النّور (An-Nur)

Per AyatMushaf
اَفِيْ
apakah dalam
قُلُوْبِهِمْ
hati mereka
مَّرَضٌ
penyakit
اَمِ
ataukah
ارْتَابُوْٓا
mereka ragu-ragu
اَمْ
ataukah
يَخَافُوْنَ
mereka takut
اَنْ
bahwa
يَّحِيْفَ
berlaku tidak adil/zalim
اللّٰهُ
Allah
عَلَيْهِمْ
atas mereka
وَرَسُوْلُهٗ
dan Rasul-Nya
ۗبَلْ
sebenarnya
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
هُمُ
mereka
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
ࣖ
﴿٥٠﴾
Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.
2841 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Apakah sebab mereka berpaling itu adalah penyakit kemunafikan yang ada pada hati mereka ataukah karena mereka meragukan kenabian Muhammad? Ataukah sebabnya adalah ketakutan mereka bahwa hokum Allah dan RasulNya akan zhalim (semena-mena)? Sekali-kali tidak, lantaran mereka tidak takut kezhaliman, akan tetapi, sebabnya ialah karena mereka orang-orang yang berbuat zhalim lagi jahat.

Sumber: https://tafsirweb.com/6178-surat-an-nur-ayat-50.html

Tafsir as-Sa'di

50 Allah berfirman dalam nada celaan terhadap mereka atas pembelokan mereka dari hukum syar’I “apakah dalam hati mereka ada penyakit,” yaitu penyakit yang mengeluarkan hati dari kesehatannya, menghilangkan sensitivitasnya, sehingga dia bagaikan orang yang sakit yang menolak hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan (justru) mengarah kepada sesuatu yang dapat mencelakakannya “atau (karena) mereka ragu-ragu,” maksudnya mereka ragu dan hati mereka bimbang mengenai hukum Allah dan RasulNya, dan mereka melancarkan tuduhan bahwa RasulNya tidak menghukumi secara benar, “ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasulNya berlaku zhalim kepada mereka,” maksudnya menetapkan keputusan hukum atas mereka dengan hukuman yang zhalim dan curang. sesungguhnya, inilah sifat-sifat mereka, “sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zhalim,” adapun hukum Allah dan RasulNya, pastilah berada di level puncak keadilan dan kebenaran serta selaras dengan hikmah.Allah berfirman,” dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.” (al-maidah:50).Pada ayat-ayat ini terdapat dalil bahwa iman tidaklah sekedar ucapan (sehingga perlu disertai dengan amalan). Karena itu Allah meniadakan keimanan dari seseorang yang telah berpaling dari ketaatan dan kewajiban tunduk kepada hukum Allah dan RasulNya pada setiap keadaan, dan bahwasanya orang yang tidak patuh kepadanya (hukum itu), menandakan (eksistensi) penyakit pada hatinya dan keraguan dalam keimanannya, dan bahwa diharamkan berburuk sangka terhadap hukum-hukum syari’at, dengan menyangka bahwa hukum syari’at bersebrangan dengan spirit keadilan dan hikmah. Dan setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang telah berpaling dari hukum syar’I, Dia lalu menyebutkan keadaan orang-orang Mukmin yang terpuji.

Sumber: https://tafsirweb.com/6178-surat-an-nur-ayat-50.html

Tafsir Al-Wajiz

50. Apakah dalam hati mereka itu ada kekufuran dan kemunafikan (Istifham di sini adalah istifham inkary) ataukah mereka terganggu dengan kenabianmu dan kemampuanmu dalam menentukan kebenaran, ataukah mereka khawatir Allah dan RasulNya itu menekan dan menzalimi mereka? Tidak, tetapi orang-orang munafik itu menzalimi diri mereka sendiri.Dan {bal} adalah huruf untuk meniadakan kalimat sebelumnya dan menguatkan sesuatu setelahnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6178-surat-an-nur-ayat-50.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 47-52 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang sifat-sifat orang munafik yang mereka menampakkan apa yang berbeda dengan apa yang mereka simpan. Mereka mengatakan suatu ucapan dengan lisan mereka: (Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya)” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu) yaitu ucapan mereka berbeda dengan perbuatannya, dan mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka….), hingga akhir ayat. yaitu ketika mereka diseru untuk mengikuti petunjuk sesuai dengan apa yang diturunkan Allah kepada rasulNya, maka mereka berpaling dari seruan itu dan enggan untuk mengikutinya.Ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dan pada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak bertahkim kepada tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya (60) Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu (61)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh (49)) yaitu apabila keputusan itu untuk mereka, bukan melawan mereka, maka mereka datang dengan patuh, yaitu makna firmanNya (dengan patuh).Apabila keputusannya melawan mereka, maka mereka berpaling dan mengajak kepada selain kebenaran, serta lebih suka mencari keputusan hukum dari selain Nabi ﷺ agar kebathilannya menang. Kepatuhanya pada mulanya bukan timbul dari keyakinan bahwa Nabi ﷺ itu benar, melainkan sesuai dengan hawa nafsunya. Oleh karena itu setelah kebenaran itu bertentangan dengan keinginan mereka, maka dia berpaling darinya kepada yang lainnya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit….) hingga akhir ayat. yaitu sikap mereka itu tidak lain muncul dari dorongan penyakit hati mereka sudah lazim, atau hati mereka dihinggapi keraguan kepada agama, atau mereka khawatir jika Allah dan rasulNya berbuat aniaya dalam hukum terhadap mereka. Bagaimanapun alasannya, itu merupakan kekufuran murni; Allah Maha Mengetahui masing-masing orang dari mereka, dan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka dari sifat-sifat itu Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim) yaitu mereka adalah orang-orang yang zalim dan melampaui batas, Allah dan rasulNya bersih dari apa yang mereka sangka dan apa yang mereka curigai, berupa perbuatan tidak adil dan sewenang-wenang. Maha tinggi Allah dan rasulNya dari perbuatan itu.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan sifat-sifat orang-orang mukmin yang memenuhi seruan Allah dan RasulNya yang tidak menginginkan dalam agamanya selain dari kitab Allah dan sunnah RasulNya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh”) yaitu patuh dan taat. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan mereka dengan keberuntungan. dia memperoleh apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang ditakuti.Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung) Firman Allah: (Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya) dalam mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang Allah (dan takut kepada Allah) atas dosa-dosa yang telah dia lakukan (serta bertakwa kepada Allah) dalam menghadapi sesuatu yang akan datang. Firman Allah: (maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan) yaitu orang-orang yang berhasil meraih semua kebaikan dan selamat dari semua keburukan di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/6178-surat-an-nur-ayat-50.html

Informasi

Surat

النّور (An-Nur)

Cahaya — 64 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

50 dari 64 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 356

Ruku

Ruku 306

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 71 (142/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2841 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-24