اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
فَاِنْ
maka jika
حَاۤجُّوْكَ
mereka mendebat kamu
فَقُلْ
maka katakanlah
اَسْلَمْتُ
aku menyerahkan
وَجْهِيَ
diriku
لِلّٰهِ
kepada Allah
وَمَنِ
dan orang yang
اتَّبَعَنِ
mengikuti aku
ۗوَقُلْ
dan katakanlah
لِّلَّذِيْنَ
kepada orang-orang yang
اُوْتُوا
(mereka) diberi
الْكِتٰبَ
Kitab
وَالْاُمِّيّٖنَ
dan orang-orang ummi (buta huruf)
ءَاَسْلَمْتُمْ
apakah kamu masuk Islam
ۗ
فَاِنْ
maka jika
اَسْلَمُوْا
mereka masuk Islam
فَقَدِ
maka sungguh
اهْتَدَوْا
mereka mendapat petunjuk
ۚ
وَاِنْ
dan jika
تَوَلَّوْا
mereka berpaling
فَاِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
عَلَيْكَ
kewajiban atasmu
الْبَلٰغُ
menyampaikan
ۗ
وَاللّٰهُ
dan Allah
بَصِيْرٌۢ
Maha Melihat
بِالْعِبَادِ
pada hamba-hambaNya
ࣖ
﴿٢٠﴾
Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.” Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Kitab dan kepada orang-orang buta huruf, ”Sudahkah kamu masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, berarti mereka telah mendapat petunjuk, tetapi jika mereka berpaling, maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
313 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apabila ahli kitab mendebatmu (wahai Rasul) tentang Tauhid setelah engkau menegakkan hujjah kepada mereka, bacakanlah kepada mereka, “Sesungguhnya aku ikhlas untuk Allah semata sehingga aku tidak akan menyekutukan seorangpun pada Nya, begitu pula orang-orang yang mengikutiku dari orang-orang Mukmin, mereka ikhlas kepada Allah dan tunduk kepada Nya”. Dan katakanlah kepada mereka dan kaum musyrikin dari bangsa Arab dan lainnya, “sesungguhnya jika kalian masuk Islam, maka kalian berada di atas jalan yang lurus (Hidayah) dan kebenaran. Dan jika kalian berpaling maka perhitungan amal perbuatan kalian terserah kepada Allah, aku tidak berkewajiban selain menyampaikan saja sedangkan aku telah menjelaskan kepada kalian dan sudah aku tegakkan hujah-hujah kepada kalian, dan Allah mengetahui hamba-hamba Nya, tidak ada satupun dari keadaan mereka yang samar bagi Nya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1152-surat-ali-imran-ayat-20.html
Tafsir as-Sa'di
20. Ketika Allah menjelaskan bahwa agama yang benar di sisiNya hanya islam, dan ahli kitab itu berdialog dengan nabi dengan perdebatan, dan hujjah telah tegak atas mereka, tetapi mereka membangkan terhadapnya, maka Allah memerintahkan kepada NabiNya pada kondisi itu untuk berkata dan memberitakan bahwasanya ia telah berserah dari lahir maupun batin kepada Allah, dan bahwa orang-orang yang mengikutinya juga tetap sepakat dengannya ketundukan yang tulus. Dan agar beliau berkata kepada manusia seluruhnya, dari ahli kitab dan orang-orang yang ummi (orang-orang yang tidak memiliki kitab dari bangsa Arab dan selain mereka) bahwa mereka berserah diri, maka mereka berda dalam jalan yang lurus, petunjuk dan kebenaran.Dan apabila kalian berpaling, maka perhitungan kalian hanya pada Allah, sedang saya tidak memiliki tugas kecuali menyampaikan saja, dan telah saya sapaikan kepada kalian dan telah saya tegakkan hujjah atas kalian.
