الفرقان (Al-Furqan)
Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
صَرَّفْنٰهُ
Kami telah mempergilirkannya
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
لِيَذَّكَّرُوْاۖ
agar mereka mengambil pelajaran
فَاَبٰىٓ
maka/tetapi enggan
اَكْثَرُ
kebanyakan
النَّاسِ
manusia
اِلَّا
kecuali
كُفُوْرًا
ingkar
﴿٥٠﴾
Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
2905 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sungguh Kami telah menurunkan hujan pada suatu tempat tertentu dan tidak pada tempat yang lain, agar orang-orang yang Kami turunkan kepada mereka hujan tersebut mengingat-ingat nikmat Allah atas mereka, lalu mereka bersyukur kepada Nya dan orang-orang yang tidak mendapatkan guyurannya mengingat-ingat apa yang tidak diturunkan pada mereka, lalu bersegera untuk bertaubat kepada Allah supaya kemudian Dia merahmati mereka dan menurunkan hujan bagi mereka. Namun, kebanyakan manusia menolak kecuali sikap pengingkaran terhadap nikmat-nikmat Kami yang tercurahkan kepada mereka, sebagaiman perkataan mereka, “Kami dicurahi hujan karena rasi bintang anu dan anu.”
Sumber: https://tafsirweb.com/6306-surat-al-furqan-ayat-50.html
Tafsir as-Sa'di
50 setelah Allah menjelaskan ayat-ayat yang nampak dan kasat mata ini, dan mencurahkannya kepada manusia agar mereka mengenalNya, bersyukur (berterima kasih) kepadaNya dan selalu mengingatNya; namun demikian “kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari,” (nikmat Allah tersebut) karena akhlak dan tabiat mereka telah rusak.
Sumber: https://tafsirweb.com/6306-surat-al-furqan-ayat-50.html
Tafsir Al-Wajiz
50. Dan sungguh Kami bagikan hujan ke sejumlah tempat dan waktu yang berbeda dengan kuantitas yang berbeda di antara makhluk bumi supaya mereka mengingat Allah, lalu bersyukur dan mengambil pelajaran dalam hal itu. Namun kebanyakan manusia tidak mau melakukannya, kecuali malah menyangkal nikmat itu dan kurang mempedulikannya.Bangsa Arab menghubungkan turunnya hujan dengan jatuhnya bintang di arah barat yang disertai dengan munculnya fajar di arah timur setiap 13 hari
Sumber: https://tafsirweb.com/6306-surat-al-furqan-ayat-50.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 48-50 Ini juga merupakan kekuasaan Allah yang Maha Sempurna dan Maha Agung, yaitu bahwa Dialah Dzat yang mengirimkan angin sebagai pembawa kabar gembira akan datangnya awan setelahnya. Angin itu beragam sifat dan cirinya, di antaranya ada angin yang menyebarkan awan, membawanya, menggiringnya, dan ada angin yang bertiup sebelum kedatangan awan yang membawa kabar gembira, ada angin yang kencang yang menyapu bumi, dan ada pula angin yang membuahi awan agar menurunkan hujan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih) yaitu sarana untuk bersuci, dan kata “Ath-thahur” seperti kata “As-sahur” dan “Al-waqud” serta lafaz lainnya yang semisal.Demikianlah menurut pendapat yang paling shahih tentang itu. Adapun orang yang mengatakan bahwa itu dari wazan “fa'ul” yang menunjukkan “fa'il” atau sebagai isim yang bentuknya untuk bentuk “mubalagah” dan “muta’addi”, maka masing-masing dari dua pendapat ini mengandung bentuk isykal ditinjau dari segi bahasa dan hukum. Hal ini tidak diuraikan dengan panjang lebar.Hanya Allah yang lebih Mengetahui Diriwayatkan dari Sa'id bin Al-Musayyib dalam ayat ini, dimana dia berkata bahwa Allah menurunkannya dalam keadaan suci, yaitu tidak ada sesuatu pun yang membuatnya najis. Diriwayatkan dari Abu Sa'id, dia berkata, dikatakan kepada Rasulullah ﷺ,”Wahai Rasulullah, bolehkah kami berwudhu dari air sumur Buda'ah, sedangkan ke dalam sumur itu sering dilemparkan sampah dan bangkai anjing?" Rasulullah ﷺ menjawab:”Sesungguhnya air itu suci lagi menyucikan, yang tidak ada sesuatu pun yang membuatnya najis” Firman Allah سبحانه وتعالى: (agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati) yaitu tanah yang telah lama menunggu kedatangan hujan, sedangkan dia dalam keadaan kering, tidak ada tumbuhan dan pepohonan pun padanya. Setelah datang kepadanya kehidupan, maka menjadi hidup dan dipenuhi oleh tumbuhan yang memiliki bunga yang beragam warna.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah) (Surah Al-Hajj: 5) (dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak) yaitu, agar dapat minum darinya semua makhluk hidup baik hewan maupun manusia yang sangat membutuhkannya untuk minum mereka, dan mengairi tanaman dan buah-buahan mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji (28)) (Surah Asy-Syura).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya)) yaitu, Kami menurunkan hujan di suatu kawasan selain di kawasan itu. dan Kami tiupkan awan melewati suatu kawasan dan melampauinya menuju ke kawasan lain, lalu kawasan itu diberi hujan yang cukup dan menjadikannya subur, dan kawasan yang sesudahnya tidak mendapatkan hujan setetes pun. Dalam hal itu Dia memiliki hujjah dan hikmah yang jelas. Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud berkata bahwa tidaklah suatu tahun mempunyai hujan yang lebih banyak daripada tahun lain, tetapi Allah yang membuatnya bergilir sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.Kemudian dia membaca ayat ini: (Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (darinya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari nikmat (50)) yaitu agar mereka mengambil pelajaran dengan bumi yang dihidupkan Allah setelah matinya bahwa Dia Maha Kuasa untuk menghidupkan orang-orang mati dan tulang-belulang yang telah hancur, atau agar orang yang tidak mendapatkan hujan menjadi ingat bahwa dia mengalami musim kering karena suatu dosa yang dia lakukan. Oleh karena itu, dia sadar dan menghentikan perbuatan dosanya Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari nikmat) Ikrimah berkata bahwa mereka adalah orang-orang yang mengatakan,"Kami diberi hujan bintang nau’ ini dan itu" Apa yang dijelaskan Ikrimah ini seperti apa yang disebutkan dalam hadits yang disebutkan dalam hadits shahih Muslim bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada para sahabatnya setelah hujan di malam harinya,"Apakah kalian mengetahui apa yang difirmankan Tuhan kalian?” Mereka menjawab,"Allah dan Rasulallah yang lebih mengetahui” Nabi ﷺ bersabda,"Sebagian di antara hamba-hambaKu pagi hari ini ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Adapun orang yang mengatakan,”Kami diberi hujan dengan kemurahan dan rahmat Allah” maka dia adalah orang yang beriman kepadaKu dan kafir kepada bintang-bintang.Adapun orang yang mengatakan,”Kami diberi hujan oleh bintang nau’ ini dan itu” maka orang itu ingkar kepadaKu dan percaya kepada bintang-bintang”
Sumber: https://tafsirweb.com/6306-surat-al-furqan-ayat-50.html
Informasi
Surat
الفرقان (Al-Furqan)
Pembeda — 77 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
50 dari 77 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 364
Ruku
Ruku 314
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 73 (145/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2905 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-25