النمل (An-Naml)

Per AyatMushaf
وَجَدْتُّهَا
aku menjumpai ia
وَقَوْمَهَا
dan kaumnya
يَسْجُدُوْنَ
mereka bersujud/menyembah
لِلشَّمْسِ
kepada matahari
مِنْ
dari
دُوْنِ
selain
اللّٰهِ
Allah
وَزَيَّنَ
dan menjadikan memandang baik
لَهُمُ
kepada mereka
الشَّيْطٰنُ
syaitan
اَعْمَالَهُمْ
perbuatan mereka
فَصَدَّهُمْ
lalu menghalangi mereka
عَنِ
dari
السَّبِيْلِ
jalan
فَهُمْ
maka mereka
لَا
tidak
يَهْتَدُوْنَۙ
mereka mendapat petunjuk
﴿٢٤﴾
Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,
3183 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Aku mendapati dirinya dan kaumnya menyembah matahari, berpaling dari beribadah kepada Allah. dan setan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan. Maka setan membelokkan mereka dari iman kepada Allah dan bertauhid kepadaNya. Mereka tidak memperoleh petunjuk jalan menuju kepada Allah, bertauhid kepadaNya serta beribadah kepadaNya semata.

Sumber: https://tafsirweb.com/6888-surat-an-naml-ayat-24.html

Tafsir as-Sa'di

24 ”aku mendapatinya dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah,” maksudnya, mereka adalah orang-orang musyrik penyembah matahari. “dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka,” sehingga mereka melihat sesuatu yang mereka anut itulah yang benar. “sehingga mereka tidak dapat petunjuk,” karena orang ynag sudah berkeyakinan bahwa yang dianutnya itu benar, maka tidak mungkin bisa diharap mendapat petunjuk sehingga keyakinannya berubah.

Sumber: https://tafsirweb.com/6888-surat-an-naml-ayat-24.html

Tafsir Al-Wajiz

24. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan buruk mereka itu lalu menghalangi mereka dari jalan Allah, sehingga mereka tidak dapat petunjuk pada kebenaran

Sumber: https://tafsirweb.com/6888-surat-an-naml-ayat-24.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 22-26 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka datanglah) hud-hud ( tidak lama kemudian) yaitu setelah menghilang dalam waktu yang tidak lama, kemudian dia datang seraya berkata kepada nabi Sulaiman: (Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya) yaitu, aku telah menyaksikan apa yang tidak disaksikan olehmu dan tentaramu (dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini) yaitu berita yang benar dan yakin. Saba’ adalah negeri orang-orang Himyar, mereka adalah raja-raja negeri Yaman. Kemudian hud-hud berkata: (Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka) Firman Allah: (dan dia dianugerahi segala sesuatu) yaitu semua perbendaharaan dunia yang diperlukan oleh seorang raja yang berkuasa (serta mempunyai singgasana yang besar) yaitu, singgasana tempat duduknya sangat besar dihiasi dengan emas dan berbagai macam permata dan mutiara. (dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah)) yaitu dari jalan kebenaran (sehingga mereka tidak dapat petunjuk) Firman Allah (agar mereka tidak menyembah Allah) maknanya (dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah) yaitu agar mereka tidak mengetahui jalan yang benar yang ikhlas bersujud hanya kepada Allah semata, bukan kepada sesuatupun dari makhlukNya, baik bintang maupun yang lainnya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kalian hanya kepada-Nya saja menyembah (37)) (Surah Fushshilat) Sebagian ulama’ qiraat membacanya “Alaa yaa isjuduu lillah” yaitu menjadikannya “‘ala istiftahiyyah” dan “ya nida’”, dan membuang “munada”nya. yang bentuk lengkapnya adalah: “Alaa ya qaumus juduu lillah” Firman Allah: (Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu Allah mengetahui semua yang tersembunyi di langit dan bumi.Sa'id bin Al-Musayyib berkata bahwa kata “al-khab’u” adalah air. Demikian juga yang dikatakan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, bahwa maknanya adalah apa yang tersembunyi di langit dan di bumi dan apa yang Dia jadikan dalam keduanya berupa rezeki, hujan dari langit dan tumbuhan dari bumi. Ini sesuai dengan perkataan hud-hud yang diberikan Allah naluri yang tajam, bahwa hud-hud dapat melihat air mengalir di perut bumi.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan Yang mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan) yaitu mengetahui apa yang disembunyikan dan dinyatakan oleh para hamba berupa ucapan dan perbuatan. Ini sebagaimana firmanNya: (Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus, terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari (10)) (Surah Ar-Ra'd) Firman Allah: (Allah, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang agung (26)) yaitu Dialah Allah Dzat yang berhak diseru, yang tiada Tuhan selain Dia, Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung, yang tiada sesuatupun dari makhlukNya lebih agung daripada 'Arsy itu.Berdasarkan apa yang burung hud-hud seru kepada kebaikan dan menyembah serta bersujud hanya kepada Allah, maka burung hud-hud dilarang dibunuh

Sumber: https://tafsirweb.com/6888-surat-an-naml-ayat-24.html

Informasi

Surat

النمل (An-Naml)

Semut-semut — 93 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

24 dari 93 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 379

Ruku

Ruku 328

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 76 (151/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3183 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-27