الفرقان (Al-Furqan)
Per AyatMushaf
اَلَّذِيْ
Yang
خَلَقَ
menciptakan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضَ
dan bumi
وَمَا
dan apa
بَيْنَهُمَا
diantara keduanya
فِيْ
dalam
سِتَّةِ
enam
اَيَّامٍ
hari/masa
ثُمَّ
kemudian
اسْتَوٰى
Dia menuju
عَلَى
di atas
الْعَرْشِۚ
Arsy'
اَلرَّحْمٰنُ
Maha Pengasih
فَسْـَٔلْ
maka tanyakanlah
بِهٖ
dengannya/tentang itu
خَبِيْرًا
Maha Mengetahui
﴿٥٩﴾
yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).
2914 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam jangka enam hari. Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy (maksudnya, tinggi dan jauh di atas sana) bersemayam yang sesuai dengan keagunganNya. Dia-lah ar-Rahman (YangMaha Pengasih), maka tanyakanlah (wahai nabi) tentang Dia kepada Yang Maha Mengetahui, yaitu Allah Yang Mahamulia sendiri.Dia-lah yang mengetahui sifat-sifatNya, kebesaran, dan keagunganNya. Dan tidak seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah dan lebih teliti tentangNya selain hamba dan rasulNya, Muhammad.
Sumber: https://tafsirweb.com/6315-surat-al-furqan-ayat-59.html
Tafsir as-Sa'di
59 “yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam,” sesudah itu “di atas Arasy,” yang merupakan atap seluruh makhluk, dan yang paling tinggi, paling luas dan yang paling indah. “yang Maha pemurah,” bersemayam di atas ArasyNya yang luasnya meliputi seluruh langit dan bumi dengan namaNya ar-rahman yang rahmatNya meliputi segala sesuatu. Dia bersemayam di atas makhluk terluas dengan sifatNya yang terluas. Melalui ayat ini Dia telah menetapkan (sifat) menciptaNya terhadap seluruh makhluk dan (sifat) mengetahuiNya yang nampak dan yang tidak nampak, dan (menetapkan pula) ketinggianNya di atas Arasy dan (sifat) kejelasanNya tentang mereka. “maka tanyakanlah tentang Allah kepada yang lebih mengetahui (Muhammad),” yang dimaksud adalah menanyakan DiriNya yang mulia (kepada Rasulullah).Allah-lah yang mengetahui sifat-sifat, keagungan dan kemuliaanNya. Dan sungguh Dia telah memberikan penjelasan(nya) kepada kalian tentang hal itu dan telah menjelasakan kepada kalian bagian dari keagungan yang dengannya kalian bisa [berbahagia] karena mengenalNya, sehingga diketahui oleh orang-orang yang mengetahui (al-arifun) dan mereka tunduk kepada keagunganNya, dan orang-orang kafir enggan untuk beribadah kepadaNya dan tidak menyukainya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6315-surat-al-furqan-ayat-59.html
Tafsir Al-Wajiz
59. Dialah Pencipta langit, bumi dan makhluk-makhluk hidup di antara keduanya selama enam hari sesuai hitungan hari di dunia. Jika berkehendak, sungguh Dia akan menciptakan semua itu sekaligus.Kemudian Dia bersemayam di atas Arsy sesuai dengan keagungan dan keluhuranNya. Dialah Dzat Maha Pemurah yang kasih sayangNya diberikan kepada setiap sesuatu. Maka tanyakanlah tentangNya dan hal-hal yang berhubunga denganNya kepada pemberi kabar yaitu orang-orang yang memiliki ilmu tentang kitab Tuhan.
Sumber: https://tafsirweb.com/6315-surat-al-furqan-ayat-59.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 55-60 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kebodohan orang-orang musyrik karena mereka menyembah selain Allah berupa berhala-berhala yang tidak memiliki mudharat dan manfaat tanpa dalil yang menuntun mereka melakukan itu, serta tanpa alasan melakukan penyembahan itu, bahkan semata-mata karena pendapat dan hawa nafsu mereka. Mereka membela berhala-berhala itu dan berperang di jalan mereka, serta memusuhi Allah, Rasulallah, dan orang-orang yang beriman yang ada di antara mereka. Oleh karena itu Allah berfirman: (Adalah orang-orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya) yaitu pembantu yang menolong jalan setan untuk memerangi tentara Allah, padahal tentara Allah itulah yang menang.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan (74) Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka, sedangkan mereka sendirilah yang menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga berhala-berhala itu (75) (Surah Yasin) yaitu, berhala-berhala yang mereka jadikan sembahan mereka selain Allah tidak mampu menolong para penyembahnya.Mereka yang bodoh itulah yang menjadi tentara yang disiapkan untuk membela berhala-berhala sembahannya dan mempertahankan keberadaannya. Akan tetapi, akibat yang terpuji dan kemenangan hanya milik Allah, Rasulallah, dan orang-orang mukmin di dunia dan akhirat. Said bin Jubair berkata tentang firmanNya: (Adalah orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya) dia berkata, yaitu menolong setan untuk memusuhi Tuhannya dengan memusihi dan menyekutukanNya.Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (Adalah orang kafir itu penolong (setan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya) yaitu berpaling Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya ﷺ: (Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan (56)) yaitu pembawa kabar gembira kepada orang-orang mukmin, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang kafir. Menyampaikan kabar gembira tentang surga bagi orang yang taat kepada Allah, dan pemberi peringatan tentang azab yang dahsyat bagi orang yang menentang perintah Allah (Katakanlah, "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kalian dalam menyampaikan risalah itu”) yaitu, aku tidak meminta upah dari harta kalian sebagai imbalan dari penyampaian dan peringatan ini, sesungguhnya aku melakukannya hanya semata-mata mengharapkan ridha Allah سبحانه وتعالى ((yaitu) bagi siapa di antara kalian yang mau menempuh jalan yang lurus (28)) (Surah At-Takwir) (melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya) yaitu jalan, tuntunan, dan cara yang dianut sesuai dengan apa yang aku sampaikan.