الفرقان (Al-Furqan)

Per AyatMushaf
وَيَوْمَ
dan pada hari itu
تَشَقَّقُ
pecah belah
السَّمَاۤءُ
langit
بِالْغَمَامِ
dengan awan/kabut
وَنُزِّلَ
dan diturunkan
الْمَلٰۤىِٕكَةُ
malaikat
تَنْزِيْلًا
sebenar-benar turun
﴿٢٥﴾
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan para malaikat diturunkan (secara) bergelombang.
2880 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ingatlah (wahai Rasul) perihal hari ketika itu langit terpecah belah dan tampak melalui celah-celahnya awan putih lembut. Dan Allah menurunkan malaikat langit pada hari itu, lalu mereka mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar, dan Allah datang untuk memutuskan putusan di antara para hamba, dengan kedatangan yang layak dengan keagunganNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6281-surat-al-furqan-ayat-25.html

Tafsir as-Sa'di

25-26 Allah mengabarkan tentang kedahsyatan, kesengsaraan dan kesulitan pada hari kiamat serta hal-hal yang menakutkan hati, seraya berfirman, ”dan hari ketika langit pecah belah mengeluarkan kabut,” dan kabut itu adalah kabut yang didalamnya Allah turun; Dia turun dari atas langit, hingga langit terbelah dan pecah karenanya, dan turun pula [malaikat-malaikat] pada tiap-tiap langit, kemudian mereka berdiri dengan berbaris, baik satu baris yang mengelilingi semua makhluk (manusia), atau setiap satu langit mereka membentuk satu baris, lalu langit berikutnya satu baris. Dan demikianlah maksudnya, yaitu bahwa para malaikat dengan sebegitu banyak dan kuatnya turun seraya meliputi manusia, mereka tunduk kepada perintah Rabbnya, tidak seorangpun dari mereka yang berbicara kecuali dengan izin dari Allah. Lalu bagaimana menurutmu dengan seorang manusia yang sangat lemah, terutama yang telah melawan Allah Sang Pemilik dengan berbagai dosa besar dan telah lancang melakukan hal-hal yang mengundang murkaNya, lalu dia datang menghadapNya dengan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan dan belum sempat bertaubat?Kemudian Sang Maha Raja lagi pencipta memberikan keputusan untuknya dengan keputusan yang di situ Dia tidak berbuat curang dan tidak pula zhalim sebesar biji sawi pun. Oleh karenanya, Dia berfirman ”dan hari itu adalah hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang yang kafir,” karena kesulitannya yang sangat dan susahnya segala urusan baginya. Berbeda halnya dengan orang Mukmin, Karena hari itu mudah baginya dan ringan ditanggung. “(ingatlah) hati (ketika) kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Yang Maha pemurah sebagai utusan yang terhormat,dan kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke Neraka jahanam dalam keadaan dahaga.” (Maryam:85-86).Dan FirmanNya, ”dan kekuasaan pada hari itu.” yakni pada hari kiamat, “yang haq adalah milik yang Mahapemurah,” tidak ada kekuasaan bagi seorang manusia pun saat itu, dan tidak pula gambaran kekuasaan, sebagaimana adanya dahulu di dunia. Bahkan para raja dan rakyatnya, orang-orang yang merdeka dan budak-budak, orang-orang yang terhormat dan lain-lain pada hari itu menjadi sama. Diantara hal yang melegakan hati dan menentramkan jiwa serta melapangkan dada adalah bahwa Dia menyadarkan “kekuasaan,” saat pada hari kiamat itu kepada namaNya,”ar-rahman” yang rahmatNya meliputi segala Sesutu, mencakup segala yang hidup, memenuhi alam semesta, dan dengannya dunia dan akhirat menjadi makmur, dan dengannya pula segala yang kurang menjadi sempurna,dan setiap kekurangan menjadi habis; dan nama-nama yang menunjukan kepadanya mengalahkan nama-nama yang menunjukkan kepada kemurkaan, dan rahmatNya mendahului dan mengalahkan murkaNya.Maka miliknya-lah keunggulan dan kemenangan. Dan Dia telah menciptakan manusia nan rapuh ini, lalu memuliakan dan menghormatinya untuk menyempurnakan nikmatNya terhadap manusia dan untuk meliputinya dengan rahmatNya. Mereka hadir dalam kondisi terhina, tunduk, dan tenang dihadapanNya.Mereka menunggu apa yang akan diputuskan dan apa yang akan dilakukan terhadap mereka. Sementara Dia lebih sayang kepada mereka daripada diri mereka sendiri dan kedua orang tua mereka. Lalu bagaimana menururtmu dengan perlakuanNya terhadap mereka?Tidak binasa di hadapan Allah selain orang yang binasa, dan tidak akan keluar dari rahamatNya kecuali orang yang telah dikuasai oleh kesengsaraan dan ketetapan azab sudah ditetapkan atasnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6281-surat-al-furqan-ayat-25.html

