القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
نَتْلُوْا
Kami membacakan
عَلَيْكَ
kepadamu/atasmu
مِنْ
dari
نَّبَاِ
kisah
مُوْسٰى
Musa
وَفِرْعَوْنَ
dan Fir'aun
بِالْحَقِّ
dengan benar
لِقَوْمٍ
untuk kaum/orang-orang
يُّؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
﴿٣﴾
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir‘aun dengan sebenarnya untuk orang-orang yang beriman.
3255 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kami membacakan kepadamu dari sebagian kisah Musa bersama bersama Fir’aun dengan benar, untuk kaum yang beriman kepada al-Qur’an ini dan membenarkan bahwa sesungguhnya al-Qur’an itu berasal dari sisi Allah dan mereka mengamalkan petunjuk-petunjuknya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7053-surat-al-qashash-ayat-3.html

Tafsir as-Sa'di

3. Di antara bagian yang dijelaskan oleh Allah adalah kisah Nabi Musa dan Firaun. Al-Quran telah memunculkannya dan mengulanginya di dalam beberapa tempat, dan dia menguraikannya secara panjang lebar di sini, seraya berfirman, “Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firaun dengan benar,” karena sesungguhnya berita kedua tokoh ini sangat aneh, dan informasi (tentang mereka berdua) sangat menarik “untuk orang-orang yang beriman.” Kepada merekalah pembicaraan ini diarahkan, karena mereka memiliki iman yang dengannya mereka bisa berkonsentrasi untuk menghayatinya dan menghadapinya dengan menerima dan menjadikan sisi-sisi ibrah (pelajaran) nya sebagai pedoman, dan dengannya mereka bertambah iman, keyakinan dan kebaikan.Adapun orang-orang selain mereka, maka sama sekali tidak mengambil faidah darinya kecuali penegakkan hujjah terhadap mereka. Allah memeliharanya dari mereka dan menjadikan dinding penghalang antara mereka dengannya sehingga membuat mereka tidak dapat memahaminya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7053-surat-al-qashash-ayat-3.html

Tafsir Al-Wajiz

3. Kami membacakan kepadamu wahai Nabi, beberapa kisah Musa dan Fir´aun dengan kisah yang benar, agar dapat diambil berbagai pelajaran seperti kejujuran dan kemurnian untuk petunjuk orang-orang yang beriman. Sehingga mereka senantiasa berdzikir, karena mereka adalah orang-orang yang mengambil pelajaran dari kisah itu

Sumber: https://tafsirweb.com/7053-surat-al-qashash-ayat-3.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-6 Telah disebutkan tentang penjelasan huruf-huruf hijaiyah itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Ini) yaitu ini (adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas) yaitu jelas, terang, dan menyingkap hakikat-hakikat segala sesuatu dan pengetahuan segala sesuatu yang telah terjadi dan yang sedang terjadi. Firman Allah (Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir'aun dengan benar), sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik) (Surah Yusuf: 3) yaitu, Kami menceritakan kepadamu perkara itu sesuai dengan kejadiannya seakan-akan kamu menyaksikannya dan seakan-akan kamu menghadiri peristiwanya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi) yaitu, bersikap sombong, sewenang-wenang, dan melampaui batas (dan menjadikan penduduknya berpecah belah) yaitu menjadi beberapa golongan, yang masing-masing golongan dia kuasai sesuai dengan apa yang dia kehendaki untuk perkara negerinya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dengan menindas segolongan dari mereka) yaitu Bani Israil, yang pada masa itu mereka adalah orang-orang yang terpilih di masanya. Mereka dikuasai oleh raja yang sewenang wenang dan mengingkari kebenaran ini yang mempekerjakan mereka untuk pekerjaan yang rendah, memperbudak mereka di malam dan siang hari untuk bekerja padanya, dan rakyatnya.Selain dari itu dia juga membunuh anak-anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka, sebagai penghinaan terhadap mereka, dan karena takut akan akan muncul seorang pemuda dari kalangan mereka yang dikhawatikan oleh dirinya dan penghuni kerajaannya yang menjadi sebab kehancuran dan lenyapnya kerajaannya. Orang-orang Qibti menerima berita itu dari kaum Bani Israil melalui apa yang mereka pelajari dari perkataan nabi Ibrahim di saat dia datang ke negeri Mesir, lalu dia menyampaikan kabar gembira kepada puteranya, bahwa akan dilahirkan dari keturunannya seorang pemuda yang menjadi penyebab kehancuran negeri Mesir di tangannya. Lalu orang-orang Qibti menceritakan hal ini kepada Fir'aun.Maka Fir'aun mencegah hal itu dan memerintahkan kepada semua untuk membunuh setiap bayi laki-laki dari kaum Bani Israil. Akan tetapi, sikap hati-hati itu tidak memberikan manfaat untuk menghadapi takdir; karena apabila takdir Allah telah datang, maka tidak dapat ditangguhkan, dan bagi setiap sesuatu itu ada batasannya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi) (5) dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka (6)) Allah سبحانه وتعالى melakukan hal itu kepada mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. dan telah sempurnalah Perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun (137)) (Surah Al-A'raf) Allah سبحانه وتعالى berfirman (demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil (59)) (Surah Asy-Syu'ara’) Fir'aun dengan upaya dan kekuatannya bermaksud menyelamatkan dirinya dari nabi Musa, tetap hal itu tidak bermanfaat baginya dalam menghadapi kekuasaan Allah, Dzat yang Maha Merajai lagi Maha Agung yang perintahNya tidak dapat ditolak dan dikalahkan. bahkan keputusan Allah berlangsung dan keputusan takdirNya di zaman permulaan telah menetapkan bahwa kebinasaan Fir'aun ada di tangan nabi Musa, bahkan bayi yang kamu khawatirkan kemunculannya, yang karenanya kamu telah membunuh ribuan bayi, malah kemunculannya dan tempat pemeliharaannya ada di ranjang dan rumahmu, dan makannya dari makananmu, karena kamu sendirilah yang memelihara, memanjakan, dan menyayanginya.Namun kematian dan kebinasaanmu serta kebinasaan tentaramu ada di tangannya. Demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Tuhan semua langit yang tinggi, Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Mengalahkan, Maha Agung, Maha Kuat, Maha Perkasa, dan Maha Keras siksaanNya. Segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak Dia kehendaki pasti tidak akan terjadi

Sumber: https://tafsirweb.com/7053-surat-al-qashash-ayat-3.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

3 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 385

Ruku

Ruku 334

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 77 (154/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3255 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28