الحج (Al-Hajj)
Per AyatMushaf
ذٰلِكَ
demikian itu
بِاَنَّ
bahwasanya
اللّٰهَ
Allah
هُوَ
Dia
الْحَقُّ
yang hak
وَاَنَّهٗ
dan bahwasanya Dia
يُحْيِ
Dia menghidupkan
الْمَوْتٰى
yang mati
وَاَنَّهٗ
dan bahwasanya Dia
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قَدِيْرٌ
Maha Kuasa
ۙ
﴿٦﴾
Yang demikian itu karena sungguh, Allah, Dialah yang hak dan sungguh, Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
2601 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Hal-hal yang tekah disebutkan terdahulu itu termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah. Di dalamnya terdapat bukti petunjuk pasti bahwa sesungguhnya Allah, Dia-lah Tuhan Yang berhak diibadahi, yang tidak sepantasnya peribadahan dilakukan kecuali bagiNya semata. Dia Maha Menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Sumber: https://tafsirweb.com/5742-surat-al-hajj-ayat-6.html
Tafsir as-Sa'di
6-7. Dua bukti kuat di atas menunjukkan lima perkara penting. Yaitu, berikut ini: “Yang demikian itu.” Dzat yang menciptakan manusia dari bahan yang sudah Allah sebutkan cirinya, dan menghidupkan bumi setelah kekeringannya “karena Allah, Dia-lah yang haq,” Rabb yang berhak diibadahi yang tidak sepantasnya ibadah diarahkan kepada selainNya.Ibadah kepadaNyalah yang merupakan tindakan benar. Sementara beribadah kepada selainNya merupakan bentuk kebatilan. “Dan bahwa Dia-lah yang menghidupkan segala yang mati,” sebagaimana Allah memulai penciptaan makhluk-makhlukNya dan menghidupkan bumi pasca kekeringannya “dan bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu,” sebagaimana Allah telah mempertontonkan kepada kalian bentuk kekuasaanNya yang special, dan ciptaanNya yang agung yang sudah kalian saksikan “dan bahwa Hari KIamat itu pastilah datang, taka da keraguan padanya.” Tidak ada alasan untuk menganggapnya musthil “dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang didalam kubur.” Dia akan membalasi kalian berdasarkan amalan-amalan kalian, yang baik dan yang buruk.
Sumber: https://tafsirweb.com/5742-surat-al-hajj-ayat-6.html
Tafsir Al-Wajiz
6. Yang demikian itu, yaitu penciptaan manusia hingga perkembangannya serta penghidupan bumi, tidak lain karena sesungguhnya Allah Yang Haq. Yang Maha Ada dan Kekal.Sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,
Sumber: https://tafsirweb.com/5742-surat-al-hajj-ayat-6.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 5-7 Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan orang yang mengingkari hari kebangkitan dan hari kiamat, maka Allah سبحانه وتعالى dalil-dalil atas kekuasaanNya dalam menghidupkan segala sesuatu melalui sesuatu yang bisa disaksikan pada permulaan penciptaan manusia. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai manusia, jika kalian dalam keraguan) yaitu dalam keraguan (tentang kebangkitan) yaitu hari kiamat ketika semua ruh dan jasad bangkit pada hari kiamat (maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kalian dari tanah) yaitu, asal mula kejadian kalian adalah dari tanah; yaitu asal mula penciptaan nabi Adam (kemudian dari setetes mani) kemudian keturunannya diciptakan dari air mani yang hina (kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging) Demikian itu apabila air mani telah berdiam di dalam rahim wanita selama empat puluh hari. Selama itu dia mengalami pertumbuhan, kemudian bentuknya berubah menjadi darah kental merah dengan izin Allah.Setelah berlalu masa empat puluh hari lagi, maka berubah pula bentuknya menjadi segumpal daging yang masih belum berbentuk dan belum ada rupanya. Kemudian dimulailah pembentukannya, yang dimulai dari kepala, kedua tangan, dada, perut, kedua paha, kedua kaki, dan anggota lainnya. Terkadang seorang wanita mengalami keguguran sebelum janinnya mengalami pembentukan, dan terkadang keguguran terjadi sesudah janin terbentuk.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna) Sebagaimana yang kalian saksikan sendiri (agar Kami jelaskan kepada kalian, dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan) yaitu terkadang janin menetap di dalam rahim tidak keguguran. Sebagaimana yang dikatakan Mujahid tentang firmanNya: (yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna) yaitu janin yang telah berbentuk dan yang masih belum terbentuk. Apabila telah berlalu masa empat puluh hari berupa segumpal daging, maka Allah سبحانه وتعالى mengutus seorang malaikat kepadanya.Dia memerintahkan kepada malaikat untuk meniupkan ruh ke dalam tubuh janin, lalu menyempurnakannya sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى, baik tampan atau buruk, laki-laki atau perempuan. malaikat itu menulis rezeki dan ajalnya, baik celaka atau berbahagia Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid yang menyampaikan sanadnya sampai kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda,”Malaikat masuk ke dalam mani sesudah mani itu berada dalam rahim selama empat puluh atau empat puluh lima hari. Lalu malaikat bertanya, "Wahai Tuhanku, apakah dia celaka atau bahagia?” Allah سبحانه وتعالى berfirman, dan malaikat itu mencatat. Lalu malaikat bertanya, "Apakah laki-laki ataukah perempuan?” Allah berfirman, dan malaikat mencatatnya.Malaikat mencatat amalnya, perjalanan hidupnya, rezekinya, dan ajalnya. Kemudian lembaran kitab itu ditutup, maka apa yang ada di dalamnya tidak dapat lagi ditambahi atau dikurangi” Firman Allah: (kemudian Kami keluarkan kalian sebagai bayi) yaitu dalam keadaan lemah badan, pendengaran, penglihatan, indera, kekuatan, dan akalnya. Kemudian Allah memberinya kekuatan sedikit demi sedikit, dan kedua orang tuanya merawatnya dengan penuh kasih sayang sepanjang malam dan siang.Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian (dengan berangsur-angsur) kalian sampailah kepada kedewasaan) yaitu sempurna kekuatannya yang semakin bertambah sampai pada usia muda dan pada penampilan yang terbaik. (dan di antara kalian ada yang diwafatkan) pada usia mudanya dan pada keadaan kuatannya (dan (ada pula) di antara kalian yang dipanjangkan umurnya sampai pikun) Usia tua dan senja, lemah kekuatannya, akal serta pemahamannya; semua inderanya dan pikirannya juga lemah.Oleh karena itu Allah berfirman: (supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya diketahuinya) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah, Dialah yang menciptakan kalian dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kalian) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban.Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa (54)) (Surah Ar-Rum) Firman Allah: (Dan kalian lihat bumi ini kering) Ini merupakan dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dalam menghidupkan orang-orang yang telah mati, sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang kering tandus, tidak ada tanaman apa pun padanya.Qatadah berkata bahwa maknannya adalah padang pasir yang kering. As-Suddi berkata bahwa makna yang dimaksud adalah tanah yang mati (kemudian apabila Kami telah turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah) Jika Allah menurunkan hujan, (hiduplah bumi itu) yaitu digerakkan dengan tanamannya dan dihidupkan setelah mati (lalu suburlah) yaitu tumbuh ketika ada padanya, Kemudian tumbuh apa yang ada padanya berbagai macam buah-buahan dan tanam-tanaman yang beraneka ragam warna, rasa, aroma, bentuk, dan manfaatnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah) yaitu yang indah bentuknya dan harum aromanya.Firman Allah: (Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak) Allah Dzat yang menciptakan, yang mengatur, lagi Maha Berbuat terhadap semua yang Dia kehendaki. (dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati) yaitu sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati sehingga bumi dapat menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan. (Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) (Surah Fushshilat: 39) dan (Sesungguhnya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah ia (82)) Surah (Yasin) (dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya) yaitu hari kiamat itu pasti terjadi, tidak ada keraguan padanya (dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur) yaitu, Allah mengembalikan mereka menjadi hidup sesudah mereka hancur di dalam kubur mereka, dan menciptakan kembali mereka sesudah tidak ada.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya. Ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?” (78) Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79) yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu" (80)) (Surah Yasin) dan ayat-ayat lain seperti ini cukup banyak.
Sumber: https://tafsirweb.com/5742-surat-al-hajj-ayat-6.html
Informasi
Surat
الحج (Al-Hajj)
Haji — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
6 dari 78 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 333
Ruku
Ruku 285
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 67 (133/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2601 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-22