka dari azab, dan memberikan kepada mereka pahala yang melimpah.Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) dari neraka (mereka tidak mendengar sedikit pun suara api neraka) yaitu yang membakar tubuh-tubuh di dalamnya. Firman Allah: (dan mereka kekal dalam menikmati apa yang diingini oleh jiwa mereka) Allah menyelamatkan mereka dari hal yang dihindari dan dibenci, dan memberikan kepada mereka semua yang diminta dan disukai. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka (101)) Mereka adalah kekasih-kekasih Allah yang melalui shirat dengan kecepatan yang lebih cepat daripada kilat, lalu yang tertinggal adalah orang-orang kafir di neraka dalam keadaan berlutut.Ini samadengan apa yang telah kami sebutkan. Firman Allah: (Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat)) Dikatakan, bahwa makna yang dimaksud adalah kematian. Ini adalah yang dipilih Ibnu Jarir di dalam kitab tafsirnya.Dan firman Allah: (dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata), "Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian") yaitu para malaikat berkata kepada mereka, memberitahukan datangnya hari kembali mereka, ketika mereka dikeluarkan dari kubur mereka (Inilah hari kalian yang telah dijanjikan kepada kalian) yaitu berharaplah untuk memperoleh sesuatu yang menyenangkan kalian
Sumber: https://tafsirweb.com/5614-surat-al-anbiya-ayat-102.html
Informasi
Surat
الانبياۤء (Al-Anbiya')
Para Nabi — 112 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
102 dari 112 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 331
Ruku
Ruku 284
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 66 (132/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2585 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-21