النمل (An-Naml)

Per AyatMushaf
قَالَ
berkata
الَّذِيْ
yang/orang
عِنْدَهٗ
disisinya/mempunyai
عِلْمٌ
ilmu
مِّنَ
dari
الْكِتٰبِ
Al Kitab
اَنَا۠
saya
اٰتِيْكَ
mendatangkan kepadamu
بِهٖ
dengannya
قَبْلَ
sebelum
اَنْ
saya
يَّرْتَدَّ
berkedip
اِلَيْكَ
kepadamu
طَرْفُكَۗ
matamu
فَلَمَّا
maka tatkala
رَاٰهُ
(Sulaeman) melihatnya
مُسْتَقِرًّا
berdiri tegak
عِنْدَهٗ
disisinya/mempunyai
قَالَ
berkata
هٰذَا
ini
مِنْ
dari
فَضْلِ
karunia
رَبِّيْۗ
Tuhanku
لِيَبْلُوَنِيْٓ
untuk mengujiku
ءَاَشْكُرُ
apakah aku bersyukur
اَمْ
atau
اَكْفُرُۗ
aku ingkar
وَمَنْ
dan barangsiapa
شَكَرَ
bersyukur
فَاِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
يَشْكُرُ
ia bersyukur
لِنَفْسِهٖۚ
untuk dirinya sendiri
وَمَنْ
dan barangsiapa
كَفَرَ
ingkar
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
رَبِّيْ
Tuhanku
غَنِيٌّ
Maha Kaya
كَرِيْمٌ
Maha Mulia
﴿٤٠﴾
Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.”
3199 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang yang memiliki ilmu dari al-Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kedipan dua pelupuk matamu ketika bergerak untuk melihat sesuatu.” Maka Sulaiman mengizinkannya. Lalu orang itu berdoa kepada Allah, dan ia pun berhasil membawa singgasana itu. Ketika Sulaiman melihat singgasana itu tiba di depannya dan berada di sisinya, ia berkata, “Ini adalah diantara karunia Tuhanku yang telah menciptakanku dan menciptakan seluruh alam ini, guna mengujiku, apakah aku akan besyukur dengan kejadian itu sebagai pengakuan atas nikmat-nikmat Allah kepadaku ataukah aku akan mengkufuri nikmat dengan tidak bersyukur?Barangsiapa bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, sesungguhnya manfaat bersyukur itu kembali padanya, dan barangsiapa mengingkari nikmat dan tidak bersukur, sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, tidak membutuhkan rasa syukurnya, juga Mahamulia yang kebaikannya merata meliputi orang yang bersyukur dan orang yang ingkar nikmat di dunia, kemudian Dia akan memperhitungkan amal perbuatan mereka dan memberikan balasan bagi mereka di akhirat.”

Sumber: https://tafsirweb.com/6904-surat-an-naml-ayat-40.html

Tafsir as-Sa'di

38-40 sulaiman telah mengetahui bahwa mereka akan berangkat menuju kepadanya. Maka dia segera berkata kepada jin dan manusia yang hadir disisinya, “siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?” maksudnya, agar kita dapat menguasainya sebelum mereka menyerahkan diri, sehingga harta mereka menjadi terpelihara. “berkatalah ifrit (yang cerdik) drai golongan jin,” ifrit adalah jin yang paling kuat lagi sangat aktif sekali, “ aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya,” secara zahir, sulaiman saat itu berada di negeri syam, sehingga perjalanan pulang pergi antara dia dan negeri saba’ kira-kira sejauh perjalanan 4 bulan: dua pulang untuk pergi dan dua bulan untuk pulang. Namun demikian ifrit berkata,”aku berkomitemen untuk membawanya, bagaimanapun besar dan beratnya serta jauhnya perjalanan, sebelum engkau beranjak dari tempat dudukmu yang saat ini sedang engkau duduki.” Biasanya pertujuan yang panjang itu adalah selama panjangnya waktu dhuha kira-kira sepertiga hari.Ini adalah kebiasaan yang panjang. Dan kadang-kadang kurang dari itu atau lebih. Inilah raja yang agung yang beberapa gelintir dari para pengikutnya mempunyai kekuatan dan kemampuan seperti itu.Yang lebih dahsyat dari itu lagi adalah bahwa, “berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari al-kitab,” para ahli tafsir mengatakan,”seorang lelaki shalih yang ada di sisi sulaiman, namanya Ashaf bin barkhiya’. Dia mengetahu nama Allah yang teragung, yang kalau Allah dimohon dengannya pasti mengabulkan, dan kalau diminta dengannya pasti memberi, “aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip,” dengan berdoa kepada Allah yang teragung itu, hingga singgasana itu hadir saat itu juga. Dia pun berdoa kepada Allah, maka singgasana itu datang.Allah yang lebih mengetahui maksudnya, apakah ini yang dimaksud, atau dia adalah orang yang mempunyai ilmu dari al-kitab yang dengannya dia mempunyai kemampuan untuk mengambil benda yang jauh dan menjangkau sesuatu yang sulit “maka tatkala dia melihat singgasana itu,” maksudnya, sulaiman melihatnya, “terletak di hadapannya,” maka dia memuji kepada Allah atas ketentuanNya, kerajaanNya dan kemudahan segala perkara baginya, dan “dia pun berkata, ‘ini termasuk karunia Rabbku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari’.” Maksudnya, untuk mengujiku dalam hal ini. Jadi, sulaiman sama sekali tidak terpedaya dengan kerajaan, kekuasaan dan kemampuannya, seperti kebiasaan para raja jahiliyyah, bahkan dia mengetahui bahwa itu semua adalah ujian dari Rabbnya. Maka dari itu dia takut kalau tidak bisa mensyukuri nikmat ini.Kemudian dia menjelaskan bahwa kesyukuran itu manfaatnya sama sekali bukan untuk Allah, melainkan kembali kepada orang yang bersyukur itu sendiri, seraya berkata, ”dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku mahakaya lagi Mahamulia.” Mahakaya dari segala amalnya, Mahamulia lagi banyak kebaikannya, meliputi orang yang bersyukur dan yang mengingkari. Hanya saja mensyukuri nikmat-nikmatNya akan menambah nikmat itu sendiri, sedangkan mengingkarinya menyebabkan kemusnahannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6904-surat-an-naml-ayat-40.html

