النّور (An-Nur)

Per AyatMushaf
وَمَنْ
dan barangsiapa
يُّطِعِ
dia taat
اللّٰهَ
Allah
وَرَسُوْلَهٗ
dan Rasul-Nya
وَيَخْشَ
dan dia takut
اللّٰهَ
Allah
وَيَتَّقْهِ
dan bertakwa kepada-Nya
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
الْفَاۤىِٕزُوْنَ
orang-orang yang mendapat kemenangan
﴿٥٢﴾
Dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.
2843 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan barangsiapa taat kepada Allah dan RasuNya dalam perintah dan larangan, serta takut dampak buruk pelanggaran dan khawatir terhadap siksaan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang beruntung memperoleh kenikmatan di dalam surga.

Sumber: https://tafsirweb.com/6180-surat-an-nur-ayat-52.html

Tafsir as-Sa'di

52 tatkala Allah menyebutkan keutamaan taat dalam berhukum secara khusus, maka Dia menyebutkan keutamaan taat secara umum pada seluruh keadaan. Allah berfirman, ”dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya,” lalu membenarkan al-khabar dan mengikuti perintah Allah dan RasulNya “dan takut kepada Allah,” maksudnya takut kepadaNya dengan ketakutan yang berkaitan dengan pengetahuan, sehingga dia meninggalkan apa yang dilarang, menahan dirinya dari apa yang diinginkan nafsunya “dan bertakwa kepadaNya,” dengan meninggalkan perkara-perkara yang dilarang.Karena, hakikat takwa secara umum, mencakup melakukan perintah dan menjauhi larangan. Tatkala lafazh at-taqwa bersanding dengan lafazh al-birr (kebaikan) atau ath-tha’ah (ketaatan) –sebagaimana dalam pembahasan di sini- maka ditafsirkan dengan membentengi diri dari azab Allah dengan cara meninggalkan kemaksiatan kepadaNya. “maka mereka,” yang telah memadukan antara ketaatan kepada Allah dan RasulNya, rasa takut dan takwa kepadaNya “adalah orang-orang yang mendapat kemenangan,” dengan selamatnya mereka dari azab karena mereka meninggalkan perkara-perkara pemicunya sehingga meraih pahala karena telah menempuh sebab kausalitasnya. Kemenangan hanya terbatas bagi mereka (saja).Adapun orang yang belum menyandangi diri dengan sifat-sifat mereka, maka sungguh dia akan kehilangan kemenangan ini sesuai dengan kadar kekurangan untuk menyempurnakaan sifat-sifat ini. Ayat ini mencakup hak kolektif antara Allah dan RasulNya. Yaitu, ketaatan yang berkonsekuensi kepada keimanan dan (mengandung) hak khusus untuk Allah yaitu rasa takut dan ketakwaan.Masih tersisa (jenis hak) ketiga yang khusus bagi RasulNya, yaitu pemberian dukungan dan pengagungan, sebagaimana Allah telah menggabungkan tiga hak ini dalam surah al-fath. “supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkan (agama) Nya, membesarkannya dan bertasbih kepadaNya di waktu pagi dan petang.” (al-fath:9)

Sumber: https://tafsirweb.com/6180-surat-an-nur-ayat-52.html

Tafsir Al-Wajiz

52. Dan barangsiapa menaati Allah dan rasulNya dalam menjalankan perintah dan hukumNya, takut kepadaNya, dan menghindari azabNya, maka mereka itu adalah orang-orang yang memenangkan kenikmatan dunia

Sumber: https://tafsirweb.com/6180-surat-an-nur-ayat-52.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 47-52 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang sifat-sifat orang munafik yang mereka menampakkan apa yang berbeda dengan apa yang mereka simpan. Mereka mengatakan suatu ucapan dengan lisan mereka: (Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan kami menaati (keduanya)” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu) yaitu ucapan mereka berbeda dengan perbuatannya, dan mereka mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka….), hingga akhir ayat. yaitu ketika mereka diseru untuk mengikuti petunjuk sesuai dengan apa yang diturunkan Allah kepada rasulNya, maka mereka berpaling dari seruan itu dan enggan untuk mengikutinya.Ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur'an) dan pada apa yang diturunkan sebelummu? Mereka hendak bertahkim kepada tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya (60) Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (patuh) kepada apa yang telah diturunkan Allah dan (patuh) kepada Rasul,” (niscaya) engkau (Muhammad) melihat orang munafik menghalangi dengan keras darimu (61)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh (49)) yaitu apabila keputusan itu untuk mereka, bukan melawan mereka, maka mereka datang dengan patuh, yaitu makna firmanNya (dengan patuh).Apabila keputusannya melawan mereka, maka mereka berpaling dan mengajak kepada selain kebenaran, serta lebih suka mencari keputusan hukum dari selain Nabi ﷺ agar kebathilannya menang. Kepatuhanya pada mulanya bukan timbul dari keyakinan bahwa Nabi ﷺ itu benar, melainkan sesuai dengan hawa nafsunya. Oleh karena itu setelah kebenaran itu bertentangan dengan keinginan mereka, maka dia berpaling darinya kepada yang lainnya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah (ketidakdatangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit….) hingga akhir ayat. yaitu sikap mereka itu tidak lain muncul dari dorongan penyakit hati mereka sudah lazim, atau hati mereka dihinggapi keraguan kepada agama, atau mereka khawatir jika Allah dan rasulNya berbuat aniaya dalam hukum terhadap mereka. Bagaimanapun alasannya, itu merupakan kekufuran murni; Allah Maha Mengetahui masing-masing orang dari mereka, dan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka dari sifat-sifat itu Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim) yaitu mereka adalah orang-orang yang zalim dan melampaui batas, Allah dan rasulNya bersih dari apa yang mereka sangka dan apa yang mereka curigai, berupa perbuatan tidak adil dan sewenang-wenang. Maha tinggi Allah dan rasulNya dari perbuatan itu.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan sifat-sifat orang-orang mukmin yang memenuhi seruan Allah dan RasulNya yang tidak menginginkan dalam agamanya selain dari kitab Allah dan sunnah RasulNya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh”) yaitu patuh dan taat. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan mereka dengan keberuntungan. dia memperoleh apa yang diinginkan dan selamat dari apa yang ditakuti.Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung) Firman Allah: (Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya) dalam mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang Allah (dan takut kepada Allah) atas dosa-dosa yang telah dia lakukan (serta bertakwa kepada Allah) dalam menghadapi sesuatu yang akan datang. Firman Allah: (maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan) yaitu orang-orang yang berhasil meraih semua kebaikan dan selamat dari semua keburukan di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/6180-surat-an-nur-ayat-52.html

Informasi

Surat

النّور (An-Nur)

Cahaya — 64 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

52 dari 64 ayat

Juz

Juz 18

Halaman

Halaman 356

Ruku

Ruku 307

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 71 (142/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2843 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-24