البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
تِلْكَ
itu
الرُّسُلُ
Rasul-Rasul
فَضَّلْنَا
Kami telah lebihkan
بَعْضَهُمْ
sebagian mereka
عَلٰى
atas
بَعْضٍۘ
sebagian lain
مِنْهُمْ
dari/diantara mereka
مَّنْ
orang
كَلَّمَ
berkata-kata
اللّٰهُ
Allah
وَرَفَعَ
dan Dia meninggikan
بَعْضَهُمْ
sebagian mereka
دَرَجٰتٍۗ
beberapa derajat
وَاٰتَيْنَا
dan Kami berikan
عِيْسَى
Isa
ابْنَ
anak
مَرْيَمَ
Maryam
الْبَيِّنٰتِ
keterangan/mukjizat
وَاَيَّدْنٰهُ
dan Kami perkuat dia
بِرُوْحِ
dengan Ruhul/Ruh
الْقُدُسِۗ
Qudus/suci
وَلَوْ
dan jika
شَاۤءَ
menghendaki
اللّٰهُ
Allah
مَا
tidak
اقْتَتَلَ
saling membunuh
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
مِنْۢ
orang
بَعْدِهِمْ
sesudah mereka
مِّنْۢ
orang
بَعْدِ
sesudah
مَا
tidak
جَاۤءَتْهُمُ
datang kepada mereka
الْبَيِّنٰتُ
keterangan/mukjizat
وَلٰكِنِ
akan tetapi
اخْتَلَفُوْا
mereka berselisih
فَمِنْهُمْ
maka diantara mereka
مَّنْ
orang
اٰمَنَ
beriman
وَمِنْهُمْ
dan diantara mereka
مَّنْ
orang
كَفَرَ
kafir
ۗوَلَوْ
dan jika
شَاۤءَ
menghendaki
اللّٰهُ
Allah
مَا
tidak
اقْتَتَلُوْاۗ
mereka saling membunuh
وَلٰكِنَّ
akan tetapi
اللّٰهَ
Allah
يَفْعَلُ
Dia berbuat
مَا
tidak
يُرِيْدُ
Dia kehendaki
ࣖ
﴿٢٥٣﴾
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. Kalau Allah menghendaki, niscaya orang-orang setelah mereka tidak akan berbunuh-bunuhan, setelah bukti-bukti sampai kepada mereka. Tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) yang kafir. Kalau Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya.
260 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Para rasul yang mulia itu, Allah telah melebihkan sebagian dari mereka di atas sebagian yang lain, sesuai dengan anugrah yang Allah limpahkan pada mereka. Maka di antara mereka, ada orang yang Allah berbicara dengan mereka secara langsung seperti Musa dan Muhammad. Dalam ayat ini terkandung penetapan sifat kalam bagi Allah sesuai dengan keagunganNya.Dan di antara mereka ada yang Allah angkat munuju derajat-derajat yang tinggi seperti Muhammad sholallohu alaihi wasallam dengan universalitas risalah nya, ditutupnya kenabian dengannya, diungggulkannya umatnya di atas seluruh umat, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya. Dan Allah telah memberikan kepada Isa putra Maryam bukti-bukti mukjizat yang mencengangkan, seperti menyembuhkan orang yang terlahir dalam keadaan buta dengan izin Allah dan orang yang mengidap penyakit lepra dengan izin Allah, dan seperti menghidupkan orang-orang yang telah mati dengan izin Allah, dan Allah memperkuatnya dengan malaikat Jibril. Dan sekiranya Allah menghendaki orang-orang yang datang setelah para rasul itu tidak saling membunuh setelah datangnya bukti-bukti nyata kepada mereka, maka mereka tidak akan saling membunuh.Akan tetapi, perpecahan telah terjadi di antara mereka. Maka, sebagian dari mereka ada yang tetap teguh di atas keimanannya dan sebagian bersikeras dengan kekufurannya. Dan seandainya Allah berkehendak pasca timbulnya perselisihan diantara mereka yang menyebabkan terjadinya saling bunuh, mereka tidak akan saling bunuh, akan tetapi Allah memberikan taufik kepada orang yang dikehendakiNya untuk taaat kepadaNya dan beriman kepadaNya dan mengabaikan orang yang dikehendakiNya, sehingga dia berbuat maksiat dan kafir kepadaNya.Dan Dialah Allah berbuatan apapun yang Dia kehendaki dan Dia pilih.