Tafsir Al-Wajiz

40. Berkatalah seorang ulama Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya.Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia. Tidak butuh atas rasa syukurnya. Sikap ini adalah pembelajaran agung untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/6904-surat-an-naml-ayat-40.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 38-40 Nabi Allah Sulaiman telah mengetahui bahwa ketika mereka telah masuk Islam, maka harta dan darah mereka haram baginya. Jadi dia berkata: (Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri? (38)) Demikian juga dikatakan Zuhair bin Muhammad tentang firmanNya (sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri?) Maka haram bagiku harta mereka dengan mereka masuk Islam. ('Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin berkata) Mujahid berkata, yaitu jin yang jahat (Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepada­mu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah sebelum engkau bangkit meninggalkan majelismu. Mujahid berkata, dari tempat dudukmu. (sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya) Ibnu Abbas berkata,yaitu dia kuat membawanya dan dapat dipercaya untuk menjaga semua permata yang ada di dalam singgasana itu.Lalu nabi Sulaiman berkata,"Aku menginginkan yang lebih cepat dari itu" Dari sini, sudah tampak bahwa nabi Sulaiman bermaksud mendatangkan singgasana itu untuk menampakkan kebesaran dari apa yang telah dianugerahkan Allah kepadanya, berupa kerajaan dan apa yang ditundukkan kepadanya berupa tentara yang belum pernah ada seorang pun yang diberi pemberian seperti itu dan tidak pula sesudahnya. Agar hal tersebut dijadikan sebagai bukti kenabiannya di hadapan Balqis dan kaumnya, karena itu adalah sesuatu yang luar biasa dengan mendatangkan singgasananya seperti apa adanya sebelum mereka datang kepada nabi Sulaiman, sedangkan singgasana itu di tempat yang terkunci dan di bawah pengawalan dan penjagaan. Ketika nabi Sulaiman berkata,”Aku menginginkan yang lebih cepat dari itu” (Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab) Qatadah berkata bahwa dia adalah orang yang beriman dari kalangan manusia Firman Allah: (Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip) yaitu,"Angkatlah pandangan ke atas dan lihatlah sejauh matamu memandang, maka sesungguhnya jika matamu merasa lelah dan berkedip, maka singgasana itu berada di hadapanmu” Setelah nabi Sulaiman dan para pembesar kerajaannya melihat dan menyaksikan hal itu ada di hadapannya (ia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku”) yaitu ini adalah nikmat Allah kepadaku (untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguh­nya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri) sebagaimana firmanNya: (Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri) (Surah Fushshilat: 46) dan (dan barangsiapa yang beramal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)) (Surah Ar-Rum: 44) Firman Allah: (Dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia) yaitu Allah Maha Kaya dari hamba-hambaNya dan juga penyembahan mereka, dan Maha Mulia yaitu Maha Mulia dengan DzatNya sekalipun tidak ada seseorang yang menyembahNya, keagunganNya tidak membutuhkan seseorangpun.Sebagaimana yang dikatakan nabi Musa: (Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji) (Surah Ibrahim: 8)

Sumber: https://tafsirweb.com/6904-surat-an-naml-ayat-40.html

Informasi

Surat

النمل (An-Naml)

Semut-semut — 93 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

40 dari 93 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 380

Ruku

Ruku 329

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 76 (152/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3199 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-27