العنكبوت (Al-'Ankabut)
Per AyatMushaf
بَلْ
bahkan/tetapi
هُوَ
ia (Al-Qur'an)
اٰيٰتٌۢ
ayat-ayat
بَيِّنٰتٌ
yang nyata
فِيْ
di dalam
صُدُوْرِ
dada
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اُوْتُوا
(mereka) diberi
الْعِلْمَۗ
ilmu
وَمَا
dan tidak
يَجْحَدُ
mengingkari/membantah
بِاٰيٰتِنَآ
pada ayat-ayat Kami
اِلَّا
kecuali
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
﴿٤٩﴾
Sebenarnya, (Al-Qur'an) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.
3389 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Bahkan al-Qur’an itu merupakan ayat-ayat yang jelas lagi nyata dalam petunjuknya kepada kebenaran yang telah dihafal oleh para ulama. Dan tidaklah ada yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menolaknya kecuali orang-orang yang zhalim dan suka menentang yang mengetahui kebenaran namun berbelok darinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7275-surat-al-ankabut-ayat-49.html
Tafsir as-Sa'di
49. maksudnya, bahkan sebenarnya al-qur’an ini, “adalah ayat-ayat yang nyata,” tidak tersembunyi, ”di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu,” mereka adalah para pemuka manusia dan kaum cendekia mereka, dan mereka adalah orang-orang berakal lagi sempurna diantara mereka. Lalu apabila al-qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang seperti mereka, maka mereka menjadi hujjah atas orang-orang selain mereka. Maka ketidakpercayaan selain mereka (terhadap al-qur’an) tidak berarti apa pun (tidak berbahaya), dan hal itu tidak akan terjadi kecuali karena kezhaliman.Maka dari itu, Allah berfirman, ”dan tidaklah yang mengingkari ayat-ayat Kami melainkan orang-orang yang zhalim,” sebab tidak mengingkari al-qur’an ini kecuali orang yang jahil, yang berbicara tanpa landasan ilmu dan tidak berpedoman kepada para ahli ilmu, padahal dia mempunyai kemampuan untuk mengenalnya dengan yang sebenarnya.Adapun orang yang berpura-pura jahil (bodoh) yang mengetahui bahwa al-qur’an itu benar, maka dia pasti menolaknya; yang mengetahui kebenarannya, maka pasti ia menyalahinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7275-surat-al-ankabut-ayat-49.html
Tafsir Al-Wajiz
49. Bahkan Al-Qur’an yang Aku datangkan dengan ayat-ayat nyata yang menunjukkan atas kebenaran dalam hati ahli ilmu dan mereka adalah orang-orang mukmin yang memelihara Al-Qur’an. Tidak ada yang mengingkari Al-Qur’an kecuali orang-orang yang menzalimi diri sendiri dan menolak kebenaran setelah menjelaskan dalil yang melemahkan ayat-ayat itu dan bersikeras atas kekufuran.
Sumber: https://tafsirweb.com/7275-surat-al-ankabut-ayat-49.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 47-49 Ibnu Jarir berkata bahwa Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Sebagaimana Kami turunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul sebelum kamu, wahai Muhammad, begitu pula Kami menurunkan kepadamu kitab ini" Ini Pendapat yang dikatakan Ibnu Jarir ini baik, sesuai dan kaitannya cukup baik. Firman Allah: (maka orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al-Qur'an)) yaitu orang-orang yang mengambilnya, lalu membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, yaitu orang-orang berilmu dan orang-orang pandai mereka, seperti Abdullah bin Salam, Salman Al-Farisi dan lainnya yang serupa dengan keduanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan di antara mereka (orang-orang kafir Makkah) ada yang beriman kepadanya) yaitu orang-orang Arab dari kalangan Quraisy dan lainnya (Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir) yaitu, tidak ada yang mendustakannya dan mengingkari kebenarannya selain orang yang menutupi kebenaran dengan kebathilan, dan menutupi cahaya matahari dengan berbagai penutup yang menghalanginya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu) yaitu sungguh kamu telah tinggal di kalangan kaummu, wahai Muhammad, sebelum kamu datang kepadamu Al-Qur'an ini selama usiamu, sedangkan kamu tidak dapat membaca tulisan dan tidak pula menulis, bahkan semua orang dari kaummu dan lainnya mengetahui bahwa kamu adalah laki-laki ummi yang tidak dapat membaca dan menulis. Demikian juga disebutkan sifatnya dalam kitab-kitab terdahulu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar) (Surah Al-A'raf: 157).Demikianlah Rasulullah ﷺ, selamanya sampai hari kiamat, beliau tidak baik dalam menulis, membuat garis dan huruf dengan tangan beliau, bahkan beliau hanya mempunyai para juru tulis yang mencatatkan untuk beliau wahyu dan surat-surat kepada berbagai kawasan. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kamu tidak pernah membaca) yaitu membaca (sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu kitab pun) untuk menegaskan nafi (dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu) juga untuk menegaskan dan seringkali digunakan, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (dan (tiadalah) burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya) (Surah Al-An'am: 38) Firman Allah سبحانه وتعالى: (andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)) yaitu, seandainya kamu pandai dalam hal itu, maka sebagian dari orang-orang bodoh akan meragukannya dan berkata bahwa sesungguhnya kamu mengetahui Al-Qur'an ini hanya dari kitab-kitab sebelumnya yang bersumber dari para nabi, sekalipun para nabi terdahulu dalam kitab mereka menyebutkan bahwa beliau adalah seorang yang ummi, tidak pandai membaca dan menulis (Dan mereka berkata, "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan-dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang” (5) lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Al-Qur'an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi”, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (6)) (Surah Al-Furqan).Dalam di sini Allah berfirman: (Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu) yaitu Al-Qur'an ini adalah ayat-ayat yang jelas dalam menunjukkan kepada kebenaran yang mengandung perintah, larangan, dan kebaikan, yang dihafal oleh para ulama.Allah memudahkan kepada mereka untuk menghafal, membaca, dan menafsirkannya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (17)) (Surah Al-Qamar) Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna firmanNya سبحانه وتعالى: (Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu) bahkan pengetahuan yang menyatakan bahwa kamu tidak pernah membaca sebelumnya suatu kitab pun dan kamu tidak menulis dengan tangan kananmu ayat-ayat yang jelas dalam dada orang-orang yang dianugerahi ilmu dari kalangan Ahli Kitab.Dia menukil hal ini dari Qatadah dan Ibnu Juraij. Pendapat pertama diriwayatkan dari Hasan Al-Bahsri saja. Dan itu merupakan pendapat yang paling jelas, Hanya Allah yang lebih mengetahui.Firman Allah: (Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim) yaitu Tidak ada yang mendustakannya dan mengurangi haknya, serta menolaknya selain orang-orang zalim. yaitu orang-orang yang melampaui batas dan angkuh yang mengetahui kebenaran, tetapi mereka berpaling darinya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus)
Sumber: https://tafsirweb.com/7275-surat-al-ankabut-ayat-49.html
Informasi
Surat
العنكبوت (Al-'Ankabut)
Laba-Laba — 69 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
49 dari 69 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 402
Ruku
Ruku 346
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 81 (161/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3389 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-29