العنكبوت (Al-'Ankabut)
Per AyatMushaf
فَمَا
maka
كَانَ
tidak ada
جَوَابَ
jawaban
قَوْمِهٖٓ
kaumnya
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
bahwa
قَالُوا
mereka berkata
اقْتُلُوْهُ
bunuh dia
اَوْ
atau
حَرِّقُوْهُ
bakarlah dia
فَاَنْجٰىهُ
lalu menyelamatkannya
اللّٰهُ
Allah
مِنَ
dari
النَّارِۗ
api
اِنَّ
bahwa
فِيْ
pada yang
ذٰلِكَ
demikian itu
لَاٰيٰتٍ
benar-benar tanda-tanda
لِّقَوْمٍ
bagi kaum
يُّؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
﴿٢٤﴾
Maka tidak ada jawaban kaumnya (Ibrahim), selain mengatakan, “Bunuhlah atau bakarlah dia,” lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman.
3364 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka tidak ada jawaban dari kaum Ibrahim kepadanya selain sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, “Bunuhlah dia atau bakarlah dia dengan api. Lalu lemparkanlah dia kedalamnya.” Lalu Allah menyelamatkan dirinya dari api itu, dan Dia menjadikan api itu dingin dan keselamatan baginya. Sesungguhnya dalam peristiwa Kami menyelamatkan Ibrahim dari api itu benar-benar terdapat bukti-bukti dan hujjah-hujjah bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan melaksanakan syariatNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7250-surat-al-ankabut-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24. Maksudnya, tidaklah jawaban kaum Ibrahim saat Ibrahim mengajak mereka kepada Allah adalah menerima dakwah (seruan) nya dan juga berpegang kepada nasihatnya atau melihat nikmat Allah yang dilimpahkan kepada mereka berupa mengutus beliau sebagai rasul kepada merekka. Tetapi sesungguhnya jawaban mereka adalah seburuk-buruk jawaban, yaitu, “Mereka mengatakan, ‘Bunuhlah atau bakarlah dia’,” dengan seburuk-buruk pembunuhan.Sementara mereka adalah kaum yang berkuasa, yang mempunyai kekuasaan. Maka dari itu mereka menceburkan Ibrahim ke dalam api, “lalu Allah menyelamatkannya,” dari api itu. “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang beriman,” sehingga mereka dapat mengetahui kebenaran ajaran yang dibawa (diajarkan) oleh para rasul, kebaikan dan dan ketulusan mereka, serta kebatilan dari keyakinan orang-orang yang menyalahi mereka dan menentangnya; dan bahwa para penentang rasul-rasul itu seakan-akan sudah saling berpesan. Sebagian sudah menganjurkan kepada sebagian yang lain untuk mendustakan.
Sumber: https://tafsirweb.com/7250-surat-al-ankabut-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
24. Dan tidaklah jawaban kaum Ibrahim setelah dia menyeru mereka untuk mengesakan Allah kecuali mereka saling berkata: “Bunuh atau bakar saja dia menggunakan api” Lalu Allah menolongnya dari api mereka dan menjadikan api itu sejuk dan menyelamatkannya. Sesungguhnya dalam pertolongan Allah terhadap Ibrahim itu dalil-dalil yang jelas tentang keberadaan dan keesaan Allah bagi kaum yang beriman kepadaNya dan kekuasaanNya.Dan orang-orang mukmin menggunakan peristiwa itu untuk pengingat, karena mereka mengambil manfaat dari peristiwa itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/7250-surat-al-ankabut-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 24-25 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kaum nabi Ibrahim dalam kekafiran, keingkaran, keangkuhan, dan penolakan mereka terhadap kebenaran dengan menggunakan kebatilan. Mereka tidak membarikan jawaban terhadap perkataan nabi Ibrahim yang mengandung petunjuk dan penjelasan itu (melainkan mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia!") Demikian itu karena bukti telah mengalahkan mereka dan hujjah nabi Ibrahim benar-benar mematahkan alasan mereka, maka mereka menggunakan kekuasaan dan kekuatan kerajaan mereka sebagai jawaban: (Mereka berkata,"Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim, lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu” (97) Mereka hendak melakukan tipu daya kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina (98)) (Surah Ash-Shaffat) Demikian itu, mereka menghimpun kayu bakar yang sangat banyak dalam waktu yang cukup lama, lalu mereka memagari kumpulan kayu bakar itu.Setelah itu mereka menyalakan api pada kayu bakar itu. Kemudian mereka melemparkan nabi Ibrahim ke dalam api itu, lalu Allah menjadikan api itu dingin dan keselamatan baginya. Nabi Ibrahim keluar dari api itu dalam keadaan selamat setelah tinggal beberapa hari di dalamnya.Hal yang seperti itu dijadikan Allah sebagai teladan bagi manusia. Sesungguhnya dia mengorbankan diri demi Tuhan Yang Maha Pengasih dan merelakan dirinya kepada api. Dia mengorbankan putranya untuk dikorbankan, dan menjadikan hartanya untuk tamu-tamunya.Oleh karena itu semua agama sepakat untuk menyukainya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (lalu Allah menyelamatkannya dari api) yaitu menyelamatkannya dari api itu dengan menjadikannya dingin dan keselamatan baginya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman (24) Dan berkata Ibrahim, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia”) dia berkata kepada kaumnya dengan maksud mengecam dan mencela mereka karena perbuatan buruk mereka dalam menyembah berhala-berhala,”Sesungguhnya kalian melakukan penyembahan terhadap berhala-berhala itu hanya untuk mengikat sebagian dari kalian dengan sebagian lain dalam ikatan persahabatan dan kasih sayang di dunia. Hal ini berdasarkan bacaan nashab dari kata (mawaddata bainikum) bahwa kata itu sebagai maf'ul baginya.Sedangkan menurut bacaan rafa', maka maknanya,”Sesungguhnya kalian melakukan penyembahan terhadap berhala-berhala itu hanya untuk memperoleh kasih sayang di antara sesama kalian di dunia saja (kemudian di hari kiamat) Keadaan itu berbalik, persahabatan dan kasih sayang menjadi permusuhan dan kebencian. Kemudian: (sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain)) yaitu saling mengingkari apa yang saling kalian lakukan di antara kalian (dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain)) yaitu para pengikut melaknat para pemimpinnya. dan orang-orang yang diikuti melaknat para pengikutnya: (Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka) mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)) Dan di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknat sebagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka), hingga akhir ayat. yaitu, tempat kembali dan pulang kalian setelah peristiwa hari kiamat adalah ke neraka, dan kalian tidak mempunyai seorang penolong yang menolong kalian, dan tidak ada seorang pun yang dapat melindungi kalian dari azab Allah. Demikianlah keadaan orang-orang kafir.Adapun orang-orang mukmin, maka mereka berbeda dengan itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/7250-surat-al-ankabut-ayat-24.html
Informasi
Surat
العنكبوت (Al-'Ankabut)
Laba-Laba — 69 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
24 dari 69 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 399
Ruku
Ruku 344
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 80 (159/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3364 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-29