الحج (Al-Hajj)

Per AyatMushaf
وَكَاَيِّنْ
dan berapa banyak
مِّنْ
dari
قَرْيَةٍ
kota/negeri
اَمْلَيْتُ
Aku tangguhkan
لَهَا
padanya
وَهِيَ
dan ia (penduduknya)
ظَالِمَةٌ
zalim
ثُمَّ
kemudian
اَخَذْتُهَاۚ
Aku ambil/azabnya (mereka)
وَاِلَيَّ
dan kepada-Ku
الْمَصِيْرُ
tempat kembali
ࣖ
﴿٤٨﴾
Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu).
2643 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan kebanyakan dari negeri-negeri yang berbuat kezhaliman, dimana penduduknya tetap bersikeras di atas kekafiran, lalu Kami tangguhkan mereka, dan tidak Aku timpakan hukuman pada mereka dengan segera, sehingga mereka merasa lengah, kemudian Aku siksa mereka dengan siksaanKu di dunia, dan kepadaKu-lah tempat kembali mereka setelah kehancuran mereka, lalu Aku siksa mereka dengan siksaan yang pantas mereka terima di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/5784-surat-al-hajj-ayat-48.html

Tafsir as-Sa'di

48. “Dan berapa banyak kota yang Aku tangguhkan (azabKu) kepadanya,” Kami menundanya untuk waktu yang lama “yang penduduknya berbuat zhalim,” meskipun mereka berbuat kezhaliman, laju mereka untuk berbuat kezhaliman tidak serta merta membuat Kami mempercepat hukuman (mereka). “Kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepadaKu-lah kembalinya segala sesuatu,” disertai siksa yang menghampiri mereka di dunia, mereka akan kembali kepada Allah, lalu menyiksa mereka dengan siksaNYa. Maka, hati-hatilah orang-orang yang berbuat kezhaliman terhadap datangnya hukuman Allah. Jangan sampai mereka terpedaya dengan penangguhan waktu.

Sumber: https://tafsirweb.com/5784-surat-al-hajj-ayat-48.html

Tafsir Al-Wajiz

48. Berapa banyak kota yang telah Aku tangguhkan azab-Ku kepadanya namun mereka tetap zalim kepada diri mereka sendiri dengan kekufuran seperti kalian wahai para orang kafir. Kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Ku lah tempat kembali segala sesuatu baik setelah binasa

Sumber: https://tafsirweb.com/5784-surat-al-hajj-ayat-48.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 47-48 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ: (Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan) yaitu orang-orang kafir yang tidak menganggap adanya tuhan dan mendustakan Allah, KitabNya, RasulNya, dan hari akhir, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih" (32)) (Surah Al-Anfal) Firman Allah سبحانه وتعالى: (padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janjiNya) yaitu sesuatu yang telah Dia janjikan berupa menegakkan hari kiamat dan mengadakan pembalasan terhadap musuh-musuhNya serta memuliakan kekasih-kekasihNya.Firman Allah: (Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun dari tahun-tahun yang kalian hitung) yaitu Allah سبحانه وتعالى tidak menyegerakan azabNya, karena sesungguhnya seribu tahun bagi makhlukNya itu sama dengan satu hari di sisiNya jika dikaitkan dengan kelembutanNya, dan karena ilmuNya Dia mampu membalas mereka, dan bahwa sesungguhnya tidak ada suatu pun yang luput dariNya, sekalipun Dia menangguhkannya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman sesudah itu: (Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepadaKulah kembalinya (segala urusan) (48)) Mujahid berkata bahwa makna ayat ini sebagaimana firmanNya: (Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu (5)) (Surah As-Sajdah)

Sumber: https://tafsirweb.com/5784-surat-al-hajj-ayat-48.html

Informasi

Surat

الحج (Al-Hajj)

Haji — 78 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

48 dari 78 ayat

Juz

Juz 17

Halaman

Halaman 338

Ruku

Ruku 290

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 68 (135/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2643 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-22