النمل (An-Naml)

Per AyatMushaf
فَلَمَّا
maka tatkala
جَاۤءَتْ
(Ratu) datang
قِيْلَ
dikatakan
اَهٰكَذَا
apakah demikian
عَرْشُكِۗ
singgasanamu
قَالَتْ
(Ratu) berkata
كَاَنَّهٗ
seakan-akan ia
هُوَۚ
ia (singgasanaku)
وَاُوْتِيْنَا
dan kami diberi
الْعِلْمَ
ilmu pengetahuan
مِنْ
dari
قَبْلِهَا
sebelumnya
وَكُنَّا
dan kami adalah
مُسْلِمِيْنَ
orang-orang yang berserah diri
﴿٤٢﴾
Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), “Serupa inikah singgasanamu?” Dia (Balqis) menjawab, “Seakan-akan itulah dia.” (Dan dia Balqis berkata), “Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
3201 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Ketika Ratu Saba’ datang kepada Sulaiman di majelisnya, maka dikatakan kepada wanita itu, “Apakah seperti ini singgasanamu?” ia menjawab, “Sesungguhnya itu menyerupainya.” Maka Sulaiman merasa bahwa wanita itu telah benar dalam jawabannya, dan sesungguhnya ia telah meyakini kekuasaan Allah dan kebenaran kenabian Sulaiman. Sulaiman berkata, “Dan kami telah diberi pengetahuan tentang Allah dan besarnya kekuasaanNya sebelum wanita itu. Dan kami adalah orang-orang yang tunduk kepada perintah Allah lagi mengikuti ajaran agama Islam.”

Sumber: https://tafsirweb.com/6906-surat-an-naml-ayat-42.html

Tafsir as-Sa'di

42 “dan ketika balqis datang,” menghadap sulaiman, maka sulaiman memperlihatkan kepadanya singgasana itu, yang ama balqis belum lama meninggalkannya di negerinya. Dan “ditanyakanlah kepadanya, ’serupa inikah singgasanamu?’” maksudnya, sesungguhnya kami yakin bahwa anda mempunyai singgasana yang sangat besar. Apakah ia serupa dengan singgasana yang kami perlihatkan kepada anda ini? “dia menjawab, ’seakan-akan singgasana ini singgasanaku’,” ini menunjukkan kecerdasan dan kepandaiannya.Ia tidak mengatakan, ’ia ini,” karena adanya perubahan dan modifikasi dalam singgasana tersebut, dan dia juga tidak menafikkan kalau itu adalah singgasananya, karena dia memang mengenalnya. Maka dari itu dia mengungkapkan jawabannya dengan ungkapan yang mengandung dua kemungkinan, mengandung dua sayap makna. Maka sulaiman dengan rasa kagum kepada kehebatan dan kecerdasannya, dan rasa bersyukur kepada Allah karena telah mengaruniakan kepada dirinya karunia yang lebih besar daripada yang dikaruniakanNya kepada balqis, berkata, ”kami telah diberi pengetahuan sebelumnya,” maksudnya, hidayah, kecerdasan dan ketegasan sebelum ratu ini, “dan kami adalah orang-orang yang berserahdiri,” inilah hidayah sesungguhnya yang (sangat) bersemangat.Dan ada kemungkinan bahwa ungkapan ini adalah perkataan sang ratu saba’ itu (yang artinya), dan kami telah diberi pengetahuan tentang kerajaan sulaiman, kekuasaan dan kehebatannya sebelum keadaan di mana kami melihta kemampuannya menghadirkan singgasana ini dari jarak yang sangat jauh. Maka dari itu kami tunduk kepadanya, kami datang dengan berserah diri dan tunduk pada kekuasaannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/6906-surat-an-naml-ayat-42.html

