العنكبوت (Al-'Ankabut)
Per AyatMushaf
وَقَالَ
dan (Ibrahim) berkata
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
اتَّخَذْتُمْ
kalian menjadikan
مِّنْ
dari
دُوْنِ
selain
اللّٰهِ
Allah
اَوْثَانًاۙ
berhala-berhala
مَّوَدَّةَ
kasih sayang
بَيْنِكُمْ
diantara kamu
فِى
dalam
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
ۚ
ثُمَّ
kemudian
يَوْمَ
pada hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
يَكْفُرُ
mengingkari
بَعْضُكُمْ
sebagian kamu
بِبَعْضٍ
dengan sebagian
وَّيَلْعَنُ
dan mengutuk
بَعْضُكُمْ
sebagian kamu
بَعْضًا
sebagian
ۖوَّمَأْوٰىكُمُ
dan tempat kembalimu
النَّارُ
api/neraka
وَمَا
dan tidak ada
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنْ
dari
نّٰصِرِيْنَۖ
seorang penolong
﴿٢٥﴾
Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.”
3365 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Ibrahim berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya yang kalian sembah itu adalah tuhan-tuhan yang batil yang kalian jadikan sebagai tuhan selain Allah, kalian saling mencintai dalam penyembahan kepadanya, Kalian saling berkasih sayang dalam berkhidmat kepadanya di kehidupan dunia. Kemudian pada Hari Kiamat, sebagian dari kalian akan berlepasadiri atas sebagian yang lain, dan sebagian dari kalian akan melaknat sebagian yang lain. Sedang tempat kembali kalian semua adalah neraka, dan kalian tidak mempunyai penolong yang akan menyelamatkan kalian sehingga kalian tidak memasukinya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/7251-surat-al-ankabut-ayat-25.html
Tafsir as-Sa'di
25. “Dan berkata” Ibrahim kepada mereka dalam serangkaian nasihat yang dikatakannya, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang diantara kalian dalam kehidupan dunia ini,” maksudnya, puncak dari semua itu adalah rasa kasih di dunia, nanti akan terputus dan sirna, “kemudian di Hari KIamat sebagian kalian mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kalian melaknati sebagian yang lain,” maksudnya, masing-masing dari para penyembah dan sesembahan-sesembahan itu berlepas diri dari yang lain; "dan apabila manusia sudah dihimpun (di padang Mahsyar. Pent ) maka mereka menjadi musuh bagi para sesembahannya, dan mereka (para sesembahan) itu pun mengingkari penyembahan mereka." Maka bagaimana bisa kalian masih mau mencintai sesembahan yang sudah pasti akan berlepas diri dari para penyembahnya, dan bahkan mengutuknya. Dan sesungguhnya tempat tinggal mereka semua, baik yang menyembah dan yang disembah “adalah neraka” dan tidak ada seorang pun yang bisa menolong mereka dari azab Allah atau mencegah siksaanNya dari mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7251-surat-al-ankabut-ayat-25.html
Tafsir Al-Wajiz
25. Ibrahim berkata: “Wahai kaumku, sesungguhnya berhala-berhala yang kamu jadikan Tuhan selain Allah itu adalah untuk menumbuhkan rasa cinta di antara kalian dan keinginan untuk menyembahnya di kehidupan dunia. Kemudian pada hari kiamat sebagian kalian berlepas diri dari sebagian lainnya.Kemudian para penyembah itu berlepas diri dari berhala-berhala itu, begitu juga berhala-berhala itu berlepas diri dari para penyembahnya. Para pengikut (kepercayaan itu) melaknat para pemimpin mereka, begitu juga sebaliknya. Tempat kalian adalah neraka dan kalian tidak memiliki penolong yang dapat menyelamatkan kalian dari neraka
Sumber: https://tafsirweb.com/7251-surat-al-ankabut-ayat-25.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 24-25 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kaum nabi Ibrahim dalam kekafiran, keingkaran, keangkuhan, dan penolakan mereka terhadap kebenaran dengan menggunakan kebatilan. Mereka tidak membarikan jawaban terhadap perkataan nabi Ibrahim yang mengandung petunjuk dan penjelasan itu (melainkan mengatakan, "Bunuhlah atau bakarlah dia!") Demikian itu karena bukti telah mengalahkan mereka dan hujjah nabi Ibrahim benar-benar mematahkan alasan mereka, maka mereka menggunakan kekuasaan dan kekuatan kerajaan mereka sebagai jawaban: (Mereka berkata,"Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim, lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu” (97) Mereka hendak melakukan tipu daya kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina (98)) (Surah Ash-Shaffat) Demikian itu, mereka menghimpun kayu bakar yang sangat banyak dalam waktu yang cukup lama, lalu mereka memagari kumpulan kayu bakar itu.Setelah itu mereka menyalakan api pada kayu bakar itu. Kemudian mereka melemparkan nabi Ibrahim ke dalam api itu, lalu Allah menjadikan api itu dingin dan keselamatan baginya. Nabi Ibrahim keluar dari api itu dalam keadaan selamat setelah tinggal beberapa hari di dalamnya.Hal yang seperti itu dijadikan Allah sebagai teladan bagi manusia. Sesungguhnya dia mengorbankan diri demi Tuhan Yang Maha Pengasih dan merelakan dirinya kepada api. Dia mengorbankan putranya untuk dikorbankan, dan menjadikan hartanya untuk tamu-tamunya.Oleh karena itu semua agama sepakat untuk menyukainya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (lalu Allah menyelamatkannya dari api) yaitu menyelamatkannya dari api itu dengan menjadikannya dingin dan keselamatan baginya (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman (24) Dan berkata Ibrahim, "Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia”) dia berkata kepada kaumnya dengan maksud mengecam dan mencela mereka karena perbuatan buruk mereka dalam menyembah berhala-berhala,”Sesungguhnya kalian melakukan penyembahan terhadap berhala-berhala itu hanya untuk mengikat sebagian dari kalian dengan sebagian lain dalam ikatan persahabatan dan kasih sayang di dunia. Hal ini berdasarkan bacaan nashab dari kata (mawaddata bainikum) bahwa kata itu sebagai maf'ul baginya.Sedangkan menurut bacaan rafa', maka maknanya,”Sesungguhnya kalian melakukan penyembahan terhadap berhala-berhala itu hanya untuk memperoleh kasih sayang di antara sesama kalian di dunia saja (kemudian di hari kiamat) Keadaan itu berbalik, persahabatan dan kasih sayang menjadi permusuhan dan kebencian. Kemudian: (sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain)) yaitu saling mengingkari apa yang saling kalian lakukan di antara kalian (dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain)) yaitu para pengikut melaknat para pemimpinnya. dan orang-orang yang diikuti melaknat para pengikutnya: (Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka) mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)) Dan di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kemudian di hari kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknat sebagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka), hingga akhir ayat. yaitu, tempat kembali dan pulang kalian setelah peristiwa hari kiamat adalah ke neraka, dan kalian tidak mempunyai seorang penolong yang menolong kalian, dan tidak ada seorang pun yang dapat melindungi kalian dari azab Allah. Demikianlah keadaan orang-orang kafir.Adapun orang-orang mukmin, maka mereka berbeda dengan itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/7251-surat-al-ankabut-ayat-25.html
Informasi
Surat
العنكبوت (Al-'Ankabut)
Laba-Laba — 69 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
25 dari 69 ayat
Juz
Juz 20
Halaman
Halaman 399
Ruku
Ruku 344
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 80 (159/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3365 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-29