النّور (An-Nur)

Per AyatMushaf
وَلَوْلَآ
dan mengapa tidak
اِذْ
tatkala
سَمِعْتُمُوْهُ
kamu mendengarnya
قُلْتُمْ
kamu katakan
مَّا
tidak ada
يَكُوْنُ
patut
لَنَآ
bagi kami
اَنْ
untuk
نَّتَكَلَّمَ
kami membicarakan
بِهٰذَاۖ
dengan ini
سُبْحٰنَكَ
Maha Suci Engkau
هٰذَا
ini
بُهْتَانٌ
dusta
عَظِيْمٌ
yang besar
﴿١٦﴾
Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, “Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Mahasuci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar.”
2807 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan mengapa kalian tidak mengatakan, ketika mendengar berita bohong itu, “Tidak boleh bagi kami untuk mengatakan kebohongan ini, sebagai penyucian bagiMu (wahai Tuhanku) dari tuduhan tersebut pada istri RasulMu, Muhammad.” Ini adalah satu bentuk kedustaan besar ditinjau dari sisi tanggungan kesalahan dan dosa yang pantas diterima.

Sumber: https://tafsirweb.com/6144-surat-an-nur-ayat-16.html

Tafsir as-Sa'di

16 “dan mengapa kamu tidak pada waktu mendengar berita bohong itu,” maksudnya, tidaklah kalian, wahai kaum Mukminin ketika mendengar berita bohong itu “kalian katakan,” untuk mengingkari hal itu dan menganggapnya sebagai persoalan yang besar, “sekali-kali tidaklah pantas bagi kita mengatakan ini,” maksudnya, tidak patut dan tidak layak bagi kami untuk mengucapkan perkataan yang sangat jelas kedustaannya ini. Karena seorang Mukmin, keimannanya akan mencegah dirinya untuk melakukan kenistaan-kenistaan ini. “ini adalah dusta,” kebohongan “yang besar,”

Sumber: https://tafsirweb.com/6144-surat-an-nur-ayat-16.html

Tafsir Al-Wajiz

16. Mengapa di waktu mendengar berita bohong itu kamu tidak berkata: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita membicarakan ini, Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami, ini adalah dusta yang besar" Buhtan adalah mengatakan kepada orang lain tentang berita bohong atas seseorang. Kalimat subhanallah diucapkan oleh orang Arab ketika mereka takjub dengan sesuatu yang langka yang luar biasa.

Sumber: https://tafsirweb.com/6144-surat-an-nur-ayat-16.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 16-18 Ini merupakan pelajaran lainnya sesudah pelajaran yang pertama, yaitu menganjurkan agar berbaik prasangka. yaitu, apabila disebutkan suatu hal yang tidak pantas menyangkut diri orang-orang baik, maka yang paling utama adalah janganlah mempunyai prasangka terhadap mereka kecuali prasangka yang baik. Janganlah pula mempunyai perasaan lain dalam dirinya; kemudian jika dalam dirinya terpaut sesuatu dari kecurigaan tersebut, maka janganlah membicarakannya. Karena sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda:”Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى memaafkan umatku terhadap apa yang dibicarakan dalam dirinya, selama dia tidak membicarakan atau mengerjakannya” Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mengapa kalian tidak berkata di waktu mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini”) yaitu tidaklah pantas bagi kita untuk membicarakan hal ini, dan menceritakannya kepada orang lain (Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar) yaitu Maha Suci Allah, jika dikatakan hal ini terhadap istri RasulNya yang paling dicintai.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah memperingatkan kalian agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selamanya) yaitu, Allah melarang kalian seraya mengancam dari melakukan hal yang serupa selamanya. Oleh karena itu Allah berfirman (jika kalian orang-orang yang beriman) yaitu jika kalian benar-benar orang-orang yang beriman kepada Allah dan syariatNya serta memuliakan RasulNya.Adapun orang yang digambarkan dengan kekafiran, maka ada ketentuan lainnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian) yaitu Dia menjelaskan kepada kalian hukum-hukum syariat dan hikmah-hikmah yang terkandung di dalam takdir (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) yaitu, Maha Mengetahui segala sesuatu yang bermanfaat bagi hamba-hambaNya, dan Maha Bijaksana dalam menetapkan syariat dan takdir­Nya

Sumber: https://tafsirweb.com/6144-surat-an-nur-ayat-16.html

Informasi

Surat

النّور (An-Nur)

Cahaya — 64 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

16 dari 64 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 351

Ruku

Ruku 302

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 70 (140/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2807 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-24