النمل (An-Naml)
Per AyatMushaf
لَاُعَذِّبَنَّهٗ
sungguh aku akan menyiksanya
عَذَابًا
siksaan
شَدِيْدًا
yang keras
اَوْ
atau
لَاَا۟ذْبَحَنَّهٗٓ
sungguh aku akan menyembelihnya
اَوْ
atau
لَيَأْتِيَنِّيْ
benar-benar ia datang kepadaku
بِسُلْطٰنٍ
dengan alasan
مُّبِيْنٍ
nyata/terang
﴿٢١﴾
Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.”
3180 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
20-21. Sulaiman memeriksa keadaan burung-burung yang ditundukkan baginyan dan keadaan burung yang tidak hadir. Sebelumnya, ada besertanya seekor burung hud-hud yang istimewa lagi dikenal, akan tetapi dia tidak menjumpainya.Maka ia berkata, “Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud yang biasa aku lihat? Apakah ada penghalang yang menghalanginya dari (penglihatanku) ataukah ia termasuk yang tidak hadir di hadapanku, sehingga aku tidak bisa melihatnya karena ketidakhadirannya?” Tatkala sudah jelas bahwa ia tidak hadir, Sulaiman berkata, “Sesungguhnya aku akan menyiksanya dengan siksaan yang pedih akibat ketidakhadirannya sebagai sanksi baginya atau aku akan benar-benar menyembelihnya sebagai hukuman atas perbuatannya karena ia tidak tunduk patuh terhadap aturan yang berlaku padanya, atau ia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang jelas yang berisi alasan ketidakhadirannya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/6885-surat-an-naml-ayat-21.html
Tafsir as-Sa'di
21 maka saat itulah sulaiman marah kepadanya dan mengencamnya seraya mengatakan, “sungguh aku akan mengazabnya dengan keras,” tidak untuk membunuhnya, “atau benar-benar aku akan menyembelihnya kecuali jika dia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang terang,” maksudnya, argument yang jelas atas ketidak hadirannya. Ini pun menunjukkan keutuhan sifat war’ (sikap ekstra hati-hati) dan keadilannya. Yaitu bahwa sulaiman tidak akan bersumpah atas dasar hanya sekedar akan menghukumnya dengan siksaan atau dengan membunuhnya, karena hal ini tidak mungkin terjadi kecuali karena suatu dosa, sedangkan keabsenan (ketidak hadirannya) bisa jadi karena suatu alasan yang jelas.Maka drai itu sulaiman memberikan pengecualian disebabkan sifat wara’ dan kecerdasan yang dimilikinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6885-surat-an-naml-ayat-21.html
Tafsir Al-Wajiz
21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya agar menjadi pembelajaran yang lain karena tidak hadir tanpa izinku. Kecuali jika dia benar-benar datang kepadaku dengan alasan yang terang".
Sumber: https://tafsirweb.com/6885-surat-an-naml-ayat-21.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 20-21 Firman Allah: (Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna yang dimaksud adalah mencabuti bulunya. Abdullah bin Syaddad berkata bahwa dia mencabuti bulunya, dan menjemurnya. Firman Allah: (atau benar-benar menyembelihnya) yaitu membunuhnya (kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang) yaitu dengan alasan yang jelas dan terang.
Sumber: https://tafsirweb.com/6885-surat-an-naml-ayat-21.html
Informasi
Surat
النمل (An-Naml)
Semut-semut — 93 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
21 dari 93 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 378
Ruku
Ruku 328
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 76 (151/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3180 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-27