Sumber: https://tafsirweb.com/1152-surat-ali-imran-ayat-20.html
Tafsir Al-Wajiz
20 Kemudian jika mereka mendebat kamu tentang kebenaran Islam dengan bathil dan perkataan yang bermaksud merubah dan juga berdasar lemah dalam hal tauhid dan agama dalam, maka katakanlah kepada mereka wahai Nabi: “Aku menyerahkan diriku dengan tulus akan agama dan ibadahku kepada Allah dan aku merendahkan seluruh jiwa ragaku, aku tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun. Demikian pula orang-orang yang mengikutiku juga beragama dan beribadah dengan sepenuh hati”. Dan katakanlah kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani dan para Ummiyin yaitu orang-orang musyrik Arab: “Apakah kamu mau masuk Islam dan bersedia menjalankan kewajiban, atau kalian akan tetap dalam kekufuran?”.Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk kepada kebenaran dan meninggalkan kesesatan. Dan jika mereka berpaling dari Islam dan tetap dalam kekufuran, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan ayat-ayat Allah, tidak lebih. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya dan Maha Membalas segala amal perbuatan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/1152-surat-ali-imran-ayat-20.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 18-20 Allah bersaksi dan cukup Dialah yang bersaksi, karena Dialah saksi yang paling benar dan paling adil, serta yang paling benar firmanNya (bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia) yaitu satu-satunya Tuhan bagi seluruh makhluk. Semua makhluk adalah hambaNya, ciptaanNya, dan selalu membutuhkanNya. Allah Maha Kaya yang tidak butuh kepada selainNya, Sebagaimana Allah berfirman, ((Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu.Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya (166)) (Surah An-Nisa) Kemudian Allah menghubungkan kesaksian malaikatNya dan orang-orang yang memiliki pengetahuan dengan kesaksianNya, (Allah bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, dan para malaikat dan orang-orang yang berilmu) Ini adalah penghormatan yang besar bagi para ulama dalam konteks ini. (Qaaiman bil qisthi) dibaca maanshub sebagai haal yaitu yang menegakkan keadilan dalam segala sesuatu, begitu juga (Laa ilaaha illa huwa) adalah penegasan bagi kata sebelumnya. (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Maha perkasa dimana tidak ada yang mampu mengunggulinya dalam hal keagungan dan kebesaran dari segala sisi, yang Maha Bijaksana dalam firmanNya, tindakanNya, hukumNya, dan takdirNya.Firman Allah, (Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam) Ini adalah berita dari Allah, bahwa tidak ada agama yang diterima di sisiNya selain Islam, yaitu mengikuti para rasul dengan apa yang mereka bawa dari Allah pada setiap waktu, hingga akhirnya ditutup oleh nabi Muhammad ﷺ yang mana semua jalan menuju Allah itu terhalang kecuali melalui nabi Muhammad ﷺ. Maka siapa saja yang datang kepada Allah setelah pengutusan nabi Muhammad ﷺ dengan ajaran selain syariatNya, maka agamanya tidak akan diterima. Sebagaimana Allah berfirman, (Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (85)) (Surah Ali 'Imran).Dalam ayat ini Allah juga memberitahukan bahwa agama yang diterima di sisiNya adalah Islam, (Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam) Yaitu bahwa Allah, para malaikat dan orang-orang yang memiliki pengetahuan dari golongan manusia bersaksi bahwa agama yang ada di sisi Allah adalah Islam. Mayoritas ulama’ membacanya dengan dikasrah karena khabar. Kemudian Allah memberitahukan bahwa mereka yang telah diberi Kitab sebelumnya.Mereka berbeda pendapat setelah bukti-bukti yang jelas diberikan kepada mereka dengan pengutusan para rasul dan penurunan kitab-kitab kepada mereka. Allah berfirman: (Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka) yaitu mereka bertikai saling dengki satu sama lain karena kedengkian dan kebencian mereka.Ada di antara mereka yang membawa kedengkian itu terhadap yang lain sehingga mereka menentangnya dalam perkataan dan perbuatan, meskipun itu benar. Kemudian Allah berfirman: (Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah), yaitu barangsiapa mengingkari apa yang diturunkan Allah dalam kitabNya (maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya) yaitu Sesungguhnya Allah akan membalas hal tersebut dan akan menghisabnya atas pendustaannya, serta aka menghukumnya atas pertentangannya terhadap kitabNya.Kemudian Allah berfirman: (J Kemudian jika mereka mendebat kamu) yaitu mendebatmu dalam hal keesaan (maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku") yaitu katakanlah kepada mereka bahwa kamu telah menyerahkan peribatanku kepada Allah saja, tiada sekutu, tandingan, anak, dan juga teman bagiNya. (dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku) atas agamaku dan berkata seperti perkataanku, sebagaimana Allah berfirman (Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik" (108)) (Surah Yusuf) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan hamba dan rasulNya, nabi Muhammad ﷺ untuk mengajak kepada jalanNya, agamaNya, masuk ke dalam syariatNya, apa yang diutuskan Allah kepadanya. kepada kaum Ahli kitab Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang yang tidak bisa membaca dari golongan orang musyrik.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan) yaitu Allah yang akan menghisab tindakan mereka, dan kepadaNyalah tempat kembali mereka. Dialah Dzat yang memberi petunjuk bagi orang yang Dia kehendaki, dan menyesatkan bagi orang yang Dia kehendaki.Dalam hal itu, hikmah dan hujjah yang jelas yang merupakan milikNya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya) Allah mengetahui siapa saja yang pantas mendapatkan petunjuk dari siapa yang pantas mendapatkan kesesatan. Dan Dia adalah Dzat yang tidak dimintai pertanggung jawaban (Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai (23)) (Surah Al-Anbiya’) Hal tersebut tidak lain melainkan karena kebijaksanaan dan rahmatNya.Ayat ini dan ayat-ayat yang serupa yang menerangkan dalil atas keumuman pengutusan nabi Muhammad ﷺ kepada seluruh makhluk, sebagaimana beliau diketahui dari agamanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1152-surat-ali-imran-ayat-20.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
20 dari 200 ayat
Juz
Juz 3
Halaman
Halaman 52
Ruku
Ruku 43
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 11 (21/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-313 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3