النمل (An-Naml)
Per AyatMushaf
وَاَنْ
dan supaya
اَتْلُوَا
aku membacakan
الْقُرْاٰنَ
Al-Qur'an
ۚفَمَنِ
maka barangsiapa
اهْتَدٰى
mendapat petunjuk
فَاِنَّمَا
maka sesungguhnya
يَهْتَدِيْ
ia mendapat petunjuk
لِنَفْسِهٖۚ
untuk dirinya sendiri
وَمَنْ
dan barangsiapa
ضَلَّ
sesat
فَقُلْ
maka katakanlah
اِنَّمَآ
sesungguhnya hanyalah
اَنَا۠
aku
مِنَ
dari/termasuk
الْمُنْذِرِيْنَ
orang-orang yang memberi peringatan
﴿٩٢﴾
dan agar aku membacakan Al-Qur'an (kepada manusia). Maka barangsiapa mendapat petunjuk maka sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa sesat, maka katakanlah, “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”
3251 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
91-92. Katakanlah (wahai Rasul) kepada sekalian manusia, “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk beribadah kepada Tuhan Pemilik negeri ini (Makkah) yang telah dijadikan kota suci olehNya atas makhlukNya, agar mereka tidak menumpahkan darah (orang) yang haram dibunuh, atau menzhalimi seseorang didalamya, atau membidik hewan buruan, dan menebang pepohonannya. Dan milikNya-lah segala sesuatu.Dan aku diperintah supaya menjadi orang-orang yang patuh terhadap perintahNya, yang bersegera untuk menaatiNya, dan agar aku membacakan al-Qur’an kepada sekalian manusia. Maka barangsiapa mendapatkan hidayah melalui kandungannya dan mengikuti risalah yang aku bawa, sesungguhnya kebaikan dan balasan baiknya teruntuk bagi dirinya saja.” Dan barangsiapa yang tersesat dari kebenaran, maka katakanlah (wahai Rasul), “Sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kalian dari azab dan hukuman Allah jika kalian tidak beriman. Aku hanyalah salah seorang di antara para rasul yang (ditugaskan untuk) memberi peringatan kepada kaum mereka, dan bukan di tanganku sedikit pun taufik memberikan hidayah itu”
Sumber: https://tafsirweb.com/6956-surat-an-naml-ayat-92.html
Tafsir as-Sa'di
92. “Dan” aku juga pernah diperintah “supaya aku membacakan” kepada kalian “al-Quran,” agar kalian menjadikannya sebagai pedoman, mengikuti dan mempelajari lafazh-lafazhnya dan makna-maknanya. Inilah yang menjadi kewajibanku, dan aku pun telah menunaikannya. “Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk dirinya.” Manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. “Dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan’.” Aku sama sekali tidak memiliki hidayah sedikit pun.
Sumber: https://tafsirweb.com/6956-surat-an-naml-ayat-92.html
Tafsir Al-Wajiz
92. Aku diperintahkan membacakan Al Quran untuk menyerukan kepada manusia keimanan dan ketaatan kepada Allah. Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia mendapat petunjuk untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat dengan kekafiran, serta membangkang dari petunjuk dan sesat, maka katakanlah kepada mereka: "Sesungguhnya aku ini tidak lain hanya bertugas memberi peringatan orang-orang yang durhaka dari ancaman azab Allah"
Sumber: https://tafsirweb.com/6956-surat-an-naml-ayat-92.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 91-93 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan kepada RasulNya dan memerintahkannya agar mengucapkan: (Aku hanya diperintah untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu”) (Surah Yunus: 104) Kaitannya sifat Tuhan kepada negeri ini adalah untuk memuliakan memberi perhatian terhadapnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah) (3) Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (4)) (Surah Quraisy) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Yang telah menjadikannya suci) yaitu sesungguhnya Makkah menjadi kota suci berdasarkan syariat dan takdir hanya karena Dia menjadikannya suci, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda pada hari fathu Makkah:”Sesungguhnya negeri ini telah disucikan oleh Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi.Maka negeri ini adalah suci karena disucikan oleh Allah sampai hari kiamat, duri-durinya tidak boleh dicabut, hewan buruannya tidak boleh diburu, dan barang temuannya tidak boleh dipungut kecuali oleh orang yang hendak mengumumkannya, dan tumbuhannya tidak boleh ditebang” hingga akhir hadits Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan kepunyaanNyalah segala sesuatu) Ini termasuk dalam ‘athaf ‘am ‘alal khash (mengathafkan sesuatu yang umum terhadap sesuatu yang khusus) yaitu bahwa Allah adalah Tuhan negeri ini, dan Tuhan serta Pemilik segala sesuatu, tidak ada Tuhan selain Dia (dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri) yaitu mengesakanNya, ikhlas dan tunduk patuh kepada perintahNya Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan supaya aku membacakan Al-Qur'an) yaitukepada manusia untuk menyampaikannya kepada mereka, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Demikianlah (kisah Isa), Kami membacakannya kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Quran yang penuh hikmah (58)) (Surah Ali Imran) dan (Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar) (Surah Al-Qashash) yaitu, aku adalah orang yang menyampaikan dan memberi peringatan (Maka barang siapa yang mendapat petunjuk, sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya; dan barangsiapa yang tersesat, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan”) yaitu aku mempunyai teladan dari para rasul terdahulu yang memberikan peringatan kepada kaumnya mereka dan menunaikan risalah Tuhannya kepada mereka, serta bersikap ikhlas dalam melayani mereka, sedangkan perhitungan umat mereka berada di sisi Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedangkan Kamilah yang menghisab amalan mereka) (Surah Ar'-Ra'd: 40) dan (Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah Pemelihara segala sesuatu) (Surah Hud: 12) Firman Allah: (Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya") yaitu segala puji bagi Allah, Dzat yang tidak mengazab seseorang melainkan setelah tegaknya hujjah dan peringatan terhadapnya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia akan memperlihatkan kepada kalian tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kalian akan mengetahuinya) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar) (Surah Fushshilat: 53) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kalian kerjakan) yaitu bahkan Dia menyaksikan segala sesuatu.Telah disebutkan dari Imam Ahmad, bahwa ia pernah mengucapkan kedua bait ini, barangkali dari dia sendiri atau orang lain, yaitu: “Jika pada suatu hari kamu dalam keadaan sendiri, maka janganlah katakan bahwa dirimu sendirian, tetapi katakanlah bahwa aku selalu diawasi. Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa Allah lalai sedikitpun, jangan pula bahwa hal gaib samar bagiNya”
Sumber: https://tafsirweb.com/6956-surat-an-naml-ayat-92.html
Informasi
Surat
النمل (An-Naml)
Semut-semut — 93 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
92 dari 93 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 385
Ruku
Ruku 333
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 77 (154/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3251 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-27