الفرقان (Al-Furqan)
Per AyatMushaf
اِنْ
sesungguhnya
كَادَ
hampir
لَيُضِلُّنَا
sungguh ia menyesatkan kita
عَنْ
dari
اٰلِهَتِنَا
tuhan/sesembahan kita
لَوْلَآ
seandainya tidak
اَنْ
sesungguhnya
صَبَرْنَا
kita bersabar
عَلَيْهَاۗ
atasnya/kepadanya
وَسَوْفَ
dan kelak
يَعْلَمُوْنَ
mereka akan mengetahui
حِيْنَ
ketika
يَرَوْنَ
mereka melihat
الْعَذَابَ
azab
مَنْ
siapa
اَضَلُّ
lebih sesat
سَبِيْلًا
jalan
﴿٤٢﴾
Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya.” Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.
2897 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
41-42. Dan apabila orang-orang yang mendustakan melihatmu (wahai Rasul) mereka mengolok-olok dirimu dengan berkata, “Apakah orang ini yang mengaku-aku bahwa sesungguhnya Allah mengutusnya sebagai utusan kepada kita? Sesungguhnya hampir saja dia memalingkan kita dari penyembahan kepada berhala-berhala kita dengan kekautan hujjah dan penjelasannya, seandainya kita tidak teguh untuk menyembahnya.” Dan mereka itu kelak akan mengetahui tatkala mereka menyaksikan siksaan yang akan mereka peroleh: siapakah orang yang sesat ajaran agamanya; mereka ataukah Muhammad?
Sumber: https://tafsirweb.com/6298-surat-al-furqan-ayat-42.html
Tafsir as-Sa'di
42 maka dari itu, mereka mengatakan “sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita,” [si lelaki ini] dengan menjadikan sembahan-sembahan itu hanya satu sembahan saja, “seandainya kita tidak sabar (menyembah)nya,” tentu dia telah menyesatkan kita. Mereka beranggapan, -semoga Allah memperburuk mereka-, bahwa kesesatan itu adalah tauhid, dan bahwa petunjuk (kebenaran) itu adalah kesyirikan yang mereka anut. Maka dari itu mereka saling mengingatkan agar selalu sabar dalam kesyirikan itu, “dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata),’pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) ilah-ilahmu’.” (shad:6) Dan di sini mereka mengatakan, “seandainya kita tidak sabar (menyembahnya),” sabar itu terpuji dalam segala kondisi, kecuali dalam kondisi seperti ini.Sebab kondisi yang satu ini adalah sabar atas sebab kausalitas yang dapat menimbulkan murka, dan sabar atas perbuatan menumpuk kayu bakar Neraka Jahanam. Sedangkan orang-orang beriman, mereka seperti yang diFirmankan oleh Allah tentang mereka, ”nasihat menasihatilah supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihatilah supaya menetapi kesabaran,” (al-ashr:3) Ketika ini merupakan klaim mereka bahwa merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk, sedangkan Rasulullah adalah sesat, padahal sudah pasti bahwa mereka sudah tidak mempunyai alasan lagi, maka Allah mengancam mereka dengan azab, dan Dia informasikan bahwa mereka pada saat itu “di saat mereka melihat azab,” mereka akan mengetahui dengan pengetahuan yang hakiki “siapa,” dia “yang paling sesat jalannya.” “dan (ingatlah) hari (ketika) orang yang zhalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata, ’aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul’.” (al-furqan:27).
Sumber: https://tafsirweb.com/6298-surat-al-furqan-ayat-42.html
Tafsir Al-Wajiz
42. Sungguh kalau tidak karena kemantaban dan keteguhan kita dalam beribadah, dia hampir mengalihkan kita dari menyembah tuhan-tuhan kita dengan kemahirannya dalam membuktikan keesaan (Allah). Mereka akan mengetahui dengan yakin tentang siapa yang lebih jauh dari kebenaran saat menyaksikan azab yang menimpa mereka, apakah mereka atau orang-orang mukmin?!
Sumber: https://tafsirweb.com/6298-surat-al-furqan-ayat-42.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 41-44 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang ejekan orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ ketika mereka melihatnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhanmu?") (Surah Al-Anbiya: 36) yaitu mereka menuduhnya melakukan aib dan hal yang merendahkan.Dan di sini Allah berfirman: (Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (41)) yaitu dengan sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan sesungguhnya beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) telah diperolok-olokan, maka Aku beri tenggang waktu kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka.Maka alangkah hebatnya siksaan-Ku itu! (32)) (Surah Ar-Ra’d) Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?) Mereka bermaksud bahwa dia hampir membelokkan mereka dari menyembah berhala, sekiranya mereka tidak sabar dan tetap menyembah berhala-berhala itu.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memperingatkan dan mengancam mereka: (Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan kepada nabiNya bahwa orang yang telah ditakdirkan celaka dan tersesat oleh Allah, maka tidak ada seorangpun yang memberikan petunjuk kepadanya selain Allah سبحانه وتعالى (Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya) yaitu mana saja yang dianggap baik hawa nafsunya, maka itu adalah agama dan panutannya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8).Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami?Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya (44)). yaitu mereka lebih buruk keadaannya daripada hewan ternak yang bebas, karena sesungguhnya hewan ternak itu melakukan sesuai dengan dia diciptakan. Sedangkan mereka diciptakan untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, lalu mereka menyembah selain Dia dan menyekutukanNya dengan tuhan lain, sekalipun hujjah ditegakkan dan pengutusan para rasul terhadap mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/6298-surat-al-furqan-ayat-42.html
Informasi
Surat
الفرقان (Al-Furqan)
Pembeda — 77 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
42 dari 77 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 363
Ruku
Ruku 313
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 73 (145/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2897 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-25