الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
اُذِنَ
telah diizinkan
لِلَّذِيْنَ
bagi orang-orang yang
يُقَاتَلُوْنَ
(mereka) diperangi
بِاَنَّهُمْ
karena sesungguhnya mereka
ظُلِمُوْاۗ
mereka dianiaya
وَاِنَّ
dan sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
عَلٰى
atas
نَصْرِهِمْ
menolong mereka
لَقَدِيْرٌ
sungguh Maha Kuasa
ۙ
﴿٣٩﴾
Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sung-guh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu,
2634 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dahulu kaum Muslimin pada awal perkembangan mereka, dilarang untuk memerangi orang-orang kafir, dan diperintahkan untuk bersabar mengahadapi gangguan mereka. Kemudian ketika gangguan kaum Musyrikin sudah mencapai puncaknya, sementara Nabi telah keluar berhijrah dari Makkah menuju Madinah, kemudian Islam memiliki kekuatan, Allah mengizinkan kaum Muslimin untuk maju berperang, disebabkan apa yang mereka alami berupa penindasan dan permusuhan. Dan sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menolong mereka dan menghinakan musuh-musuh mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/5775-surat-al-hajj-ayat-39.html

Tafsir as-Sa'di

39. Dimasa permulaan Islam, kaum Muslimin dilarang memerangi kaum kafir dan diperintahkan untuk bersabar terhadap (gangguan) mereka atas dasar hikmah ilahi. Ketika mereka telah berhijrah ke Madinah dan tetap ditindas, sementara telah terhimpun ketahanan diri dan kekuatan, maka mereka diperbolehkan melancarkan peperangan.Sebagaimana tertuang dalam Firman Allah, “telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi.” Dapat dipahami dari ayat tersebut, bahwasanya sebelumnya, mereka dilarang melakukannya. Kemudian Allah mengizinkan bagi mereka untuk memerangi kaum yang melancarkan peperangan (kepada mereka). Allah memberikan lampu hijau bagi mereka (untuk berperang), karena mereka pihak yang terzhalimi, lantaran dihalang-halangi dari (menjalankan) agama mereka dan disakiti karenanya serta diusir dari kampung-kampung mereka “Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu,” maka hendaknya mereka memohon pertolongan kepadaNya dan meminta bantuan padaNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/5775-surat-al-hajj-ayat-39.html

