الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Per AyatMushaf
وَاغْفِرْ
dan ampunilah
لِاَبِيْٓ
bagi bapakku
اِنَّهٗ
sesungguhnya dia
كَانَ
adalah dia
مِنَ
dari/termasuk
الضَّاۤلِّيْنَ
orang-orang yang sesat
ۙ
﴿٨٦﴾
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
3018 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Doa dari Ibrahim ini adalah agar Allah menyelamatkan bapaknya dari kesesatan kepada hidayah, sehingga Dia mengampuni dan memaafkannya, sebagaimana yang pernah Ibrahim janjikan bagi bapaknya tersebut untuk mendoakan kebaikan baginya. Akan tetapi setelah jelas bagi Ibrahim, bahwa bapaknya itu terus-menerus di dalam kekafiran dan kesyirikan hingga dia mati, Ibrahim berlepas diri darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6496-surat-asy-syuara-ayat-86.html

Tafsir as-Sa'di

86 “dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya dia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,” ini adalah doa (yang) dia panjatkan disebabkan janjinya kepada ayahnya yang telah dia katakan kepadanya, “aku akan meminta ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku,” (Maryam:47) Allah berfirman, “dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu.Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.” (at-taubah:114)

Sumber: https://tafsirweb.com/6496-surat-asy-syuara-ayat-86.html

Tafsir Al-Wajiz

86. Dan ampunilah ayahku dengan menolongnya agar beriman dan mendapatkan hidayah. Sesungguhnya dia termasuk para pendosa yang menyimpang dari jalan yang lurus.

Sumber: https://tafsirweb.com/6496-surat-asy-syuara-ayat-86.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 83-89 Ini adalah permohonan nabi Ibrahim agar diberi hikmah. As-Suddi berkata bahwa itu adalah kenabian. Doanya adalah (dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh) yaitu, jadikanlah aku ke dalam golongan orang-orang shalih di dunia dan akhirat, sebagaimana Nabi ﷺ bersabda ketika menjelang wafatan:”Ya Allah, masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh yang menempati surga yang tertinggi” beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.Firman Allah: (dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian (84)) yaitu jadikanlah aku seorang yang menjadi buah tutur yang baik setelahku yang selalu diingat dan dianut dalam kebaikan. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian (108) (yaitu),"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim” (109) Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik (110)) (Surah Ash-Shaffat) Mujahid dan Qatadah berkata tentang firmanNya: (dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian (84)) yaitu pujian yang baik.Mujahid berkata bahwa itu seperti firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia) (Surah An-NahI: 122), dan firmanNya: (Dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang shalih) (Surah Al-'Ankabut: 27) serta firmanNya (dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalij) (Surah An-Nahl:122) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang memusakai surga yang penuh kenikmatan (85)) yaitu, berikanlah nikmat kepadaku di dunia dengan menjadi buah tutur yang baik setelahku; dan nikmat di akhirat, yaitu Engkau menjadikan aku termasuk orang-orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan Firman Allah: (dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat), sebagaimana firmanNya: (Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku) (Surah lbrahim: 41) Ini merupakan doa yang dicabut kembali oleh nabi Ibrahim, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Adapun permohonan ampunan Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya.Maka ketika jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sungguh, Ibrahim itu seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun (114)) (Surah At-Taubah) Allah سبحانه وتعالى memutuskan permohonan ampunnya untuk ayahnya, sebagaimana Allah berfirman: (Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja," kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya, "Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu") (Surah Al-Mumtahanah: 4) Firman Allah: (dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan (87)) yaitu, lindungilah aku dari kehinaan di hari kiamat dan di hari semua makhluk dibangkitkan dari yang pertama sampai yang terakhir.Firman Allah: ((yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna (88)) yaitu tidak ada yang dapat melindungi seseorang dari azab Allah baik hartanya, sekalipun dia menebusnya dengan emas seisi bumi. (dan anak laki-laki) yaitu sekalipun menebus dengan seluruh manusia yang ada di bumi. Maka tetap tidak ada yang bermanfaat pada hari itu kecuali keimanan kepada Allah dan ikhlas hanya kepadaNya dalam melaksanakan agama serta berlepas diri dari kemusyrikan dan para pengikutnya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (89)) yaitu bersih dari kotoran dan kemusyrikan.Ibnu Sirin berkata bahwa hati yang bersih adalah jika mengetahui bahwa Allah itu benar, dan hari kiamat pasti terjadi, tidak ada keraguan padanya, dan bahwa Allah membangkitkan semua makhluk dari kubur. Mujahid, Al-Hasan dan lainnya berkata (hati yang bersih) adalah bersih dari kemusyrikan. Abu Utsman An-Naisaburi berkata bahwa itu adalah hati yang bersih dari bid'ah dan teguh dengan sunnah.

Sumber: https://tafsirweb.com/6496-surat-asy-syuara-ayat-86.html

Informasi

Surat

الشعراۤء (Asy-Syu'ara')

Para Penyair — 227 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

86 dari 227 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 371

Ruku

Ruku 320

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 74 (148/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3018 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-26