Tafsir Al-Wajiz

42. Ketika Bilqis datang, dia ditanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya sehingga kami mengenalinya. Kami adalah orang-orang yang berserah diri".Maka Sulaiman berkata setelah mendengar jawaban Bilqis: Bilqis telah mendapat ilmu dengan kekuasaan Allah, dan kami termasuk orang yang berpegang kepada hukum Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/6906-surat-an-naml-ayat-42.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 41-44 Setelah didatangkan singgasana Balqis kepada nabi Sulaiman sebelum dia tiba di hadapannya, maka dia memerintahkan agar singgasana itu diubah sebagian cirinya untuk menguji pengetahuan dan ingatannya saat melihatnya. Apakah dia bisa mengemukakan bahwa itu adalah singgasananya atau dia tidak bisa mengungkap bahwa itu adalah singgasananya? Jadi nabi Sulaiman berkata: ("Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenalinya)”) Ibnu Abbas berkata, Sebagian hiasan singgasana itu dilepas.Mujahid berkata bahwa nabi Sulaiman memerintahkan agar apa yang sebelumnya berwarna merah maka diubah menjadi kuning, yang tadinya kuning diubah menjadi merah, dan yang tadinya hijau diubah menjadi merah, semua warna diubah dari keadaan semula. Ikrimah berkata bahwa mereka menambahkan dan mengurangi sesuatu pada singgasana itu. Qatadah berkata yaitu menjadikan yang bagian bawah menjadikannya bagian atas , dan yang di belakang menjadi di depan, lalu mereka menambahkan dan mengurangi sesuatu padanya. (Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya,“Serupa inikah singgasanamu?”) Ditampilkan kepadanya singgasananya yang telah diubah, dan dia cerdik dan berakal.Selain itu dia juga pandai, berwibawa dan tegas. Maka dia tidak tergesa-gesa mengemukakan bahwa itu adalah singgasananya, mengingat jarak singgasananya dan dirinya . Ia tidak mengatakan juga bahwa itu adalah singgasana lain, berdasarkan apa yang dia lihat padanya masih berupa jejak-jejak dan ciri-ciri singgasananya Maka dia berkata: (Seakan-akan singgasana ini singgasanaku) yaitu menyerupai dan mendekatinya, Ungkapan ini menunjukkan kecerdikan dan kecermatan.Firman Allah: (kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri) Mujahid berkata bahwa yang mengatakan ini adalah nabi Sulaiman. Firman Allah: (Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir (43)) Ini merupakan kelanjutan dari perkataan nabi Sulaiman berdasarkan pendapat Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan selain keduanya, yaitu nabi Sulaiman berkata: (kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri) Balqis dihalang-halangi untuk menyembah hanya kepada Allah: (apa yang disembahnya selama ini selain Allah, karena sesungguh­nya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir) Ini adalah pendapat yang dikatakan Mujahid, Sa'id, dan Hasan. Ibnu Jarir juga mengatakan hal demikian.Kemudian Ibnu Jarir berkata bahwa bisa juga ditafsirkan bahwa dhamir dalam firmanNya, ("Wasaddaha") merujuk kepada nabi Sulaiman atau kepada Allah سبحانه وتعالى, bentuknya adalah mencegahnya untuk menyembah selain Allah, (karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir) Saya berkata, pendapat Mujahid diperkuat bahwa sesungguhnya Balqis menampakkan keislamannya setelah dia memasuki istana kaca sebagaimana pembahasannya akan dijelaskan. Firman Allah: (Dikatakan kepadanya.”Masuklah ke dalam istana.” Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya) Demikian itu karena nabi Sulaiman memerintahkan kepada setan-setan, lalu mereka membangunkan istana yang agung dari kaca untuknya, lalu dialirkan air di bawahnya. Maka orang yang tidak mengetahuinya akan mengira bahwa itu adalah air, padahal ada kaca yang menghalangi antara orang yang berjalan dan air itu.Asal kata “ash-sharh” dalam bahasa Arab adalah istana dan semua bangunan yang tinggi. Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang Fir'aun, (semoga laknat Allah menimpanya) bahwa dia pernah berkata kepada pembantunya, Haman: (Buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (36) (yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa) (Surah Ghafir: 36-37) Kata “Ash-sharh” adalah istana yang tinggi di negeri Yaman, yang bangunannya tinggi.Dan “Al-Mumarrad” adalah bangunan yang kokoh dan licin (terbuat dari kaca) yaitu istana kaca. dan “tamrid” adalah membuatnya licin, dan “marid” adalah nama sebuah benteng di Daumah Al-Jandal. Maknanya adalah bahwa nabi Sulaiman membuat istana besar yang terbuat dari bahan kaca untuk untuk ratu ini untuk memperlihatkan kepadanya kebesaran kerajaan dan kedudukannya. Ketika Balqis melihat apa yang dianugerahkan Allah kepada nabi Sulaiman berupa kebesaran yang dia miliki dan menyaksikan perkara itu, maka tunduklah dia kepada perintah Allah dan meyakini bahwa dia adalah seorang nabi yang mulia dan seorang raja yang besar.Dan dia berserah diri kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu dia berkata: (Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku) yaitu, apa yang pernah dilakukan berupa kekafiran, kemusyrikan, dan penyembahannya dengan kaumnya kepada matahari, selain Allah (dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam) yaitu, mengikuti agama nabi Sulaiman, yaitu menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, yang menciptakan setiap hal dan menentukan kadarnya masing-masing,

Sumber: https://tafsirweb.com/6906-surat-an-naml-ayat-42.html

Informasi

Surat

النمل (An-Naml)

Semut-semut — 93 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

42 dari 93 ayat

Juz

Juz 19

Halaman

Halaman 380

Ruku

Ruku 329

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 76 (152/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3201 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-27