Tafsir Al-Wajiz

39. Orang-orang mukmin yang diperangi orang-orang musyrik telah diizinkan memerangi mereka, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya baik lisan maupun perbuatan oleh orang-orang kafir. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa untuk menolong mereka dengan menghilangkan siksaan orang kafir.Inilah yang menjadi janji Allah dalam dua kondisi. Ayat ini adalah ayat yang pertama turun di Madinah yang mengizinkan untuk berperang, setelah orang mukmin mendapatkan berbagai siksaan di Makkah. Ketika orang mukmin mengadu atas siksaan orang musyrik kepada rasul maka beliau menjawab: Bersabarlah, karena sesungguhnya aku belum mendapat perintah untuk berperang sampai hijrah.Lalu turunlah ayat ini di Madinah. Ketika Nabi berhijrah, Abu Bakar mengatakan: Tunjukkan nabi mereka, sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Sehingga turun ayat ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/5775-surat-al-hajj-ayat-39.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 39-40 Mujahid dan Ad-Dahhak berkata bahwa ini adalah ayat yang diturunkan tentang jihad Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ketika Nabi ﷺ keluar dari Makkah, lalu Abu Bakar berkata,"Mereka mengusir nabi mereka,”Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un, tentu mereka pasti binasa" Ibnu Abbas berkata,”Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguh­nya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu (39)) Abu Bakar berkata,"Maka aku mengetahui bahwa akan terjadi peperangan" Firman Allah (Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu) yaitu Dia mampu menolong hamba-hambaNya yang mukmin tanpa melibatkan mereka dalam peperangan, tetapi Dia berkehendak agar hamba-hambaNya mencurahkan usaha mereka untuk melakukan ketaatan kepadaNya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang), Maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti.Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka (4) Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka (5) dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkanNya kepada mereka (6)) (Surah Muhammad) Sesungguhnya Allah mensyariatkan jihad hanyalah dalam waktu yang sesuai dengannya; karena sesungguhnya ketika mereka berada di Makkah, orang-orang musyrik jumlahnya lebih banyak.Seandainya orang-orang muslim yang jumlahnya lebih sedikit dari sepersepuluh jumlah orang-orang musyrik, diperintahkan untuk memerangi mereka, maka amat berat bagi mereka melakukannya. Karena itu setelah penduduk Yatsrib berbaiat kepada Rasulullah ﷺ di malam 'Aqabah, yang saat itu jumlah mereka ada delapan puluh orang. Mereka berkata,"Wahai Rasulullah, bolehkan kami menyerang penduduk lembah ini?" yang mereka maksud adalah orang-orang Mina di malam-malam ketika di Mina.Maka Rasulullah ﷺ bersabda,"Sesungguhnya aku belum diperintahkan untuk melakukannya" Setelah orang-orang musyrik melampaui batas dan mengusir Nabi ﷺ dari mereka, bahkan mereka bermaksud membunuhnya, sebagian di antara para sahabatnya berpencar, pergi meninggalkan Makkah; sebagian di antara mereka berhijrah ke Habasyah, dan sebagian lainnya ke Madinah. Setelah mereka semua berada di Madinah, lalu Rasulullah ﷺ datang kepada mereka. Maka mereka berkumpul dan menolong beliau.Sehingga jadilah Madinah merupakan kota dan benteng Islam, yang mereka jadikan tempat berlindung. Saat itu Allah memerintahkan berjihad melawan musuh-musuh mereka. Ini merupakan ayat jihad yang pertama diturunkan, yaitu firmanNya سبحانه وتعالى: (Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.Dan sesungguh­nya Allah benar-benar Maha Kuasa (39) menolong mereka itu, (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar) (kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah”) yaitu mereka sama sekali tidak pernah berbuat jahat dan tidak mempunyai dosa apa pun terhadap kaumnya, melainkan hanya karena mereka mengesakan Allah dan menyembahNya, tidak ada sekutu bagiNya. Ini adalah Istisna munqathi’ yang berhubungan dengan kejadian yang sebenarnya. Adapun bagi orang-orang musyrik hal itu merupakan suatu dosa besar berat, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kalian karena kalian beriman kepada Allah, Tuhan kalian) (Surah Al-Mumtahanah: 1) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang kisah ashabul ukhdud, yaitu: (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (8)) (Surah Al-Buruj) Oleh karena itu orang-orang muslim mengucapkan syair-syair saat mereka membangun parit: “Ya Allah, seandainya bukan karena Engkau, maka kami tidak akan mendapat petunjuk, tidak bersedekah dan tidak shalat” “Maka turunkanlah ketenangan kepada kami dan teguhkanlah telapak kaki kami saat bertemu musuh” “Sesungguh­nya mereka melampaui batas kepada kami; mereka bermaksud mem­fitnah kami, tetapi kami menolak” Rasulullah ﷺ menyetujui ucapan mereka itu dan beliau ikut mengucap­kannya bersama mereka, Jika mereka mengucapkan "Mereka bermaksud memfitnah kami, tetapi kami menolak" Maka Nabi ﷺ mengucapkan “tetapi kami menolak” dengan suara yang keras.Kemudian Allah سبحانه وتعالى : (Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain) yaitu seandainya Allah tidak menolak suatu kaum dengan kaum lain dan mencegah kejahatan sebagian manusia dari sebagian lainnya, melalui sarana dan penyebab yang telah Dia ciptakan dan takdirkan, maka bumi ini rusak dan orang kuat akan memakan yang lemah. (tentulah telah dirobohkan biara-biara) yaitu tempat-tempat ibadah yang kecil milik para rahib. Hal ini dikatakan Mujahid, Abu Al-’Aliyah, Adh-Dhahhak, dan lainnya. Qatadah berkata bahwa maknannya adalah tempat peribadatan orang-orang sabi’. (gereja-gereja) yaitu lebih besar daripada yang pertama dan lebih banyak orang di dalamnya.Dan ini adalah milik orang-orang Nasrani juga. Pendapat ini dikatakan Abu Al-’Aliyah, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan lainnya. Ibnu Jubair meriwayatkan dari Mujahid dan lainnya, bahwa itu adalah sinagog-sinagog.Firman Allah: (rumah-rumah ibadat orang Yahudi) Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, bahwa shalawat adalah masjid Ahli Kitab dan masjidnya orang-orang muslim. Adapun masjid khusus bagi orang-orang muslim. Firman Allah: (yang di dalamnya banyak disebutkan nama Allah) Dikatakan bahwa dhamir pada firmanNya: (yang di dalamnya disebut) merujuk kepada masjid, karena lafaz masjid yang paling dekat untuk disebutkan.Adh-Dhahhak berkata bahwa semua itu banyak disebutkan nama Allah di dalamnya . Ibnu Jarir berkata bahwa yang benar adalah bahwa tentulah telah dirobohkan kuil-kuil para rahib, gereja-gereja orang Nasrani, sinagog-sinagog orang Yahudi, dan masjid-masjid orang-orang muslim yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Pengertian inilah yang dipakai dan terkenal dalam pembicaraan orang-orang Arab.Firman Allah: (Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya) sebagaimana firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian (7) Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka (8)) (Surah Muhammad) Firman Allah: (Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa) Allah menggambarkan DzatNya dengan kekuatan dan keperkasaan.Dengan kekuatanNya Dia menciptakan segala sesuatu dan menentukan takdirnya. Dengan keperkasaanNya tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkanNya, bahkan segala sesuatu hina di hadapanNya dan membutuhkanNya. Orang yang ditolong oleh Dzat yang Maha Perkasa dan Maha Kuat, maka dia pasti mendapat kemenangan,sedangkan musuh-musuhnya akan kalah.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul (171) (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan (172) Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang (173)) (Surah Ash-Shaffat)

Sumber: https://tafsirweb.com/5775-surat-al-hajj-ayat-39.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

39 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 337

Ruku

Ruku 290

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 68 (135/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2634 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22