Sumber: https://tafsirweb.com/1019-surat-al-baqarah-ayat-253.html

Tafsir as-Sa'di

253. Allah sang Pencipta mengabarkan bahwa Dia membeda-bedakan tingkat (derajat) antara para rasul dalam keutamaan-keutamaan yang mulia dan keistimewaan-keistimewaan yang indah, sesuai dengan keutamaan yang dikaruniakan olehNya atas mereka dan penegakan yang mereka lakukan dari keimanan yang sempurna, keyakinan yang kuat, akhlak yang luhur, tingkah laku yang terpuji, dakwah, pengajaran, dan kegunaan yang menyeluruh. Maka di antara mereka ada yang Allah jadikan sebagai kekasihNya, di antara mereka ada juga yang diajak bicara langsung olehNya, di antara mereka ada yang di angkat olehNya di atas para makhluk beberapa derajat, dan untuk keseluruhan para nabi, tidak ada seorang pun manusia yang mampu mencapai keutamaan mereka yang tinggi.Allah mengistimewakan Isa bin Maryam bahwa dia diberikan keterangan-keterangan yang jelas yang menunjukkan akan kerasulannya dengan yakin dan kehambaannya dengan benar dan bahwa risalah yang dibawanya dari Allah semuanya adalah benar, lalu Allah menjadikannya mampu menyembuhkan orang yang buta, penyakit usta, dan mampu menghidupkan orang mati dengan izin Allah, Nabi Isa berbicara dengan manusia saat masih dalam buaian, diperkuat dengan Ruhul Qudus yaitu ruh keimanan yang menjadikan ruhani beliau unggul di atas selainnya. Dengan itu semua dia mendapatkan kekuatan dan pertolongan, walaupun dasar dari pertolongan dengan ruh tersebut bersifat umum bagi setiap Mukmin sesuai dengan keimanannya, sebagaimana Allah berfirman, "menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya." -Al-Mujadilah:22- Akan tetapi apa yang didapatkan oleh Nabi Isa adalah lebih besar daripada yang didapatkan selainnya.Karena itulah Allah mengkhususkannya dengan menyebutnya. Pendapat lain mengatakan bahwa Ruh Qudus di sini adalah Jibril, yakni Allah menguatkan Nabi Isa dengan pertolongan Jibril dan bantuannya. Akan tetapi maknanya yang benar adalah yang pertama.Dan ketika Allah mengabarkan tentang kesempurnaan para Rasul dana pa yang Allah berikan kepada mereka dari keutamaan dan keistimewaan dan bahwa agama mereka adalah satu, dakwah mereka kepada kebaikan adalah satu, di mana seharusnya dan konsekuensi dari itu adalah bersatunya seluruh umat untuk membenarkannya dan patuh kepada mereka, karena apa yang mereka dapatkan dari keterangan-keterangan yang jelas yang dengan hal seperti itu manusia pasti beriman, akan tetapi sebagian besar dari mereka berpaling dari jalan yang lurus, dan terjadilah perselisihan antara seluruh umat, di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kafir, maka akibat dari itu semua adalah terjadinya saling membunuh yang merupakan akibat dari perpecahan dan perselisihan serta permusuhan, seandainya Allah menghendaki, pastilah Allah akan menyatukan mereka di atas petunjuk hingga mereka tidak berselisih, dan sekiranya Allah juga menghendaki setelah terjadinya perselisihan itu yang mengakibatkan saling membunuh, pastilah mereka tidak saling membunuh, akan tetapi hikmah Allah telah tetap berjalan dengan segala perkara di atas pengaturan itu sesuai dengan sebab-sebabnya. Ayat ini merupakan tanda yang paling besar atas adanya andil tindakan dari Allah pada seluruh sebab-sebab yang mengakibatkan segala macam hasilnya, dan bahwasanya bila Dia menghendaki, Dia akan melarangnya. Semua itu tunduk pada hikmahNya semata, karena Allah Maha Melakukan apa yang dikehendakiNya, tidak ada penghalang, tidak pula penentang, dan tidak pula penolong di hadapan keinginan dan kehendakNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1019-surat-al-baqarah-ayat-253.html

