القصص (Al-Qasas)

Per AyatMushaf
۞
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
وَصَّلْنَا
telah Kami sampaikan
لَهُمُ
kepada mereka
الْقَوْلَ
perkataan
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
يَتَذَكَّرُوْنَ
mereka ingat/mendapat pelajaran
ۗ
﴿٥١﴾
Dan sungguh, Kami telah menyampaikan perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya.
3303 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sungguh Kami telah menguraikan dengan rinci dan menerangkan al-Qur’an sebagai rahmat bagi kaummu, wahai Rasul, mudah-mudahan mereka mau mengingat-ingat dan mengambil pelajaran darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7101-surat-al-qashash-ayat-51.html

Tafsir as-Sa'di

51. “Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini kepada mereka.” Maksudnya, Kami telah mengangsurnya, meneruskannya dan menurunkannya sedikit demi sedikit sebagai rahmat (kasih sayang) dan anugerah kepada mereka “agar mereka mendapat pelajaran,” ketika ayat-ayatNya berulang-ulang (datang) kepada mereka, penjelasan-penjelasannya diturunkan kepada mereka saat dibutuhkan. Sehingga turunnya secara berangsur-angsur itu menjadi rahmat bagi mereka, lalu kenapa mereka menolak apa yang sebenarnya menjadi maslahat mereka sendiri?

Sumber: https://tafsirweb.com/7101-surat-al-qashash-ayat-51.html

Tafsir Al-Wajiz

51. Sungguh Kami menurunkan Al-Qur’an secara berturut-turut supaya isinya saling berhubungan. Dan Kami mengutus satu per satu rasul kepada manusia.Barangkali mereka mau mengambil pelajaran, lalu beriman dan taat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7101-surat-al-qashash-ayat-51.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 48-51 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kaum yang seandainya mereka diazab sebelum tegaknya hujjah atas mereka, maka mereka berhujjah bahwa belum pernah datang kepada mereka seorang rasul pun, tetapi ketika datang kebenaran dari sisi Allah سبحانه وتعالى melalui lisan nabi Muhammad ﷺ. Mereka berkata dengan maksud membangkang, mengingkari, kafir, bodoh, dan tidak percaya: (Mengapakah tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti yang telah diberikan kepada Musa dahulu?) Maksud mereka (hanya Allah yang lebih Mengetahui) mukjizat-mukjizat yang banyak seperti tongkat, tangan, banjir, belalang, kutu, katak, darah, dan paceklik karena kekurangan tanaman dan buah-buahan yang menyulitkan musuh-musuh Allah. Seperti terbelahnya laut, dinaungi oleh awan kemanapun pergi, diturunkannya manna dan salwa dan mukjizat-mukjizat lainnya yang jelas dan hujjah-hujjah yang mengalahkan musuh, yang semuanya itu diberikan Allah سبحانه وتعالى kepada nabi Musa sebagai hujjah dan bukti kebenarannya terhadap Fir'aun dan para pembesarnya, serta Bani Israil.Sekalipun demikian, nabi Musa tidak memperoleh keberhasilan terhadap Fir'aun dan para pembesar kaumnya, bahkan mereka ingkar kepada nabi Musa dan nabi Harun, sebagaimana mereka berkata kepada keduanya: (Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak akan mempercayai kamu berdua (78)) (Surah Yunus) Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu?) yaitu, bukankah manusia mengingkari ayat-ayat yang besar yang disampaikan nabi Musa (mereka dahulu telah berkata, "Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang bantu-membantu”) yaitu saling membantu (dan mereka berkata (juga), "Sesungguhnya kami tidak mempercayai masing-masing mereka itu”) yaitu terhadap keduanya kami mengingkarinya. karena kedekatan antara nabi Musa dan nabi Harun hingga, maka dengan menyebut salah seorang dari keduanya berarti menyebut lainnya, sebagaimana seorang penyair berkata: “Apabila aku melangkah ke sebuah negeri, aku tidak tahu takdir baik yang akan aku dapatkan ataukah yang lain” yaitu aku tidak tahu takdir baik atau buruk yang akan menimpaku.Mujahid bin Jabar mengatakan bahwa orang-orang Yahudi memerintahkan kepada kaum Quraisy untuk mengatakan kepada nabi Muhammad ﷺ hal itu. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu?; mereka dahulu telah berkata, "Musa dan Harun adalah dua ahli sihir yang saling membantu") yaitu nabi Musa dan nabi Harun (yang saling membantu) yaitu keduanya saling membantu, saling menolong dan membenarkan satu sama lain. Terkait hal ini Sa'id bin Jubair dan Abu Razin berkata tentang firmanNya, (sahirani) maksud mereka yaitu nabi Musa dan nabi Harun.Pendapat ini adalah pendapat yang baik. Hanya Allah yang lebih mengetahui. Adapun ulama yang membacanya (sihrani tazaahara) Ali bin Abi Thalhah dan Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang mereka maksud adalah Taurat dan Al-Qur'an.Telah diketahui bagi semua orang yang berakal, bahwa Allah سبحانه وتعالى tidak menurunkan suatu kitab dari langit di antara kitab-kitab yang Dia turunkan kepada nabi-nabiNya dalam bentuk yang lebih sempurna, lebih menyeluruh, lebih fasih, lebih agung, dan lebih mulia dari dari Kitab yang diturunkan kepada nabi Muhammad ﷺ, yaitu Al-Qur’an. Setelah itu dalam kemuliaan dan kebesarannya adalah kitab yang Dia turunkan kepada nabi Musa yaitu kitab yang disebutkan Allah dalam firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya) (Surah Al-Maidah: 44) dan kitab Injil diturunkan hanya untuk menyempurnakan kitab Taurat dan menghalalkan sebagian dari apa yang diharamkan atas Bani Israil.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur'an) niscaya aku mengikutinya, jika kalian sungguh orang-orang yang benar (49)) yaitu dalam membela kebenaran dan menentang kebathilan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu)) yaitu jika mereka tidak menjawab apa yang kamu katakan kepada mereka dan mereka tetap tidak mau mengikuti kebenaran (ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka)) yaitu tanpa dalil dan alasan (Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah) yaitu tanpa alasan yang diambil dari Kitab Allah (Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka) As-Suddi berkata, Kami menjelaskan perkataan ini kepada mereka. Qatadah berkata bahwa Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada mereka apa yang telah Dia perbuatterhadap umat terdahulu dan apa yang Dia lakukan sekarang (agar mereka mendapat petunjuk) Mujahid dan lainnya berkata tentang firmanNya: (telah Kami turunkan berturut-turut kepada mereka) yaitu kaum Quraisy dan inilah yang tampak.

Sumber: https://tafsirweb.com/7101-surat-al-qashash-ayat-51.html

Informasi

Surat

القصص (Al-Qasas)

Kisah-Kisah — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

51 dari 88 ayat

Juz

Juz 20

Halaman

Halaman 392

Ruku

Ruku 339

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 79 (157/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3303 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-28