المؤمنون (Al-Mu'minun)
Per AyatMushaf
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
هُمْ
mereka
بِاٰيٰتِ
dengan/kepada ayat-ayat
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
ۙ
﴿٥٨﴾
dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya,
2731 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang mengimani ayat-ayat Allah yang ada di dalam al-Qur’an dan mengamalkannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/5950-surat-al-muminun-ayat-58.html
Tafsir as-Sa'di
58 “dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Rabb mereka,” yaitu jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kebesarn) Nya, maka akan menambah keimanan mereka dan (mengajak mereka) berpikir tentang ayat-ayat al-qur’an dan merenunginya sehingga menjadi jelaslah makna-makna al-qur’an dan keagungan serta keselarasannya, tiadanya unsur yang paling berselisih dan kontradiktif, dan perkara-perkara yang mengajak orang mengarah perenungan, seperti ma’rifatullah, rasa takut kepadaNya, menggantungkan harapan kepadaNya, serta situasi dan kondisi proses cpembalasan amalan. Hal-hal itu menimbulkan perincian (nilai-nilai) keimanan bagi mereka yang tidak bisa diungkapkan dengan bahasa verbal. Mereka memikirkan pula tanda-tanda kebesaranNya yang berada di angkasa, seperti tertuang dalam FirmanNya, “sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,”
Sumber: https://tafsirweb.com/5950-surat-al-muminun-ayat-58.html
Tafsir Al-Wajiz
58. Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Tuhan mereka yang diturunkan dalam Alquran yang agung, juga beriman kepada ayat-ayat kauniyah baik pada setiap jiwa, langit maupun bumi
Sumber: https://tafsirweb.com/5950-surat-al-muminun-ayat-58.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 57-61 Firman Allah: (Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka (57)) yaitu keadaan mereka yang selalu mengerjakan kebaikan, beriman, mengerjakan amal shalih, dan takut kepada Allah serta selalu dicekam rasa khawatir akan tertimpa tipu daya Allah. Sebagaimana yang dikatakan Hasan Al-Bashri, bahwa sesungguhnya orang mukmin itu menggabungkan dalam dirinya kebaikan dan rasa takut. Dan sesungguhnya orang munafik itu menggabungkan dalam dirinya keburukan dan rasa aman dari azab Allah (dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka (58)) yaitu, mereka beriman kepada ayat-ayat Nya, baik yang ada di dalam semesta maupun yang bersifat syari’at, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى yang memberitahukan tentang Maryam: (dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitabNya) (Surah At-Tahrim: 12) yaitu dia merasa yakin bahwa sesungguhnya apa yang terjadi pada dirinya tidak lain merupakan takdir dan keputusan Allah, serta syariat yang telah Dia tetapkan.Syariat Allah itu jika berupa perintah, maka itu dari apa yang Dia sukai dan ridhai. Dan jika berupa larangan, maka dari apa yang Dia benci dan tolak. Dan jika kebaikan, maka itu adalah kebenaran.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun) (59)) yaitu mereka tidak menyembah selain Dia bersamaNya, melainkan mengesakanNya dan mengamalkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, segala sesuatu bergantung kepadaNya, tidak memiliki istri dan anak dan bahwa tidak ada tandingan dan tidak sesuatu yang menyamaiNya. Firman Allah: (Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut, sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka (60)) yaitu mereka memberikan pemberiannya dengan rasa takut dan malu jika tidak diterima, yang hal ini berasal dari perasaan takut mereka jika diri mereka dinilai Allah telah berlaku sembrono terhadap persyaratan pemberian. Ini termasuk ke dalam bagian "bersikap hati-hati dan merasa takut" Ulama lain ada yang membaca ayat ini dengan bacaan: “wal ladziina ya’tuuna maa aatuu wa quluubuhum wajilatun” (Dan orang-orang yang mengerjakan amal perbuatan mereka dengan hati yang takut (kepada Allah) Maknannya sesuai dengan bacaan pertama dan bacaan mayoritas ulama qiraah sab'ah dan lainnya itu lebih jelas, karena itu Allah berfirman: (mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya (61)) Allah menjadikan mereka termasuk orang-orang yang bersegera.Seandainya makna yang dimaksud adalah seperti bacaan yang lainnya, maka tidak diragukan lagi bahwa mereka tidak termasuk orang-orang yang disegerakan, melainkan orang-orang yang pertengahan atau orang-orang yang membatasi dirinya. Hanya Allahlah yang lebih Mengetahui.
Sumber: https://tafsirweb.com/5950-surat-al-muminun-ayat-58.html
Informasi
Surat
المؤمنون (Al-Mu'minun)
Orang-Orang Mukmin — 118 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
58 dari 118 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 345
Ruku
Ruku 298
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 69 (138/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2731 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-23