الفرقان (Al-Furqan)

Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
رَاَوْكَ
mereka melihat kamu
اِنْ
tidaklah
يَّتَّخِذُوْنَكَ
mereka menjadikan kami
اِلَّا
melainkan
هُزُوًاۗ
ejekan
اَهٰذَا
inikah
الَّذِيْ
yang
بَعَثَ
mengutus
اللّٰهُ
Allah
رَسُوْلًا
Rasul
﴿٤١﴾
Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?
2896 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

41-42. Dan apabila orang-orang yang mendustakan melihatmu (wahai Rasul) mereka mengolok-olok dirimu dengan berkata, “Apakah orang ini yang mengaku-aku bahwa sesungguhnya Allah mengutusnya sebagai utusan kepada kita? Sesungguhnya hampir saja dia memalingkan kita dari penyembahan kepada berhala-berhala kita dengan kekautan hujjah dan penjelasannya, seandainya kita tidak teguh untuk menyembahnya.” Dan mereka itu kelak akan mengetahui tatkala mereka menyaksikan siksaan yang akan mereka peroleh: siapakah orang yang sesat ajaran agamanya; mereka ataukah Muhammad?

Sumber: https://tafsirweb.com/6297-surat-al-furqan-ayat-41.html

Tafsir as-Sa'di

41 maksudnya, “dan apabila mereka melihat kamu,” wahai Muhammad, mereka yang mendustakanmu, para penentang ayat-ayat Allah, yang menyombongkan diri di muka bumi, mereka memperolok-olokanmu, menghinamu dan mengatakan dengan nada menghina dan menyepelekan, “inikah orang yang diutus Allah sebagai Rasul,?” maksudnya, tidak pantas dan tidak layak kalau Allah mengutus si lelaki ini! Ini semua karena sangat memuncaknya kezhaliman dan keras kepala mereka. Mereka memutar balikan kenyataan.Sebab perkataan mereka tersebut memberikan pengertian bahwa Rasululah, -dan ini tidak mungkin-, berada dalam jurang kehinaan dan kenistaan, dan bahwa kalau saja kerasulan itu diberikan kepada selainnya,maka yang demikian itu lebih cocok. “dan mereka berkata, ’mengapa al-qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan tha’if) ini.” (az-zukhruf:31) Perkataan ini tidak akan keluar kecuali dari (mulut) manusia yang paling bodoh, paling sesat atau paling keras kepala, dan dia berpura-pura bodoh yang tujuannya adalah mempropagandakan kebatilan yang dibawanya dengan mendiskriditkan (mencemoohkan) kebenaran dan orang yang membawanya. Kalau tidak demikian, maka siapa saja yang memperhatikan perihal keadaan Muhammad bin Abdillah, niscaya dia menjumpainya sebagai sosok manusia alim, unggul di dalam kecerdasan akal, ilmu, kepribadian, ketangguhan, akhlak mulia, budi pekerti luhur, kehormatan diri, keberanian, kemurahan hati, dan segala akhlak mulia; sementara orang yang menghina dan mencercanya adalah orang yang penuh dengan sifat kedunguan, kebodohan, kesesatan, kontradiksi, zhalim dan melampaui batas yang tidak ada bandingannya. Cukup (untuk mewakili) kebodohan dan kesesatannya adalah sikapnya yang selalu mencemoohkan Rasul yang agung ini, rasul yang penuh semangat dan mulia.Tujuan cemoohan dan ejekan mereka terhadapnya adalah sikap keras mereka (berpegang teguh) pada kebatilan dan untuk memperdaya orang-orang yang kurang berakal.

Sumber: https://tafsirweb.com/6297-surat-al-furqan-ayat-41.html

Tafsir Al-Wajiz

41. Dan ketika orang-orang musyrik itu melihatmu wahai Nabi, maka mereka hanya menjadikanmu tempat olok-olok dan ejekan. Mereka tidak melihatmu kecuali dengan pandangan ini dan berkata: “Inikah orang yang diutus Allah sebagai rasul sebagaimana anggapannya?” Ayat ini diturunkan untuk Abu Jahal.Sesungguhnya dia ketika bertemu Rasulallah ﷺ bersama sahabatnya, dia berkata dengan mengejek: {Inikah orang yang…}

Sumber: https://tafsirweb.com/6297-surat-al-furqan-ayat-41.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 41-44 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang ejekan orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ ketika mereka melihatnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?") (Surah Al-Anbiya: 36) yaitu mereka menuduhnya melakukan aib dan hal yang merendahkan.Dan di sini Allah berfirman: (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (41)) yaitu dengan sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka.Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu! (32)) (Surah Ar-Ra’d) Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?) Mereka bermaksud bahwa dia hampir membelokkan mereka dari menyembah berhala, sekiranya mereka tidak sabar dan tetap menyembah berhala-berhala itu.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memperingatkan dan mengancam mereka: (Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan kepada nabiNya bahwa orang yang telah ditakdirkan celaka dan tersesat oleh Allah, maka tidak ada se­orangpun yang memberikan petunjuk kepadanya selain Allah سبحانه وتعالى (Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya) yaitu mana saja yang dianggap baik hawa nafsunya, maka itu adalah agama dan panutannya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8).Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami?Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya (44)). yaitu mereka lebih buruk keadaannya daripada hewan ternak yang bebas, karena sesungguhnya hewan ternak itu melakukan sesuai dengan dia diciptakan. Sedangkan mereka diciptakan untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, lalu mereka menyembah selain Dia dan menyekutukanNya dengan tuhan lain, sekalipun hujjah ditegakkan dan pengutusan para rasul terhadap mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/6297-surat-al-furqan-ayat-41.html

Informasi

Surat

الفرقان (Al-Furqan)

Pembeda — 77 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

41 dari 77 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 363

Ruku

Ruku 313

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 73 (145/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2896 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-25