الفرقان (Al-Furqan)

Per AyatMushaf
لَقَدْ
sesungguhnya
اَضَلَّنِيْ
ia telah menyesatkan aku
عَنِ
dari
الذِّكْرِ
peringatan
بَعْدَ
sesudah
اِذْ
ketika
جَاۤءَنِيْۗ
dia datang kepadaku
وَكَانَ
dan adalah
الشَّيْطٰنُ
syaitan
لِلْاِنْسَانِ
bagi manusia
خَذُوْلًا
tidak menolong/penyesat
﴿٢٩﴾
sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur'an) ketika (Al-Qur'an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.”
2884 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

27-29. Dan ingatlah (wahai Rasul) pada hari orang yang berbuat kezhaliman terhadap dirinya akan menggigit dua tangannya lantaran penyesalan dan kekecewaan, sembari berkata, “Celaka aku, seandainya aku dulu mau mendampingi Rasulullah Muhammad dan mengikutinya untuk menjadikan Islam sebagai jalan menuju surga.”. Dan ia merasakan penyesalan mendalam seraya berkata,”Sekiranya aku dulu tidak menjadikan orang kafir si Fulan itu sebagai teman dekat yang aku ikuti dan aku cintai.Sesungguhnya teman akrab itu telah menyimpangkan diriku dari al-Qur’an setelah datang kepadaku. Dan setan yang terlaknat itu adalah makhluk yang selalu tidak mau menolong manusia.” Dalam ayat-ayat ini terkandung satu peringatan dari menjalin persahabatan dengan teman yang buruk, karena sesungguhnya dia bisa menjadi penyebab teman dekatnya masuk neraka.

Sumber: https://tafsirweb.com/6285-surat-al-furqan-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29 “sungguh dia telah menyesatkanku dari al-qur’an ketika al-qur’an telah datang kepadaku,” di mana dia telah membuat kesesatannya menjadi indah baginya dengan tipudaya dan bujuk rayuannya. “dan setan itu tidak akan menolong manusia,” maksudnya, setan itu menjadikan yang batil menjadi indah baginya dan memburukkan yang haq baginya, bahkan dia menjanjikkan berbagai angan-angan manis, kemudian setan meninggalkannya dan berlepas diri darinya. Sebagaimana dia mengatakan kepada seluruh pengikutnya ketika semua perkara telah diputuskan dan setelah Allah selesai memeriksa (amal perbuatan) seluruh manusia. Maka hendaknya setiap orang memperhatikan dirinya di waktu senggang dan membenahi apa yang bisa dibenahi sebelum dia kelak tidak dapat membenahi diri, dan hendaklah dia berloyalitas kepada orang yang di dalam loyalitas (kesetiaan) kepadanya terdapat kebahagiaan bagi dirinya, dan hendaknya memusuhi orang yang permusuhan terhadapnya menguntungkan dirinya dan persahabatan dengannya membahayakannya.Wallahul muwafiq.

Sumber: https://tafsirweb.com/6285-surat-al-furqan-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. Sungguh sahabat ini menjauhkanku untuk beriman kepada Allah, dan mengingat Allah dan Al-Qur’an, setelah datangnya orang yang menunjukkanku kepada hal itu. Dan setan itu banyak membiarkan orang yang menaatinya dan menelantarkan setiap orang yang mengikutinya sampai menuju kehancuran.

Sumber: https://tafsirweb.com/6285-surat-al-furqan-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 25-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kengerian hari kiamat dan semua peristiwa besar yang terjadi padanya. Di antaranya adalah terbelahnya langit, lalu mengeluarkan kabut putih, yaitu naungan yang cahaya yang besar dan menyilaukan pandangan, serta turunnya para malaikat dari langit pada hari itu, lalu mengelilingi semua makhluk di padang mahsyar. Kemudian datanglah Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi untuk memberikan keputusan Firman Allah سبحانه وتعالى: (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah milik Tuhan Yang Maha Pengasih. Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir(26)) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) (Surah Ghafir: 16) Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Allah سبحانه وتعالى menggulung langit dengan tangan kananNya, dan menggenggam bumi dengan tangan lainnya, kemudian Dia berfirman:”Akulah Raja, Akulah Yang Maha Membalas, dimanakah raja-raja bumi, dimanakah orang-orang yang melampaui batas, dan dimanakah orang-orang yang sombong?” Firman Allah: (Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir) yaitu sangat sulit, karena hari itu adalah hari keadilan, hari pemberian keputusan dan pemutusan semua perkara.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apabila sangkakala ditiup (8) maka itulah hari yang serba sulit (9) bagi orang-orang kafir tidak mudah (10)) (Surah Al-Muddatstsir) Ini adalah keadaan orang-orang kafir pada hari itu.Adapun keadaan orang-orang mukmin sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih, dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu" (103)) (Surah Al-Anbiya’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai!Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul (27)). Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang penyesalan orang zalim yang menyimpang dari jalan Rasulullah ﷺ dan apa yang dia sampaikan dari sisi Allah berupa kebenaran yang jelas yang tidak ada keraguan di dalamnya. Lalu dia menempuh jalan lain, bukan jalan Rasulullah ﷺ.Maka pada hari kiamat dia akan menyesal, yaitu pada hari yang tidak ada gunanya lagi penyesalan, lalu dia menggigit kedua tangannya sebagai karena kekecewaan dan penyesalannya. Sekalipun penyebab turunnya ayat ini tentang Uqbah bin Abu Mu'aith atau lainnya dari kalangan orang-orang yang celaka, tetapi maknanya bersifat umum mencakup semua orang yang zalim, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, "Duhai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul" (66) Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) (67) Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar" (68)) (Surah Al-Ahzab).Setiap orang yang zalim pada hari kiamat akan menyesal dengan dahsyat, dan dia akan menggigit kedua tangannya seraya berkata: (Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul (27) Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan Fulan itu teman akrab(ku) (28)) yaitu karena dia memalingkannya dari jalan petunjuk, lalu membawanya ke jalan kesesatan berupa menyeru kepada kesesatan, baik dia adalah Umayyah bin Khalaf atau saudara laki-lakinya, yaitu Ubay bin Khalaf atau keduanya (Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an) yaitu Al-Qur’an (ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku) yaitu sesudah Al-Qur'an sampai kepadanya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan adalah setan itu tidak mau menolong manusia) yaitu menyesatkannya dan memalingkannya dari kebenaran, lalu membawa dan menyerunya kepada kebathilan

Sumber: https://tafsirweb.com/6285-surat-al-furqan-ayat-29.html

Informasi

Surat

الفرقان (Al-Furqan)

Pembeda — 77 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 77 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 362

Ruku

Ruku 312

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 73 (145/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2884 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-25