الحج (Al-Hajj)
Per AyatMushaf
وَاِنْ
dan jika
يُّكَذِّبُوْكَ
mereka mendustakan kamu
فَقَدْ
maka sesungguhnya
كَذَّبَتْ
telah mendustakan
قَبْلَهُمْ
sebelum mereka
قَوْمُ
kaum
نُوْحٍ
Nuh
وَّعَادٌ
dan 'Ad
وَّثَمُوْدُ
dan Tsamud
ۙ
﴿٤٢﴾
Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan engkau (Muhammad), begitu pulalah kaum-kaum yang sebelum mereka, kaum Nuh, ‘Ad, dan Samud (juga telah mendustakan rasul-rasul-Nya),
2637 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
42-44. Dan apabila kaummu mendustakan kamu (wahai Rasul) maka sungguh kaum NUh telah mendahului mereka dalam urusan mendustakan para rasul mereka, begitu juga kaum Ad, kaum Tsamud, kaum Ibrahim, kaum Luth, penduduk (Madyan) yang mendustakan Syu’aib, dan Fir’aun dan pengikutnya mendustakan Musa. Namun, Aku tidak menyegerakan siksaan pada mereka, akan tetapi Aku menangguhkan waktu bagi mereka, kemudian Aku siksa masing-masing dari mereka dengan siksaan.Maka (perhatikanlah) bagaimanakah pengingkaranKu terhadap mereka atas kekafiran dan pendustaan mereka dan perubahan kenikmatan yang ada pada mereka dengan siksaan dan kebinasaan?
Sumber: https://tafsirweb.com/5778-surat-al-hajj-ayat-42.html
Tafsir as-Sa'di
42-44. Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad, “Kendatipun kaum musyrikin mendustakan dirimu, tapi engkau bukanlah rasul yang pertama kali didustakan.Dan mereka pun bukan umat manusia yang pertama kali didustakan. Dan mereka pun bukan umat manusia yang pertama kalian mendustakan rasul mereka.” “Sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum mereka kaum Nuh, ‘Ad dan Tsamud dan kaum Ibrahim dan kaum Luth dan penduduk Madyan,” yaitu kaum Nabi Syua’ib. “Dan telah didustakan Musa, lalu Aku tangguhkan (azabKu) untuk orang-orang kafir,” yaitu orang-orang yang mendustakan. Aku tidak menyegerakan siksaan bagi mereka.Justru Aku memberikan masa penangguhan lagi sehingga mereka menjalankan tindak melampaui batas mereka dalam keadaan pandangan yang tertutup, dan semakin bertambah kekufuran dan keburukan mereka. “Kemudian Aku azab mereka,” dengan siksaan oleh Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. “Maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencianKu (kepada mereka itu),” maksudnya pengingkaranKu terhadap kekufuran dan pendustaan mereka. Bagaimanakah keadaannya? Bentuknya adalah hukuman yang sangat berat dan siksaan yang sangat mengerikan.Di antara mereka ada yang ditenggelamkan. Ada yang disambar oleh petir. Sebagian lain dibinasakan oleh angina kencang.Ada yang diratakan dengan bumi. Dan di antara mereka ada yang dikirimi siksaan hari yang dinaungi oleh gumpalan mendung. Hendaknya kaum yang mendustakan memetik pelajaran (dari kejadian-kejadian yang menimpa mereka ini), agar (tidak) ditimpa oleh siksaan yang melanda mereka.Sesungguhnya mereka tidak lebih baik daripada orang-orang sebelumnya. Dan tidak tertuliskan surat bebas (siksaan bagi mereka) di dalam kitab-kitab yang diturunkan dari Allah. Berapa banyak orang-orang yang ditimpa siksaan lagi binasa semisal mereka!
Sumber: https://tafsirweb.com/5778-surat-al-hajj-ayat-42.html
Tafsir Al-Wajiz
42. Jika mereka orang-orang musyrik mendustakan kamu wahai Rasul, maka sesungguhnya sebelum itu, kaum Nuh, ´Aad dan Tsamud, juga telah mendustakan rasul mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/5778-surat-al-hajj-ayat-42.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 42-46 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur nabi Muhammad ﷺ dari pendustaan dari orang yang menentangnya dari kaum beliau: (Dan jika mereka (orang-orang musyrik) mendustakan kamu, maka sesungguhnya telah mendustakan juga sebelum kaum Nuh), hingga allah berfirman (dan Musa juga didustakan) yaitu dengan semua yantg dia bawa berupa mukjizat yang jelas dan dalil yang terang. (lalu Aku tangguhkan (azab-Ku) untuk orang-orang kafir) yaitu maka Kami menangguhkan mereka (kemudian Aku azab mereka, maka (lihatlah) bagaimana besarnya kebencianKu (kepada mereka itu)) yaitu, bagaimana bisa kebencian dan azabKu terhadap mereka. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Musa, dari Nabi ﷺ bersabda:”Sesungguhnya Allah benar-benar memberi tangguh kepada orang yang zalim, hingga ketika Dia mengazabnya, maka dia tidak dapat luput dariNya” Kemudian Nabi ﷺ membaca firmanNya: (Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras (102)) (Surah Hud) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya) yaitu, berapa banyak penduduk kota-kota yang telah Aku binasakan (yang penduduknya dalam keadaan zalim) yaitu mendustakan para rasulNya (maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya) Adh-Dhahhak berkata maknannya adalah atap, yaitu tempat tinggal mereka hancur berantakan dan seluruh bangunan kota dan keramaiannya telah musnah. (dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan) yaitu airnya tidak bisa digunakan untuk mengairi dan dan tidak ada seorang pun yang datang kepadanya, padahal sebelumnya banyak orang datang kepadanya (dan istana yang tinggi) Ikrimah berkata bahwa yang dimaksud adalah gedung dengan batu putih.Diriwayatkan dari Mujahid, ‘Atha’ dan Sa'id bin Jubair hal yang serupa. Dan yang lainnya berkata bahwa Al-masyid artinya bangunan yang dibangun tinggi. Lainnya berkata bahwa Al-masyid adalah benteng.Semua pendapat ini saling berdekatan dan tidak bertentangan, karena pengertiannya menunjukkan bahwa bangunan-bangunan yang kokoh, tinggi dan kuat itu tidak dapat melindungi para penghuninya dari azab Allah yang datang menimpa mereka. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Di mana saja kalian berada, kematian akan mendapatkan kalian, kendatipun kalian di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh) (Surah An-Nisa: 78) Firman Allah: (maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi) yaitu, dengan tubuh dan pikiran mereka juga.Demikian itu merupakan sesuatu yang cukup, (lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?) yaitu mengambil pelajaran darinya (Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada) yaitu bukan buta mata, melainkan buta pandangan hati. Sekalipun pandangan matanya sehat dan tajam, tetapi tidak dapat memanfaatkan dan menyadari informasi itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/5778-surat-al-hajj-ayat-42.html
Informasi
Surat
الحج (Al-Hajj)
Haji — 78 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
42 dari 78 ayat
Juz
Juz 17
Halaman
Halaman 337
Ruku
Ruku 290
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 68 (135/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2637 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-22