الحج (Al-Hajj)
Per AyatMushaf
وَمِنَ
dan diantara
النَّاسِ
manusia
مَنْ
orang
يُّجَادِلُ
ia membantah
فِى
dalam/tentang
اللّٰهِ
Allah
بِغَيْرِ
dengan tidak/tanpa
عِلْمٍ
ilmu pengetahuan
وَّلَا
dan tidak/tanpa
هُدًى
petunjuk
وَّلَا
dan tidak/tanpa
كِتٰبٍ
kitab
مُّنِيْرٍ
bercahaya/terang
ۙ
﴿٨﴾
Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan.
2603 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
8-9. Diantara orang-orang kafir ada orang yang mendebat dengan dasar kebatilan tentang Allah; tentang keesaanNya serta pilihanNya yang jatuh pada RasulNya , serta turunnya al-Qur’an padanya. Sanggahan itu dilakukan tanpa dasar ilmu dan keterangan yang benar, serta tanpa kitab dari Allah yang berisi bukti kebenaran dan hujjah yang jelas.Dia membelokkan lehernya dalam kesombongannya, berpaling dari kebenaran, supaya dapat menghalang-halangi orang lain dari keinginan masuk kedalam agama Allah. Maka dia akan menemui kehinaan di dunia dengan kekalahan dan terkuaknya jati dirinya. Dan Kami membakarnya pada Hari Kiamat dengan api neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/5744-surat-al-hajj-ayat-8.html
Tafsir as-Sa'di
8 . Perdebatan yang telah berlalu adalah untuk orang muqallid (orang yang hanya mengikuti tanpa arah). Sementara perdebatan yang sekarang ini ditujukan kepada setan jahat yang menyeru kepada bid’ah.Allah memberitahukan bahwa dia “membantah tentang Allah,” maksudnya membantah para utusan Allah dan para pengikut mereka dengan dasar kebatilan untuk menghapuskan kebenaran “tanpa ilmu pengetahuan,” yang benar, “tanpa petunjuk,” maksudnya dalam perdebatannya, dia tidak mengikuti orang yang memberinya petunjuk, tidak juga mengikuti akal yang akan mengarahkannya. Dia bukanlah seorang pengikut yang mendapatkan petunjuk. “Dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,” maksudnya jelas lagi terang [artinya] ia tidak mempunyai hujjah yang logis ataupun yang berasal dari dalil naqli. (Argumentasinya) tiada lain hanya rangkaian syubhat yang diwahyukan oleh setan kepadanya. Sesungguhnya setan benar-benar mewahyukan kepada para pengikut mereka untuk mendebat kalian.
Sumber: https://tafsirweb.com/5744-surat-al-hajj-ayat-8.html
Tafsir Al-Wajiz
8. Di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang kekuasaan dan kemahaesaan Allah dengan penolakan dan kebodohan, tanpa disertai dengan bukti dan ilmu jelas, tanpa petunjuk dan tanpa kitab/wahyu yang menunjukkan kebenaran. Ayat ini turun untuk Al Akhnus bin Syariq, diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengenai Abu Jahal, serta cerita tentang An Nadhir bin Harits seperti ayat sebelumnya, apabila para pembantah sudah bersatu pada keterangan dua ayat sebelumnya maka pengulangan itu menunjukkan penghinaan yang sangat kepada mereka, atau setiap ayat itu saling berkaitan
Sumber: https://tafsirweb.com/5744-surat-al-hajj-ayat-8.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 8-10 Setelah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang tersesat, bodoh dan taqlid dalam firmanNya: (Di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat (3)) (Surah Al-Hajj) Allah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang menyeru kesesatan dari kalangan pemimpin kekafiran dan ahli bid'ah dengan berfirman: (Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (8)) yaitu tanpa alasan yang benar, dalil naqli yang jelas, bahkan hanya berdasarkan pendapat dan hawa nafsu.Firman Allah: *dengan memalingkan lambungnya) Ibnu Abbas dan lainnya berkata, yaitu “Ketika diajak menuju kebenaran, maka dia enggan”. Mujahid, Qatadah, dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dengan memalingkan lambungnya) yaitu memutar lehernya, yaitu berpaling dari kebenaran yang diserukan kepadanya karena kesombongannya. Sebagaimana firmanNya: (Dan juga kepada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata (38) Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya (39)) (Surah Adz-Dzariyat), (Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul, " niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu (61)) (Surah An-Nisa’), (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (beriman), agar Rasul memintakan ampunan bagi kalian, " mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling, sedangkan mereka menyombongkan diri (5)) (Surah Al-Munafiqun), dan (Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)) (Surah Luqman: 18) yaitu kamu berpaling dari mereka dengan rasa sombong atas mereka.Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan apabila dibacakan kepadanya1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih(7)) (Surah Luqman), Firman Allah: (untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah) Sebagian ulama berkata bahwa ini adalah Lam yang menunjukkan akibat, karena terkadang dimaksudkan untuk itu.Bisa juga mengandung lam ta’lil. Kemudian makna yang dimaksud orang-orang yang ingkar, atau bisa juga maknannya bahwa orang yang berwatak demikian tidak lain Kami menjadikan dia memiliki akhlak rendah agar Kami menjadikan dia termasuk orang yang menyesatkan manusia dari jalan Allah. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ia mendapat kehinaan di dunia) yaitu kehinaan dan kerendahan, sebagaimana dia angkuh terhadap ayat-ayat Allah.Maka Allah membalasnya dengan kehinaan di dunia dan menghukumnya di dunia sebelum akhirat, karena dunia adalah tujuan hidup dan batas pengetahuannya (dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar (9) (Akan dikatakan kepadanya), "Yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu") yaitu hal ini dikatakan terhadapnya sebagai kecaman dan celaan (dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hambaNya) sebagaimana firmanNya: (Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka (47) Kemudian luangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas (48) Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia (49) Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragukannya (50)) (Surah Ad-Dukhan) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Al-Hasan bahwa telah sampai kepadaku bahwa seseorang dari mereka dibakar sebanyak tujuh puluh ribu kali dalam sehari.
Sumber: https://tafsirweb.com/5744-surat-al-hajj-ayat-8.html
Informasi
Surat
الحج (Al-Hajj)
Haji — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
8 dari 78 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 333
Ruku
Ruku 285
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 67 (133/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2603 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-22