Tafsir Al-Wajiz

253. Wahai Rasulullah, para rasul yang kabar-kabarnya diceritakan kepadamu dalam Al-Qur’an itu diutamakan dengan karakteristik dan keahliannya masing-masing, serta dibedakan satu sama lain dengan beberapa keahliannya masing-masing. Di antaranya ada yang bisa berbicara dengan Allah secara langsung, yaitu Musa عليه السلام dan nabi Muhammad ﷺ, ada yang derajatnya di angkat seperti Idris عليه السلام, Ibrahim عليه السلام, dan nabi Muhammad ﷺ.Dan Allah memberi Isa mukjizat yang menunjukkan pada kenabiannya, yaitu yang disebutkan dalam ayat ke 49 surah Ali Imran, seperti menghidupkan orang mati, menyembuhkan penyakit, dengan seizin Allah, Allah menguatkannya dengan Ruhul Qudus, yaitu Jibril عليه السلام. Jika Allah berkehendak, niscaya orang-orang yang datang setelah para rasul dan datangnya dalil nyata atas kebenaran rasul mereka itu tidak akan saling membunuh. Namun setelah adanya hujjah tersebut atas mereka, para umat nabi-nabi saling berselisih, sehingga mereka saling membunuh.Di antara mereka ada yang beriman kepada Allah dan rasulNya, ada pula yang ingkar kepada Allah dan rasulNya. Jika Allah berkehendak untuk meniadakan tindakan saling bunuh setelah adanya perselisihan ini, niscaya mereka tidak akan saling bunuh, namun Allah melakukan apa yang Dia kehendaki untuk menunjukkan hikmah yang Dia tentukan. Tidak ada yang bisa menolak hukumNya.Dia mengerjakan sesuatu yang Dia kehendaki

Sumber: https://tafsirweb.com/1019-surat-al-baqarah-ayat-253.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah memberi keutamaan kepada beberapa rasulNya atas yang lain, sebagaimana Dia berfirman, (Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.) (Surah Al-Isra: 55).Di sini Allah berfirman, (Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain.Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata) yaitu nabi Musa عليه السلام dan nabi Muhammad ﷺ. Begitu juga nabi Adam عليه السلام, sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan dalam shahih Ibnu Hibban dari Abu Dzar. (Allah meninggikannya beberapa derajat). Sebagaimana yang terdapat dalam hadits Isra' Mi'raj, ketika Nabi ﷺ melihat para nabi di langit, masing-masing sesuai derajat yang berbeda-beda di sisi Allah.Jika ditanyakan, “Apa menghubungkan antara ayat ini dan hadits yang terdapat dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah.” Dia berkata,” seorang Muslim dan seorang Yahudi berdebat, kemudian orang Yahudi dalam sumpahnya berkata, “Tidak, demi Dzat yang telah memilih nabi Musa atas semua alam” Maka orang Muslim mengangkat tangannya dan memukul wajah orang Yahudi dengan tangannya, lalu berkata, “Hai orang yang buruk, juga atas nabi Muhammad ﷺ” Kemudian orang Yahudi itu mendatangi Nabi ﷺ dan mengadukan orang Muslim tersebut. Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Jangan melebih-lebihkan aku atas para nabi. Sesungguhnya manusia akan pingsan pada hari kiamat dan aku yang pertama kali sadar.Aku mendapati nabi Musa berpegangan pada tiang-tiang Arsy. Aku tidak tahu, apakah dia akan bangun sebelumku ataukah dia telah memperoleh balasannya dengan kematian (sa'iqah) ketika di Bukit Thur? Jadi, janganlah kalian melebih-lebihkan aku atas para nabi.” Dalam salah satu riwayat, “Janganlah kalian membanding-bandingkan antara para nabi.Jawaban atas hal ini ada beberapa sudut pandang: Pertama: Bahwa hal ini disampaikan sebelum mengetahui tentang pengistimewa itu, dan dalam hal ini terdapat alasan tertentu. Kedua: Hal ini disampaikan sebagai sikap rendah hati dan tawadhu’. Ketiga: Hal ini adalah larangan untuk melakukan pengistimewaan dalam situasi yang serupa dengan peristiwa ini dimana terjadi perselisihan dan pertengkaran.Keempat: Janganlah mengistimewakan semata-mata berdasarkan pendapat atau kefanatikan. Kelima: kedudukan untuk mengistimewakan itu bukanlah hak kalian, tetapi itu hanya hak Allah. Kalian hanya harus tunduk kepadaNya, dan beriman kepadaNya.Firman Allah, (Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat) yaitu, hujjah dan tanda-tanda yang tegas atas kebenaran yang dibawa Bani Israil bahwa nabi Isa adalah hamba Allah dan rasulNya kepada mereka. (serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus) yaitu Allah memberinya dukungan dengan Jibril, lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan) yaitu bahkan semua itu adalah ketetapan dan kehendak Allah. Oleh karena itu mereka berkata, (Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendakiNya)

Sumber: https://tafsirweb.com/1019-surat-al-baqarah-ayat-253.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

253 dari 286 ayat

Juz

Juz 3

Halaman

Halaman 42

Ruku

Ruku 34

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 9 (17/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-260 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2