Tafsir Al-Wajiz

25. Dan pada hari langit terbelah mengeluarkan awan, dan malaikat diturunkan berkelompok-kelompok dari setiap bagian langit, bersiap-siap untuk melaksanakan perintah-perintah Allah pada hari pemisahan dengan membawa catatan-catatan amal para hamba. Demikian itulah hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/6281-surat-al-furqan-ayat-25.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 25-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kengerian hari kiamat dan semua peristiwa besar yang terjadi padanya. Di antaranya adalah terbelahnya langit, lalu mengeluarkan kabut putih, yaitu naungan yang cahaya yang besar dan menyilaukan pandangan, serta turunnya para malaikat dari langit pada hari itu, lalu mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar. Kemudian datanglah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi untuk memberikan keputusan Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir(26)) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) (Surah Ghafir: 16) Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Allah سبحانه وتعالى menggulung langit dengan tangan kananNya, dan menggenggam bumi dengan tangan lainnya, kemudian Dia berfirman:”Akulah Raja, Akulah Yang Maha Membalas, dimanakah raja-raja bumi, dimanakah orang-orang yang melampaui batas, dan dimanakah orang-orang yang sombong?” Firman Allah: (Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir) yaitu sangat sulit, karena hari itu adalah hari keadilan, hari pemberian keputusan dan pemutusan semua perkara.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apabila sangkakala ditiup (8) maka itulah hari yang serba sulit (9) bagi orang-orang kafir tidak mudah (10)) (Surah Al-Muddatstsir) Ini adalah keadaan orang-orang kafir pada hari itu.Adapun keadaan orang-orang mukmin sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu" (103)) (Surah Al-Anbiya’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai!Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul (27)). Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang penyesalan orang zalim yang menyimpang dari jalan Rasulullah ﷺ dan apa yang dia sampaikan dari sisi Allah berupa kebenaran yang jelas yang tidak ada keraguan di dalamnya. Lalu dia menempuh jalan lain, bukan jalan Rasulullah ﷺ.Maka pada hari kiamat dia akan menyesal, yaitu pada hari yang tidak ada gunanya lagi penyesalan, lalu dia menggigit kedua tangannya sebagai karena kekecewaan dan penyesalannya. Sekalipun penyebab turunnya ayat ini tentang Uqbah bin Abu Mu'aith atau lainnya dari kalangan orang-orang yang celaka, tetapi maknanya bersifat umum mencakup semua orang yang zalim, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Duhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul" (66) Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) (67) Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar" (68)) (Surah Al-Ahzab).Setiap orang yang zalim pada hari kiamat akan menyesal dengan dahsyat, dan dia akan menggigit kedua tangannya seraya berkata: (Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul (27) Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan Fulan itu teman akrab(ku) (28)) yaitu karena dia memalingkannya dari jalan petunjuk, lalu membawanya ke jalan kesesatan berupa menyeru kepada kesesatan, baik dia adalah Umayyah bin Khalaf atau saudara laki-lakinya, yaitu Ubay bin Khalaf atau keduanya (Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an) yaitu Al-Qur’an (ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku) yaitu sesudah Al-Qur'an sampai kepadanya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia) yaitu menyesatkannya dan memalingkannya dari kebenaran, lalu membawa dan menyerunya kepada kebathilan

Sumber: https://tafsirweb.com/6281-surat-al-furqan-ayat-25.html

Informasi

Surat

الفرقان (Al-Furqan)

Pembeda — 77 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

25 dari 77 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 362

Ruku

Ruku 312

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 73 (145/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2880 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-25