الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
ثَانِيَ
bengkok/palingkan
عِطْفِهٖ
lambungnya
لِيُضِلَّ
untuk menyesatkan
عَنْ
dari
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
ۗ
لَهٗ
baginya
فِى
di
الدُّنْيَا
dunia
خِزْيٌ
kehinaan
وَّنُذِيْقُهٗ
dan Kami akan merasakan kepadanya
يَوْمَ
hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
عَذَابَ
azab
الْحَرِيْقِ
yang membakar
﴿٩﴾
Sambil memalingkan lambungnya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia, dan pada hari Kiamat Kami berikan kepadanya rasa azab neraka yang membakar.
2604 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

8-9. Diantara orang-orang kafir ada orang yang mendebat dengan dasar kebatilan tentang Allah; tentang keesaanNya serta pilihanNya yang jatuh pada RasulNya , serta turunnya al-Qur’an padanya. Sanggahan itu dilakukan tanpa dasar ilmu dan keterangan yang benar, serta tanpa kitab dari Allah yang berisi bukti kebenaran dan hujjah yang jelas.Dia membelokkan lehernya dalam kesombongannya, berpaling dari kebenaran, supaya dapat menghalang-halangi orang lain dari keinginan masuk kedalam agama Allah. Maka dia akan menemui kehinaan di dunia dengan kekalahan dan terkuaknya jati dirinya. Dan Kami membakarnya pada Hari Kiamat dengan api neraka.

Sumber: https://tafsirweb.com/5745-surat-al-hajj-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

9-10. Disamping itu, dia “memalingkan lambungnya,” memiringkan badan bagian samping dan lehernya. Ini merupakan sebuah kinayah (kiasan) mengenai keangkuhan mereka terhadap al-haq dan pelecehan mereka terhadap sesame manusia.Sungguh, dia merasa gembira dengan ilmunya yang tidak berguna dan merendahkan para pembela kebenaran dan kebenaran yang mereka sandang “untuk menyesatkan,” orang-orang. Maksudnya, agar dia menjadi bagian orang-orang yang mempropagandakan kesesatan. Termasuk dalam konteks ini, semua tokoh kekkufuran dan kesesatan.Selanjutnya, Allah menerangkan hukuman duniawi dan ukhrawi (yang mesti menimpa mereka). Allah berfirman, “Ia mendapat kehinaan di dunia,” terbukalah kedok buruknya di dunia ini sebelum di akhirat.Peristiwa ini termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat menakjubkan. Engkau tidak akan menjumpai seorang penyeru dari kalangan propagandis kekufuran dan kesesatan melainkan pasti dia menerima kemarahan, kutukan, kebencian dan celaan di tengah kalangan manusia yang pantas dia terima. Masing-masing tergantung dengan keadaannya. “Dan di Hari KIamat, Kami merasakan kepadanya azab neraka [yang membakar],” maksudnya Kami akan menimpakan kepadanya di Hari Kiamat kelak panasnya neraka yang sangat dahsyat dan nyala apinya yang sangat tinggi.Demikian ini, lantaran amalan yang telah dia perbuat “[dan bahwasanya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hambaNya].”

Sumber: https://tafsirweb.com/5745-surat-al-hajj-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Dengan memalingkan lambungnya dengan kesombongan, serta penolakan yang terang-terangan, untuk menyesatkan manusia dari agama Allah. Dia mendapat kehinaan di dunia berupa azab zahir ataupun maknawi dengan nasib yang buruk yang disegerakan.Serta kehinaan di hari kiamat Kami jadikan mereka mereka merasakan azab neraka yang membakar dan membara.

Sumber: https://tafsirweb.com/5745-surat-al-hajj-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 8-10 Setelah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang tersesat, bodoh dan taqlid dalam firmanNya: (Di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat (3)) (Surah Al-Hajj) Allah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang menyeru kesesatan dari kalangan pemimpin kekafiran dan ahli bid'ah dengan berfirman: (Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (8)) yaitu tanpa alasan yang benar, dalil naqli yang jelas, bahkan hanya berdasarkan pendapat dan hawa nafsu.Firman Allah: *dengan memalingkan lambungnya) Ibnu Abbas dan lainnya berkata, yaitu “Ketika diajak menuju kebenaran, maka dia enggan”. Mujahid, Qatadah, dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dengan memalingkan lambungnya) yaitu memutar lehernya, yaitu berpaling dari kebenaran yang diserukan kepadanya karena kesombongannya. Sebagaimana firmanNya: (Dan juga kepada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata (38) Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya (39)) (Surah Adz-Dzariyat), (Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul, " niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu (61)) (Surah An-Nisa’), (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (beriman), agar Rasul memintakan ampunan bagi kalian, " mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling, sedangkan mereka menyombongkan diri (5)) (Surah Al-Munafiqun), dan (Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)) (Surah Luqman: 18) yaitu kamu berpaling dari mereka dengan rasa sombong atas mereka.Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan apabila dibacakan kepadanya1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih(7)) (Surah Luqman), Firman Allah: (untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah) Sebagian ulama berkata bahwa ini adalah Lam yang menunjukkan akibat, karena terkadang dimaksudkan untuk itu.Bisa juga mengandung lam ta’lil. Kemudian makna yang dimaksud orang-orang yang ingkar, atau bisa juga maknannya bahwa orang yang berwatak demikian tidak lain Kami menjadikan dia memiliki akhlak rendah agar Kami menjadikan dia termasuk orang yang menyesatkan manusia dari jalan Allah. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ia mendapat kehinaan di dunia) yaitu kehinaan dan kerendahan, sebagaimana dia angkuh terhadap ayat-ayat Allah.Maka Allah membalasnya dengan kehinaan di dunia dan menghukumnya di dunia sebelum akhirat, karena dunia adalah tujuan hidup dan batas pengetahuannya (dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar (9) (Akan dikatakan kepadanya), "Yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu") yaitu hal ini dikatakan terhadapnya sebagai kecaman dan celaan (dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hambaNya) sebagaimana firmanNya: (Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka (47) Kemudian luangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas (48) Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia (49) Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragukannya (50)) (Surah Ad-Dukhan) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Al-Hasan bahwa telah sampai kepadaku bahwa seseorang dari mereka dibakar sebanyak tujuh puluh ribu kali dalam sehari.

Sumber: https://tafsirweb.com/5745-surat-al-hajj-ayat-9.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

9 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 333

Ruku

Ruku 285

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 67 (133/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2604 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22