القصص (Al-Qasas)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak ada
كُنْتَ
kamu
تَرْجُوْٓا
kamu mengharap
اَنْ
bahwa
يُّلْقٰٓى
dijatuhkan/diturunkan
اِلَيْكَ
kepadamu
الْكِتٰبُ
Kitab
اِلَّا
melainkan
رَحْمَةً
suatu rahmat
مِّنْ
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
فَلَا
maka janganlah
تَكُوْنَنَّ
sekali-kali kamu menjadi
ظَهِيْرًا
penolong
لِّلْكٰفِرِيْنَ
bagi orang-orang yang kafir
ۖ
﴿٨٦﴾
Dan engkau (Muhammad) tidak pernah mengharap agar Kitab (Al-Qur'an) itu diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir,
3338 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan kamu (wahai Rasul) tidaklah pernah mengharapkan turunnya al-Qur’an kepadamu. Akan tetapi, Allah mencurahkan rahmatNya kepadamu, lalu menurunkannya kepadaMu, maka bersukurlah kepada Allah atas nikmat-nikmatNya. Dan janganlah kamu sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang yang berbuat kesyirikan dan kesesatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7136-surat-al-qashash-ayat-86.html
Tafsir as-Sa'di
86. “Dan kamu tidak pernah mengharap agar al-Quran diturunkan kepadamu.” Maksudnya, kamu tidak pula menghadapinya, “tetapi ia diturunkan karena suatu rahmat yang besar dari Rabbmu,” kepadamu dan kepada umat manusia. Lalu Dia mengutusmu dengan Kitab al-Quran yang dengannya Dia merahmati semesta alam; dan Dia mengajarkan kepada mereka segala sesuatu yang belum mereka ketahui; Dia menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka al-Quran dan hikmah, walaupun sebelumnya mereka benar-benar berada di dalam “kesesatan yang nyata.” Kalau kamu sudah mengetahui bahwa Dia menurunkan al-Quran kepadamu sebagai rahmat dariNya, maka kamu mengetahui bahwa seluruh apa yang diperintahkanNya dan yang dilarangNya merupakan rahmat dan karunia dari Allah. Maka sebab itu jangan sekali-kali di dalam dadamu ada rasa keberatan terhadapnya, dan kamu mengira bahwa orang yang menyelisihinya itu lebih baik dan lebih bermanfaat. “Sebab itu janganlah kamu sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang kafir.” Maksudnya, menjadi penolong mereka atas kekafiran yang mereka anut.Di antara tindakan menolong mereka adalah ungkapan terhadap sebagian darinya, “Sesungguhnya Al-Quran itu berlawanan dengan hikmah, maslahat dan manfaatnya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/7136-surat-al-qashash-ayat-86.html
Tafsir Al-Wajiz
86. Sebelum menjadi nabi, kamu tidak pernah berangan-angan bahwa Al-Qur’an akan diwahyukan kepadamu, Wahai Rasul. Akan tetapi Al-Qur'an ini diwahyukan kepadamu sebagai bentuk rahmat dari Tuhanmu, yaitu bentuk kasih sayang kepadamu.Maka jangan sekali-kali kamu menjadi penolong orang-orang kafir terkait agama yang mereka serukan kepadamu dengan mengikuti mereka dan menanggapi permintaan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7136-surat-al-qashash-ayat-86.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 85-88 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada RasulNya ﷺ untuk menyampaikan risalah dan membacakan Al-Qur'an kepada manusia, dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah akan mengembalikannya ke tempat kembali, yaitu hari kiamat; lalu akan menanyainya tentang apa yang diembannya berupa tugas-tugas kenabian. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali) yaitu Tuhan yang mewajibkanmu untuk menyampaikan Al-Qur'an kepada manusia (benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali) yaitu pada hari kiamat, lalu Dia akan menanyaimu tentang hal itu.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami) (6)) (Surah Al-A'raf) dan ((Ingatlah), hari di waktu Allah mengumpulkan para rasul, lalu Allah bertanya (kepada mereka), "Apa jawaban kaummu terhadap (seruan)mu?”) (Surah Al-Maidah: 109) serta (dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi) (Surah Az-Zumar: 69).Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali) dia berkata yaitu ke Makkah. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dengan sanadnya dari Na'im Al-Qari' bahwa dia pernah berkata tentang firmanNya: (benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali) yaitu ke Baitul Maqdis. Pendapat ini (hanya Allah yang lebih Mengetahui) merujuk ke pendapat orang yang menafsirkannya dengan pengertian hari kiamat, karena Baitul Maqdis adalah tanah mahsyar dan tempat kebangkitan, hanya Allah yang memberi taufik kepada pendapat yang benar Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”) yaitu katakanlah kepada orang yang menentang dan mendustakanmu, wahai Muhammad, dari kalangan kaummu yang musyrik dan orang-orang yang mengikuti kekafiran mereka, bahwa Tuhanku lebih mengetahui siapakah yang mendapatkan petunjuk di antara kalian dan aku.Dan kalian akan mengetahui siapa yang akan mendapat akibat yang baik, dan siapakah yang akan mendapat akibat yang terpuji dan pertolongan di dunia dan akhirat. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan kepada nabiNya atas nikmat-nikmatNya yang agung kepadanya dan hamba-hambaNya yang dia diutus kepada mereka. (Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al-Qur’an diturunkan kepadamu) yaitu, apakah kamu mempunyai sangkaan bahwa wahyu akan diturunkan kepadamu sebelum wahyu diturunkan kepadamu (tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu) yaitu sesungguhnya wahyu itu diturunkan kepadamu dari Allah, dan dari rahmatNya kepadamu dan hamba-hambaNya melaluimu. Ketika Dia menganugerahkan kepadamu nikmat yang agung (sebab itu jangan sekali-kali kamu menjadi penolong) yaitu penolonga (bagi orang-orang kafir) tetapi jauhkan dan tentanglah mereka. (Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu) yaitu, janganlah terpengaruh oleh pertentangan mereka kepadamu dan hambatan mereka terhadap orang lain menuju jalanmu, janganlah membelok dari hal itu, dan janganlah menghiraukan mereka, karena sesungguhnya Allah pasti akan meninggikan kalimatmu, mendukung agamamu, dan memenangkan apa yang aku utus kepadamu di atas semua agama.Oleh karena itu Allah berfirman: (dan serulah (mereka) kepada (jalan) Tuhanmu) yaitu menyembah hanya kepada Tuhanmu, tidak ada sekutu bagiNya (dan jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Tuhan) Firman Allah: (Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apa pun yang lain.Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia) yaitu penyembahan tidak layak dilakukan kecuali hanya kepadaNya, dan tidak pantas menyandang ketuhanan kecuali Dia dengan keagunganNya. Firman Allah: (Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah) pemberitahuan bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Kekal, Maha Abadi, Maha Hidup, dan Maha Mengatur segalanya, yang semua makhluk mati, dan Dia tidak mati. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Semua yang ada di bumi itu akan binasa (26) Dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan (27)) (Surah Ar-Rahman) Kata “wajah” di sini maknannya adalah Dzat, demikian juga firmanNya di sini (Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Dzat Allah) yaitu kecuali hanya Allah.Disebutkan dalam hadits shahih dari jalur Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Kalimat yang paling benar yang dikatakan oleh penyair yaitu Labid, yaitu: "Ingatlah, segala sesuatu selain Allah itu pasti binasa” Mujahid dan Ats-Tsauri berkata tentang firmanNya: (Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah) yaitu kecuali apa dimaksudkan demi Dia. Imam Bukhari meriwayatkan pendapat ini di riwayat shahihnya seakan-akan dia menyetujuinya. Ibnu Jarir berkata, orang yang berpendapat demikian berpegang teguh kepada perkataan seorang penyair: “Aku memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang aku tidak bisa menghitungnya, Tuhan semua hamba, hanya kepadaNyalah dihadapkan niat dan amal perbuatan” Pendapat ini tidak bertentangan dengan pendapat pertama, karena pendapat ini memberitahukan bahwa semua amal perbuatan itu sia-sia, kecuali amal perbuatan yang dikerjakan demi Allah saja, yaitu amal-amal shalih yang sesuai dengan syariat.Pendapat pertama mengandung makna bahwa segala sesuatu itu pasti binasa dan lenyap kecuali hanya Allah سبحانه وتعالى yang Maha Suci, karena sesungguhnya Dialah Dzat yang Pertama dan Dialah Dzat yang Terakhir yang maka Dia ada sebelum segala sesuatu, dan sesudah segala sesuatu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (BagiNyalah segala penentuan) yaitu, Dialah Dzat yang Maha Merajai dan Maha Mengatur, tidak ada yang menghalangi hukumNya (dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan) yaitu pada hari kalian dikembalikan, lalu Dia membalas kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian. Jika baik, maka balasannya baik, dan jika buruk, maka balasannya buruk, dan hanya Allah سبحانه وتعالى yang lebih mengetahui
Sumber: https://tafsirweb.com/7136-surat-al-qashash-ayat-86.html
Informasi
Surat
القصص (Al-Qasas)
Kisah-Kisah — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
86 dari 88 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 396
Ruku
Ruku 341
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 79 (158/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3338 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-28