النمل (An-Naml)
Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
اَرْسَلْنَآ
Kami telah mengutus
اِلٰى
kepada
ثَمُوْدَ
Samud
اَخَاهُمْ
saudara mereka
صٰلِحًا
Saleh
اَنِ
sesungguhnya
اعْبُدُوا
sembahlah
اللّٰهَ
Allah
فَاِذَا
maka tiba-tiba
هُمْ
mereka
فَرِيْقٰنِ
dua golongan
يَخْتَصِمُوْنَ
mereka bermusuhan
﴿٤٥﴾
Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), “Sembahlah Allah!” Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
3204 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh (yang berseru), “Esakanlah Allah dan janganlah kalian mengadakan sesembahan lain bersamaNya.” Maka ketika Shaleh mendatangi mereka guna menyerukan (di tengah mereka) kepada bertauhid kepada Allah dan beribadah kepadaNya saja, kaumnya menjadi dua golongan: sebagian beriman kepadanya dan sebagian yang lain mengingkari dakwahnya. Dan masing-masing golongan mengkaliam bahwa kebenaran bersamanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/6909-surat-an-naml-ayat-45.html
Tafsir as-Sa'di
45 Allah menginformasikan bahwasannya Dia telah mengutus kepadamu kaum tsamud, yaitu suatu kabilah yang sangat popular, saudara mereka senasab, yaitu shaleh; dan bahwa shaleh memerintahkan kepada mereka agar beribadah hanya kepada Allah saja dan meninggalkan sembahan-sembahan dan segala bentuk berhala. “tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan,” di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir, dan mereka (yang kafir) adalah yang terbanyak.
Sumber: https://tafsirweb.com/6909-surat-an-naml-ayat-45.html
Tafsir Al-Wajiz
45. Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara nasab mereka, bukan secara agama, yaitu Shaleh yang diminta untuk menyeru: "Sembahlah Allah semata". Tetapi tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan.Yaitu orang mukmin dan kafir, mereka berdebat tentang kenabian Shaleh
Sumber: https://tafsirweb.com/6909-surat-an-naml-ayat-45.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 45-47 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kaum Tsamud dan kisah mereka bersama nabi mereka ketika Allah mengutus nabinya kepada mereka lalu menyeru mereka untuk menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya (Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan) Mujahid berkata yaitu ada yang mukmin dan ada yang kafir, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka, "Tahukah kalian bahwa Saleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?” Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Saleh diutus untuk menyampaikannya” (75) Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kalian imani”(76) (Surah Al-A’raf) (Dia berkata, "Hai kaumku, mengapa kalian minta disegerakan keburukan sebelum (kalian minta) kebaikan?”) yaitu, mengapa kalian meminta agar disegerakan datangnya azab dan tidak meminta rahmat Allah?Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ("Hendaklah kalian meminta ampun kepada Allah, agar kalian mendapat rahmat (46) '' Mereka menjawab, ‘Kami mendapat nasib yang malang karena kamu, dan orang-orang yang bersamamu”) yaitu kami tidak melihat pada wajahmu dan wajah orang-orang yang mengikutimu suatu kebaikan. Mereka adalah orang-orang yang celaka, sehingga tidak sekali-kali ada seseorang dari mereka yang tertimpa keburukan, melainkan berkata bahwa ini akibat kesialan yang dibawa oleh nabi Shalih dan para pengikutnya. Mujahid berkata bahwa kaum Tsamud menganggap mereka sebagai kesialan.Ini sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam memberitahukan tentang kaum Fir'aun: (Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata,"Ini adalah karena (usaha) kami.”Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya) (Surah Al-A'raf: 131) dan (Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini adalah dari sisi Allah.” Dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana, mereka mengatakan, "Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)” Katakanlah,"Semuanya (datang) dari sisi Allah”) (Surah An-Nisa: 78) yaitu berdasarkan ketetapan dan takdirNya.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang penduduk suatu kota ketika para rasul Allah mendatanginya: (Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kalian, sesungguhnya jika kalian tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kalian dan kalian pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami” (18) Utusan-utusan itu menjawab, "Kemalangan kalian itu adalah karena kalian sendiri”) (Surah Yasin: 18-19) dan mereka berkata: (Kami mendapat nasib yang malang karena kamu dan orang-orang yang bersamamu. Saleh berkata,"Nasib kalian ada pada sisi Allah) yaitu Allah membalas kalian karena itu (tetapi kalian kaum yang diuji) Qatadah berkata, kalian diuji dengan ketaatan dan kedurhakaan.Yang jelas bahwa maksud dari firmanNya, (yang diuji) yaitu kalian sedang dibinasakan secara berangsur-angsur dalam kesesatan yang kalian kerjakan
Sumber: https://tafsirweb.com/6909-surat-an-naml-ayat-45.html
Informasi
Surat
النمل (An-Naml)
Semut-semut — 93 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
45 dari 93 ayat
Juz
Juz 19
Halaman
Halaman 381
Ruku
Ruku 330
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 76 (152/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3204 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-27