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati) yaitu b dalam semua urusanmu kepada Allah yang Maha Hidup yang tidak mati selama-lamanya Dialah (Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu) (Surah Al-Hadid: 3) yang Maha kekal, Maha Tetap selama-lamanya, yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri, Tuhan dan Pemilik segala sesuatu.Jadikanlah Dia sebagai tempat mengadu dan tempat berlindungmu. Dialah tempat untuk bertawakal dan mengadu, maka sesungguhnya Dia akan memberimu kecukupan, penolong, pendukung, dan pemberimu keberhasilan. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia) (Surah Al-Maidah: 67) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan bertasbihlah dengan memujiNya) yaitu iringkanlah antara tahmid dan tasbih.Oleh karena itu Rasulullah ﷺ bersabda,”Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memujiMu” yaitu, ikhlaslah dalam beribadah dan bertawakal kepadaNya. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ( (Dialah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung (9)) (Surah Al-Muzzammil) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hambaNya) yaitu dengan ilmuNya Yang Maha Sempurna, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi, dan tidak ada sesuatupun seberat dzarrah yang terhalang dari pengetahuanNya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Yang menciptakan langit dan bumi) hingga akhir ayat. Dia Maha Hidup yang tidak mati, Dia Pencipta segala sesuatu, Tuhan yang memilikinya, yang dengan kekuasaanNya Dia menciptakan tujuh lapis langit yang tinggi dan luas, serta tujuh lapis bumi yang tebal-tebal (dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy) yaitu mengatur urusan dan memutuskan kebenaran, dan Dia adalah sebaik-baik Dzat yang memutuskan. Firman Allah: (kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia) Tanyakanlah tentang Allah kepada orang yang lebih mengetahui, lalu ikutilah dan telusurilah jejaknya.Sudah diketahui bahwa tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui dan lebih mengenal tentang Allah, selain hamba dan RasulNya, yaitu nabi Muhammad ﷺ pemimpin anak nabi Adam secara mutlak di dunia dan akhirat yang semua ucapannya itu bukan menurut hawa nafsunya, melainkan hanya wahyu yang diturunkan kepadanya. Apa yang dia katakan adalah kebenaran, dan apa yang diberitahukan itu adalah kebenaran. Dia adalah Imam yang memutuskan sesuatu, jika manusia bertentangan mengenai suatu masalah, maka diwajibkan bagi mereka untuk mengembalikannya kepadanya.Maka pendapat yang sesuai dengan sabda dan perbuatannya, maka itu benar. Dan pendapat yang bertentangan dengan ucapan dan perbuatannya, maka dikembalikan kepada orang yang mengatakan dan yang melakukannya, siapapun dia. Allah سبحانه وتعالى berfirman: ( Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya)) (Surah An-Nisa: 59) dan (Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil) (Surah Al-An'am: 115) yaitu benar dalam pemberitahuannya, adil dalam semua perintah dan larangannya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia) Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia) dia berkata,”Apa pun yang diberitakan kepadamu maka itu seperti apa yang diberitakan kepadamu” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah, yaitu menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan: (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang," Mereka menjawab,"Siapakah Yang Maha Penyayang itu?”) yaitu, kami tidak mengenal Tuhan Yang Maha Pemurah. Mereka mengingkari penamaan Allah dengan sebutan Dzat yang Maha Pengasih, sebagaimana yang telah mereka ingkari pada hari Perjanjian Hudaibiyah, ketika Nabi ﷺ bersabda kepada penulisnya,"Tulislah “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Maka mereka menjawab,"Kami tidak mengenal Dzat yang Maha Pengasih, dan tidak pula Dzat yang Maha Penyayang, tetapi tulislah perjanjian itu sebagaimana yang biasa kamu tulis, yaitu “Dengan menyebut namaMu, ya Allah” Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى menurunkan: (Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Dzat yang Maha Pengasih. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai nama-nama yang terbaik) (Surah Al-Isra’: 110) yaitu, Dialah Allah dan Dialah Dzat yang Maha Pengasih.Dia berfirman di ayat ini: (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Dzat yang Maha Pengasih" mereka menjawab,"Siapakah Yang Maha Pengasih?”) yaitu kami tidak mengenal dan tidak mengakuiNya (Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepadaNya)) yaitu hanya dengan ucapanmu itu (dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman)) Adapun orang-orang mukmin, mereka menyembah Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, mereka mengesakanNya sebagai Tuhan dan bersujud kepadaNya. Para ulama sepakat bahwa pada ayat sajdah yang ada di surah Al-Furqan dianjurkan untuk melakukan sujud bagi pembaca dan pendengarnya
Sumber: https://tafsirweb.com/6315-surat-al-furqan-ayat-59.html
Informasi
Surat
الفرقان (Al-Furqan)
Pembeda — 77 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
59 dari 77 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 365
Ruku
Ruku 314
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 73 (146/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2914 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-25