الفرقان (Al-Furqan)

Per AyatMushaf
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْ
yang
جَعَلَ
telah menjadikan
لَكُمُ
bagi kalian
الَّيْلَ
malam
لِبَاسًا
pakaian
وَّالنَّوْمَ
dan tidur
سُبَاتًا
istirahat
وَّجَعَلَ
dan Dia menjadikan
النَّهَارَ
siang
نُشُوْرًا
bangkit/bangun
﴿٤٧﴾
Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.
2902 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Allah, Dia-lah yang menjadikan malam sebagai penutup bagi kalian dengan kegelapannya, sebagaimana pakaian menutupi kalian. Dan Dia menjadikan tidur sebagai istirahat bagi tubuh-tubuh kalian, dalam tidur itu kalian bisa menjadi tenang dan tentram. dan menjadikan siang bagi kalian untuk bertebaran di muka bumi dan mencari penghidupan.

Sumber: https://tafsirweb.com/6303-surat-al-furqan-ayat-47.html

Tafsir as-Sa'di

47 maksudnya, diantara rahmatNya terhadap kalian dan kelembutanNya adalah Dia menjadikan malam untuk kalian laksana pakaian yang menutupi kalian hingga kalian dapat beristirahat di dalamnya dan merasa hangat dengan tidur serta mobilitas kalian menjadi terhenti, maksudnya, gerakan kalian terhenti saat tidur. Kalau saja tidak ada malam, niscaya manusia tidak akan bisa tenang, dan niscaya mereka terus dalam aktivitasnya, lalu pada akhirnya hal itu sangat membahayakan mereka. Dan kalu terjadi malam terus, tanpa berhenti, maka kehidupan dan berbagai kepentingan mereka terabaikan.Akan tetapi Allah menjadikan siang hari sabagai kehidupan kembali, padanya mereka dapat bertebaran untuk perniagaan, bepergian jauh dan pekerjaan mereka, sehingga dengan begitu terciptalah berbagai maslahat.

Sumber: https://tafsirweb.com/6303-surat-al-furqan-ayat-47.html

Tafsir Al-Wajiz

47. Allah adalah Dzat yang menciptakan untuk kalian malam sebagai penutup segala sesuatu dengan kegelapannya, dan untuk tidur sebagai waktu jeda pekerjaan kalian dan waktu istirahat tubuh kalian. Dia juga menciptakan siang sebagai waktu bangkit supaya manusia bisa bertebaran di dalamnya untuk bekerja dan mencari rejeki.Istilah “As-Subaat” digunakan karena tidur itu menyerupai mati. Dan istilah “An-Nusyur” digunakan karena bangun tidur itu menyerupai hidup.

Sumber: https://tafsirweb.com/6303-surat-al-furqan-ayat-47.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 45-47 Dari sini Allah سبحانه وتعالى menjelaskan dalil-dalil yang menunjuk­kan keberadaan dan kekuasaanNya yang sempurna, bahwa Dia menciptakan segala sesuatu yang beragam dan bertentangan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang?) Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Abu Al-’Aliyah, dan lainnya berkata bahwa itu terjadi di antara terbitnya fajar sampai terbitnya matahari. (dan kalau Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu) yaitu tetap dan tidak hilang, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untuk kalian malam itu terus-menerus”) (Surah Al-Qashash: 71-72) Firman Allah سبحانه وتعالى: (kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu) yaitu, seandainya matahari tidak terbit atas hal itu, maka hal itu tidak akan ada, karena sesungguhnya sesuatu itu tidak dikenal melainkan dengan lawannya.Qatadah dan As-Suddi berkata yaitu sebagai petunjuk yang mengiringi dan mengikutinya sehingga sinar matahari berada di atasnya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada Kami dengan tarikan yang perlahan-lahan (46)) yaitu bayang-bayang. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan (yasiran) adalah perlahan.Ibnu Abbas berkata yaitu dengan cepat Mujahid berkata bahwa maknannya tersembunyi. As-Suddi berkata bahwa maknannya adalah tarikan yang tersembunyi, sehingga tidak ada bayangan lagi di muka bumi melainkan di bawah atap atau di bawah pohon, karena matahari menyinari semua yang ada di atas bumi. Firman Allah: (Dialah yang menjadikan untuk kalian malam (sebagai) pakaian) yaitu, menyembunyikan wujud dan menutupinya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1)) (Surah Al-Lail) dan (demi malam apabila menutupinya (gelap gulita) (4)) (Surah Asy-Syams) (dan tidur untuk istirahat) yaitu menghentikan semua gerakan untuk mengistirahatkan tubuh, karena sesungguhnya anggota tubuh mengalami kelelahan karena banyak pergerakan dalam melakukan sesuatu di siang untuk mencari penghidupan.Apabila malam hari tiba dan menjadi tenang, maka semua gerakan menjadi tenang dan beristirahat, lalu datanglah rasa kantuk, kemudian tertidur. Tidur merupakan istirahat bagi tubuh dan ruh sekaligus (dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha) yaitu, manusia melakukan kegiatan di siang hari untuk mencari peng­hidupan mereka melalui usaha dan kerja, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfiman: (Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya (73)) (Surah Al-Qashash)

Sumber: https://tafsirweb.com/6303-surat-al-furqan-ayat-47.html

Informasi

Surat

الفرقان (Al-Furqan)

Pembeda — 77 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

47 dari 77 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 364

Ruku

Ruku 314

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 73 (145/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2902 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-25