الفرقان (Al-Furqan)
Per AyatMushaf
تَبٰرَكَ
Maha Berkah/Suci
الَّذِيْ
(Allah) yang
نَزَّلَ
telah menurunkan
الْفُرْقَانَ
Al Furqan
عَلٰى
atas
عَبْدِهٖ
hamba-Nya
لِيَكُوْنَ
agar dia menjadi
لِلْعٰلَمِيْنَ
bagi seluruh alam
نَذِيْرًا
pemberi peringatan
ۙ
﴿١﴾
Mahasuci Allah yang telah menurunkan Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia).
2856 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Amat agung keberkahan-keberkahan Allah, sangat banyak kebaikan-kebaikanNya, dan sempurna sifat-sifatNya serta MahaTinggi Dzat Yang telah menurunkan al-Qur’an yang memisahkan antara kebenaran dan kebatilan kepada hambaNya, Muhammad agar menjadi seorang utusan (Allah) bagi bangsa manusia dan jin, yang memperingatkan mereka dari siksaan Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html
Tafsir as-Sa'di
1 ini adalah penjelasan tentang keagunganNya yang sempurna dan kemanunggalanNYa di dalam keesaan dari segala sisi, banyaknya kebaikan dan karuniaNYa, seraya berfirman, ”Mahaberkah,” maksudnya, Mahaagung, Mahasempurna sifat-sifatNya dan Mahabanyak kebaikanNya, yang di antara karunia dan nikmatNya yang terbesar adalah bahwa Dia telah menurunkan al-qur’an ini, yang membedakan antara yang halal dengan yang haram, antara petunjuk dengan kesesatan, antara orang-orang yang berbahagia dengan orang-orang yang sengsara, “kepada hambaNya,” yaitu Muhammad yang telah menyempurnakan urutan udubiyah dan menggungguli seluruh rasul; “agar ia menjadi,” maksudnya penurunan al-furqan kepada hambaNYa itu agar menjadi “pemberi peringatan kepada seluruh alam,” yang memberikan mereka peringatan akan siksa Allah dan azabNya, menjelaskan kepada mereka letak-letak keridhaanNya dari kemurkaanNya, sehingga siapa saja yang menerima peringatannya dan mengamalkannya, niscaya (menjadi) termasuk orang-orang yang selamat di dunia dan akhirat, yaitu orang-orang yang meraih kebahagiaan abadi dan kerajaan nan kekal. Apakah ada sesuatu lagi diatas nikmat, karunia dan ihsan ini? Maka Maha luhur Allah yang mana ini merupakan sebagian dari karunia dan berkahNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html
Tafsir Al-Wajiz
1. Maha Agung kekuasaan Allah, Maha Banyak kebaikanNya, dan Bertambahlah kesucianNya dari setiap sekurangan, Dzat yang menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur yang membedakan antara yang haq dan yang bathil kepada hambaNya, Muhammad ﷺ, supaya dia bisa menjadi pemberi peringatan kepada manusia dan jin tentang azab Allah, jika mereka tidak mengimani keesaanNya. Tabaraka dan Taqaddasa itu memiliki satu makna sama.Dan Nabi digambarkan dengan sifat sebagai hamba Allah itu untuk memuliakannya dan memberi penghormatan kepadanya yang berada di tingkat kehambaan tertinggi.
Sumber: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-2 Allah سبحانه وتعالى berfirman secara memuji DzatNya yang Maha Mulia atas apa yang Dia turunkan kepada RasulNya, yaitu Al-Qur'an yang mulia, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya (1) sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal saleh (2)) (Surah Al-Kahfi) Di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maha Suci Allah) dari wazan tafaa'ala berupa keberkahan yang tetap, kokoh, dan kekal (yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran)) Kata Nazzala adalah kata kerja yang menunjukkan makna berulang-ulang dan banyak.Sebagaimana firmanNya: (dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya) (Surah An-Nisa: 136) karena kitab-kitab terdahulu diturunkan sekaligus, sedangkan Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur, terpisah-pisah, dan terinci ayat demi ayat, hukum demi hukum, dan surah demi surah.Ini lebih berkesan dan mendapat perhatian yang dahsyat dari orang yang Al-Qur'an diturunkan kepadanya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam pertengahan surah ini: (Berkatalah orang-orang yang kafir, " Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?” Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya kelompok demi kelompok (32) Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datang kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya (33)) (Surah Al-Furqan) Oleh karena itu Allah menamakan Al-Qur'an di sini dengan Al-Furqan, karena Al-Qur'an membedakan antara kebenaran dan kebathilan, petunjuk dan kesesatan, jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, serta antara yang halal dan yang haram.Firman Allah: (kepada hamba-Nya) Ini adalah sifat yang mengandung makna pujian dan sanjungan karena dimudhafkan kepada kehambaan, sebagaimana hal ini disebutkan dalam salah satu keadaannya yang paling mulia, yaitu saat pada malam Isra’ Mi’raj, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam) (Surah Al-Isra: 1) Sebagaimana Dia menyebutkan hal ini untuk mengajak kepadanya: (Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya (19)) (Surah Al-Jin) Sebagaimana disebutkan saat wahyu diturunkan kepadanya dan malaikat turun menemuinya, lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (1)) Firman Allah: (agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam) yaitu sesungguhnya Allah mengkhususkan kepada beliau kitab yang terperinci, mulia, jelas, lagi muhkam ini yang (Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) yang Allah menjadikannya sebagai pembeda yang besar, sesungguhnya Dia hanya mengkhususkan dengan kitab itu untuk menyampaikan risalah kepada orang yang bernaung di bawah pohon-pohon yang hijau dan orang-orang yang hidup di padang pasir, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda,”Aku diutus kepada bangsa yang berkulit merah dan berkulit hitam” Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia!Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi (Surah Al-A'raf: 158), (pemberi peringatan) yaitu Dzat yang mengutusku adalah Dzat Yang memiliki langit dan bumi, yang berfirman kepada sesuatu,"Jadilah," maka terjadilah, Dialah Dzat yang Menghidupkan dan Mematikan.Demikian pula Allah berfirman di sini: (yang kepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaannya) Dia menyucikan DzatNya dari anak dan sekutu.Kemudian Allah memberitahukan bahwa: (Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya) yaitu segala sesuatu selain Dia adalah makhluk dan dimiliki, dan Dialah Dzat yang Menciptakan, Menguasai, Memiliki dan Tuhannya segala sesuatu dan segala sesuatu itu berada di bawah kekuasaan, pengaturan, ketundukan dan takdirNya
Sumber: https://tafsirweb.com/6257-surat-al-furqan-ayat-1.html
Informasi
Surat
الفرقان (Al-Furqan)
Pembeda — 77 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
1 dari 77 ayat
Juz
Juz 18
Halaman
Halaman 359
Ruku
Ruku 310
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 72 (144/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2856 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-25